Apa Itu Purging? Ciri-Ciri dan Bedanya dengan Jerawat Breakout

Dewasa ini, banyak orang yang mulai menyadari pentingnya merawat wajah berdasarkan jenis kulitnya. Hal ini mendorong banyaknya informasi mengenai permasalahan kulit seperti purging dan breakout. Lalu, apa itu purging dan apa bedanya dengan breakout? 

Memang tidak mudah menentukan kondisi keduanya sebab gejala dan kondisinya pun hampir sama. Namun tentu ada hal yang bisa membedakan kedua jenis kemunculan jerawat ini. Purging dan breakout sendiri umumnya muncul akibat penggunaan produk skincare yang mengandung bahan tertentu. 

Penasaran dengan apa yang dimaksud dengan purging? Mari kita simak bersama ulasan lengkap mengenai purging, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan breakout melalui artikel di bawah ini. 

Apa Itu Purging?

Memahami Apa Itu Purging

Pernahkah Anda mencoba sebuah produk, lalu beberapa waktu kemudian muncul banyak jerawat? Jangan simpulkan bahwa Anda tidak cocok dengan produk tersebut. Karena pada faktanya, mungkin saja wajah sedang dalam proses mengeluarkan sel kulit mati ke permukaan wajah sehingga menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas, atau menghasilkan minyak berlebih. 

Hal tersebut dapat mendorong serangkaian whiteheads, blackheads, jerawat papula, dan jenis jerawat lainnya muncul serta kulit menjadi lebih kasar saat masa awal terjadi. Ini adalah reaksi normal yang diberikan kulit karena penggunaan bahan aktif pada sebuah produk. Kondisi inilah yang dinamakan dengan purging

Pada dasarnya purging sendiri terjadi karena wajah sedang dalam masa pembersihan kotoran yang tersumbat di pori-pori sebab sebelumnya terjadi penumpukan di dalamnya. Nah, ketika Anda menggunakan produk dengan bahan aktif pertama kalinya, tentu saja wajah akan bereaksi dan produk bekerja mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. 

Sebelum sel-sel baru yang lebih sehat akhirnya muncul ke permukaan, reaksi purging ini wajar terjadi. Anda tidak perlu panik dan menghentikan penggunaan karena hal ini adalah tanda bahwa produk skincare bekerja dengan optimal. 

Singkatnya, purging adalah proses kulit mengalami penyesuaian ulang dan pembersihan kotoran di dalamnya dengan mengeluarkan sel kulit mati dan menggantinya dengan yang baru. Biasanya, purging terjadi pada saat penggunaan retinoid, AHA BHA, dan berbagai bahan aktif lainnya.

Ciri-Ciri Purging

Ciri-Ciri Purging

Lalu kondisi seperti apa yang bisa dikatakan purging? Anda tetap harus waspada dengan kemungkinan breakout, sehingga penting untuk mengenali ciri-ciri purging. Tak perlu khawatir, JAC akan membagikan informasi selengkapnya di bawah ini:

1. Muncul Jerawat

Ciri-ciri purging yang pertama dan paling umum terjadi adalah muncul banyak jerawat. Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman ketika purging terjadi dengan jerawat yang muncul. Namun tenang saja kondisi ini tidak akan bertahan lama karena pada purging, jerawat hanya akan bertahan hingga proses regenerasi dan pengangkatan sel kulit mati selesai.

Proses regenerasi pun biasanya hanya berlangsung dengan cepat dan pengeluaran kotoran pada pori-pori yang tersumbat pun juga turut berlangsung cepat.

Baca juga: Apa Saja Pantangan Makanan untuk Wajah Berjerawat?

2. Kulit Mengelupas

Saat mencoba produk berbahan aktif pertama kali dan kulit Anda mengelupas, hal ini bisa menjadi salah satu ciri purging. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, purging adalah proses wajah mengganti sel kulit yang mati dan rusak dengan sel kulit sehat yang baru. 

Oleh sebab itu, permukaan wajah akan terkelupas dengan bentuk kulit tipis di mana lapisan kulit tersebut adalah sel kulit matinya. Tidak perlu khawatir, hal ini adalah tanda bahwa produk sedang bekerja dengan baik dan kulit memberikan reaksi yang sesuai dengan fungsi bahan pada skincare

3. Kemerahan

Bahan aktif pada skincare seperti retinoid, vitamin A, vitamin C, AHA BHA, glycolic acid, salicylic acid, dan lain sebagainya umumnya akan memberikan efek kulit menjadi kemerahan bahkan pada pemakaian pertama. Efek tersebut adalah hal yang normal, apalagi tidak semua kulit wajah bisa langsung menerima masuknya bahan aktif ke dalam lapisan di bawahnya. 

4. Kulit Tampak Lebih Bersih dan Lebih Cerah

Proses regenerasi kulit yang mendorong terjadinya purging memang menimbulkan rasa tidak nyaman, belum lagi jika disertai dengan kondisi kulit tertentu. Namun apabila melakukan perawatan dengan rutin, Anda akan mendapatkan wajah yang tampak lebih bersih, cerah dan perlahan berbagai masalah kulit utama akan mereda dan terkontrol.

Perbedaan Purging dengan Jerawat Breakout

Perbedaan Purging dengan Jerawat Breakout

Setelah mengenal pengertian dan ciri-ciri purging di atas, jangan artikan seluruh jerawat adalah reaksi purging. Penggunaan skincare baru terutama yang berbahan aktif memiliki dua kemungkinan reaksi, pertama purging dan kedua breakout. Meski beberapa kali hadir dengan kondisi yang sama, Anda bisa membedakan keduanya melalui beberapa hal di bawah ini:

1. Tempat Munculnya Jerawat

Purging umumnya muncul pada area kulit yang paling sering tumbuh jerawat. Hal ini berarti bagian kulit tersebut menjadi pusat permasalahan dan besar kemungkinan banyak kotoran yang menyumbat pori-pori. Jadi perawatan pada area tersebut ditujukan untuk mengeluarkan kotoran di dalamnya.

Berbeda dengan purging, breakout dapat muncul di seluruh area wajah bahkan pada area yang jarang muncul jerawat sekalipun. Jerawat breakout biasanya muncul dalam jumlah banyak secara bersamaan diikuti dengan kemerahan yang disertai gatal.

Baca juga: Mitos Cara Menghilangkan Jerawat Dengan Bawang Putih yang Perlu Dihindari

2. Reaksi Kulit

Purging terjadi karena kulit memberikan reaksi normal akibat proses pergantian sel dan pengeluaran kotoran di dalamnya. Sedangkan breakout muncul ketika wajah memberikan reaksi alergi terhadap sebuah proses perawatan sehingga memunculkan tanda seperti ruam, kulit bengkak, kemerahan disertai gatal, sensasi terbakar, kulit pecah yang berlebihan. 

3. Lama Waktu 

Kondisi kulit purging biasanya tidak berlangsung lama. Sebagian besar orang hanya mengalaminya untuk 7 hingga 28 hari ke depan berdasarkan kondisi kulit masing-masing. Perlu diketahui bahwa penggunaan bahan aktif tadi memang berfungsi untuk mempercepat proses regenerasi kulit sehingga purging juga akan cenderung selesai lebih cepat. 

Untuk breakout sendiri, kondisinya akan bertahan selama lebih dari 1 bulan. Hal ini dapat disebabkan oleh produk skincare yang tidak cocok, stres, kurang tidur, pola makan yang buruk, dan kulit kekurangan asupan air.

Baca juga: 5 Urutan Skincare Pagi Untuk Kulit Berjerawat

Cara Mengatasi Purging

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek purging saat menggunakan produk perawatan kulit baru tanpa harus menghentikan penggunaannya. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk merawat kulit yang sedang mengalami purging seperti:

1. Lakukan pembersihan wajah dengan teliti dan benar.

Tindakan awal untuk mengatasi purging adalah melakukan pembersihan wajah secara menyeluruh hingga ke dalam pori-pori. Pastikan untuk menghilangkan, polutan, kotoran sisa makeup, dan sisa tabir surya dari wajah setiap malam sebelum tidur. Selain itu, selama pagi dan malam hari, pastikan juga untuk membersihkan wajah setelah beraktivitas yang membuat Anda berkeringat banyak, seperti setelah berolahraga.

2. Ingat untuk menggunakan pelembap

Untuk mengurangi kulit yang terasa gatal, merah, bahkan mengelupas akibat purging, penting untuk menjaga kelembapan kulit. Salah satu cara yang efektif adalah menggunakan pelembap yang dapat menghidrasi dan menenangkan kulit. Setelah itu, pastikan juga untuk menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari agar kondisi kulit yang sedang mengalami purging tidak semakin parah.

3. Lakukan Proses Eksfoliasi

Meskipun purging merupakan proses pembersihan kulit, namun tetap diperlukan eksfoliasi untuk memastikan kulit wajah bebas dari sel-sel kulit mati. Anda dapat memilih produk eksfoliasi kimia dengan kandungan bahan aktif yang rendah agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

Selain itu, kurangi frekuensi penggunaannya menjadi hanya sekali seminggu atau sekali per dua minggu. Eksfoliasi membantu mempercepat proses regenerasi sel kulit sehingga membantu mengakhiri purging dengan lebih cepat.

4. Hindari Untuk Memencet Jerawat

Indikasi purging dapat dikenali dari timbulnya jerawat papula dan pustula yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, sangat penting untuk menahan diri agar tidak menyentuh atau memencet jerawat tersebut, karena hal itu dapat memperparah kondisi kulit.

5. Pilih Produk Perawatan Kulit yang Lembut

Selama menunggu proses purging berakhir, disarankan untuk merawat kulit wajah menggunakan produk skincare yang lembut dan cocok untuk kulit yang sensitif. Penting diperhatikan untuk menghindari perawatan kulit yang berlebihan. Setelah proses purging selesai, Anda dapat kembali menggunakan produk skincare seperti biasanya.

Setelah mengenal apa itu purging, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan breakout dan cara mengtasi di atas, apakah Anda sudah bisa menentukan kondisi mana yang Anda alami sekarang? Apabila purging terjadi pada kulit wajah Anda, jangan hentikan penggunaan produk skincare atau jenis perawatan lain yang sedang dilakukan. 

Coba untuk bersabar dan rutin menggunakannya agar Anda mendapatkan hasil yang maksimal serta kulit menjadi lebih sehat. Jerawat yang muncul pada kulit saat purging hanya fase sesaat saja, sedangkan kulit sehat, halus, dan lebih cerah akan bertahan lebih lama. Namun perlu diingat bahwa setiap orang memiliki jangka waktu yang berbeda-beda. 

Sebaliknya jika Anda mengalami breakout, sebaiknya segera hentikan penggunaan skincare atau jenis perawatan tertentu, ubah pola makan menjadi lebih sehat, kelola stres, dan tidur yang cukup. Pastikan juga asupan air putih Anda cukup yaitu sebanyak 8 gelas per hari atau setara dengan 2 liter air mineral.

Bila perlu, konsultasikan kondisi wajah Anda dengan dokter ahli dari JAC yang sudah bersertifikasi dan dapat membantu mengatasi seluruh permasalahan wajah. JAC menyediakan flawless peel treatment yang dapat mengangkat sel kulit mati secara maksimal dan membiarkan sel kulit baru tampil ke permukaan. 

Tunggu apalagi? Jadwalkan kehadiran Anda di JAC sekarang juga dan dapatkan solusi permasalahan wajah yang ampuh dan aman agar tampil lebih percaya diri tanpa permasalahan apa pun.

Sumber rujukan: 

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/skin-purging-vs-breakout#:~:text=Skin%20purging%20is%20a%20temporary,product%20or%20certain%20facial%20treatments.
  • https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/skin-purging
dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Cara Mengatasi Rambut Rontok Ibu Menyusui

Cara Mengatasi Rambut Rontok Ibu Menyusui

Juli 5, 2024
Cara Diet Sehat dan Cepat dengan Buah dan Sayur

Cara Diet Sehat dan Cepat dengan Buah dan Sayur

Juli 5, 2024
Apa Itu Filler Dagu dan Amankah Bagi Tubuh?

Apa Itu Filler Dagu dan Amankah Bagi Tubuh?

Juli 5, 2024

Comments are closed.