Apakah Eksfoliasi Aman untuk Kulit Berjerawat? Cek Penjelasannya!

Apakah eksfoliasi aman untuk kulit wajah berjerawat? Ini adalah pertanyaan yang sering muncul di antara mereka yang memiliki masalah jerawat dan mencari solusi perawatan kulit yang tepat. Dalam dunia perawatan wajah, eksfoliasi telah menjadi salah satu langkah penting dalam rutinitas kecantikan bagi banyak orang.

Namun, bagi yang memiliki kulit sensitif atau rentan terhadap jerawat, keamanan eksfoliasi menjadi perhatian utama. Dalam artikel ini, JAC akan memberikan informasi yang lebih dalam untuk memahami apakah eksfoliasi benar-benar aman untuk kulit berjerawat dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkannya dalam rutinitas perawatan Anda. Simak informasinya berikut ini.

Apakah Eksfoliasi Aman untuk Kulit Berjerawat

Apakah Anda memiliki kulit berjerawat dan ingin tahu apakah eksfoliasi aman untuk kondisi kulit Anda? Tidak perlu khawatir, sebab pada dasarnya eksfoliasi dapat dilakukan serta aman dan bermanfaat untuk merawat kulit, bahkan yang berjerawat sekalipun.

Selain itu, eksfoliasi juga dapat membantu mengatasi jerawat sekaligus mengurangi pertumbuhan jerawat dan memudarkan bekas. Namun, penting untuk memilih produk yang lembut namun efektif untuk kulit Anda yang rentan terhadap jerawat.

Eksfoliasi adalah proses pengangkatan lapisan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit. Dalam kasus kulit yang berjerawat, perawatan ini dapat membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, mengurangi produksi minyak berlebih, dan mengurangi peradangan yang terkait dengan jerawat.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua metode eksfoliasi cocok untuk setiap jenis kulit berjerawat. Beberapa metode mungkin terlalu keras dan dapat menyebabkan iritasi atau bahkan memperburuk kondisi jerawat. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa eksfoliasi yang berlebihan juga tidak baik untuk kulit Anda.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Eksfoliasi Kulit Berjerawat?

Terlalu sering atau terlalu agresif dalam eksfoliasi juga dapat mengganggu keseimbangan alami kulit dan menyebabkan iritasi, kemerahan, atau bahkan luka pada kulit Anda. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan yang tepat dalam rutinitas eksfoliasi Anda. Sangat disarankan untuk melakukan eksfoliasi di malam hari saja, sebanyak 2-3x dalam seminggu.

Eksfoliasi dapat dibagi menjadi dua jenis utama yaitu eksfoliasi kimia dan fisik. Eksfoliasi fisik melibatkan penggunaan bahan abrasif seperti scrub atau sikat yang digosokkan ke kulit untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Meskipun cara ini cukup banyak dilakukan, eksfoliasi fisik memperbesar kemungkinan iritasi, terutama pada kulit sensitif atau berjerawat, karena gesekan yang terjadi bisa memperburuk peradangan atau merusak lapisan pelindung kulit.

Di sisi lain, eksfoliasi kimia menggunakan bahan aktif yang bekerja secara lembut untuk melarutkan ikatan antara sel-sel kulit mati, sehingga memudahkan pengelupasan tanpa gesekan fisik. Eksfoliasi kimia cenderung lebih aman untuk jenis kulit yang berjerawat karena bahan-bahannya dapat bekerja lebih dalam untuk membersihkan pori-pori dan mengurangi komedo tanpa menyebabkan iritasi atau peradangan. Oleh karena itu, eksfoliasi kimia lebih direkomendasikan untuk kulit yang berjerawat, karena memberikan hasil yang lebih efektif dan minim risiko iritasi.

Salah satu contoh chemical exfoliate adalah salicylic acid yang termasuk dalam kategori BHA. Bahan ini sangat efektif untuk kulit berjerawat karena dapat menembus lapisan minyak di dalam pori-pori dan membersihkan penyebab jerawat.

Baca juga: 11 Cara Menghilangkan Flek Hitam di Hidung dengan Mudah

Bahan Apa yang Cocok Untuk Eksfoliasi Saat Berjerawat?

Bahan Apa yang Cocok Untuk Eksfoliasi Saat Berjerawat

Ketika Anda memiliki kulit berjerawat, penting untuk memilih bahan-bahan eksfoliasi yang tepat agar tidak memperburuk kondisi kulit Anda. Berikut adalah beberapa bahan aktif yang sering direkomendasikan untuk eksfoliasi saat berjerawat:

1. Retinoid

Retinoid adalah turunan dari vitamin A yang memiliki kemampuan untuk merangsang pergantian sel kulit. Jenis bahan aktif ini merupakan salah satu yang paling efektif untuk mengatasi jerawat dan mencerahkan noda bekas jerawat.

Retinoid bekerja dengan cara mengurangi produksi minyak berlebih, membersihkan pori-pori yang tersumbat, dan meningkatkan regenerasi sel kulit. Namun, perlu diingat bahwa retinoid dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif, jadi mulailah dengan konsentrasi yang rendah atau mulai dengan menggunakannya 1-2x dalam seminggu dan tingkatkan penggunaannya secara bertahap.

2. AHA, BHA, PHA

Kandungan AHA (alpha hydroxy acid), BHA (beta hydroxy acid), dan PHA (polyhydroxy acid) adalah jenis asam yang sering digunakan dalam eksfoliasi wajah kimia. AHA membantu mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit, sementara BHA, lebih efektif dalam membersihkan pori-pori yang tersumbat.

Di sisi lain bahan aktif PHA memiliki sifat yang lebih lembut, sehingga dapat menjadi pilihan yang baik untuk kulit yang sensitif, berjerawat atau rentan terhadap iritasi sebab tidak membuat kulit menjadi kering. Kombinasi AHA, BHA, dan PHA dalam produk eksfoliasi wajah dapat memberikan hasil yang optimal untuk kulit berjerawat.

3. Glycolic Acid

Glycolic acid adalah salah satu jenis AHA yang sering digunakan dalam produk eksfoliasi untuk kulit berjerawat. Bahan aktif yang satu ini memiliki molekul yang lebih kecil daripada beberapa AHA lainnya, sehingga dapat menembus lebih dalam ke dalam pori-pori untuk membersihkan sel kulit mati dan merangsang pergantian sel kulit. Glycolic acid juga terbukti efektif mengurangi penampilan jerawat dan noda bekas jerawat, tetapi seperti halnya dengan retinoid, perlu digunakan dengan hati-hati untuk menghindari iritasi.

4. Lactic Acid

Lactic Acid merupakan pilihan bahan eksfoliasi wajah yang juga memiliki sifat lebih lembut dan cocok untuk kulit yang sensitif atau rentan terhadap iritasi. Meskipun tidak sekuat seperti beberapa kandunga lainnya, lactic acid tetap efektif dalam mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi sel kulit baru. Penggunaan lactic acid secara teratur dapat membantu mengurangi jerawat dan meningkatkan tekstur kulit secara keseluruhan.

5. Benzoyl Peroxide

Benzoyl Peroxide adalah salah satu bahan yang paling sering direkomendasikan untuk membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat. Bahan ini bekerja dengan cara menembus pori-pori dan mengangkat kotoran yang menumpuk, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri di kulit. Selain itu, Benzoyl Peroxide juga dapat membantu menenangkan kulit yang meradang, sehingga jerawat tampak lebih cepat membaik.
Meski efektif, Anda tetap perlu memperhatikan frekuensi pemakaian agar kulit tidak kering berlebihan. Pastikan kulit dalam kondisi bersih sebelum menggunakan produk yang mengandung bahan ini, agar hasilnya lebih optimal dan iritasi bisa diminimalkan. Jika digunakan secara tepat, Benzoyl Peroxide bisa menjadi langkah awal yang baik untuk membuat kulit tetap bersih dan bebas jerawat.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Penuaan Dini pada Kulit Wajah

Cara Eksfoliasi Wajah Berjerawat

Eksfoliasi wajah adalah proses mengangkat sel kulit mati untuk mencegah penyumbatan pori-pori. Namun, bagi pemilik kulit berjerawat, eksfoliasi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak memperparah kondisi kulit. Berikut adalah cara eksfoliasi wajah berjerawat yang tepat:

Eksfoliasi wajah adalah proses mengangkat sel kulit mati untuk mencegah penyumbatan pori-pori. Namun, bagi pemilik kulit berjerawat, eksfoliasi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak memperparah kondisi kulit. Berikut adalah cara eksfoliasi wajah berjerawat yang tepat:

1. Pilih Eksfoliator yang Lembut

Gunakan eksfoliator berbahan lembut seperti chemical exfoliant dengan kandungan AHA, BHA, atau PHA. BHA (asam salisilat) sangat efektif untuk kulit berjerawat karena dapat menembus pori-pori dan mengurangi minyak berlebih. Hindari scrub fisik yang terlalu kasar karena dapat menyebabkan iritasi dan peradangan.

2. Eksfoliasi Maksimal 2-3 Kali Seminggu

Kulit berjerawat cenderung sensitif, sehingga eksfoliasi tidak boleh dilakukan terlalu sering. Batasi frekuensi 2-3 kali seminggu untuk mencegah over-exfoliation yang bisa mengakibatkan iritasi dan produksi minyak berlebih.

3. Gunakan Produk Non-Komedogenik

Pastikan produk eksfoliasi yang digunakan bersifat non-komedogenik, bebas dari alkohol berlebihan, dan tidak mengandung pewangi buatan. Ini bertujuan untuk menghindari penyumbatan pori-pori yang bisa memperburuk jerawat.

4. Lakukan Eksfoliasi di Malam Hari

Eksfoliasi sebaiknya dilakukan di malam hari karena setelah proses ini, kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Setelah eksfoliasi, aplikasikan pelembap ringan dan sunscreen di pagi harinya untuk menjaga kesehatan kulit.

5. Hindari Kombinasi dengan Produk Iritan

Jika Anda sudah menggunakan produk perawatan kulit seperti retinol atau benzoil peroksida, hindari eksfoliasi dalam waktu yang bersamaan. Kombinasi bahan aktif yang terlalu kuat bisa menyebabkan iritasi dan memperburuk kondisi jerawat.

Apa Saja yang Harus Dilakukan Setelah Eksfoliasi?

Apa Saja yang Harus Dilakukan Setelah Eksfoliasi?

Setelah Anda melakukan eksfoliasi wajah, langkah-langkah perawatan selanjutnya sangat penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan terlindungi. Sebab jika salah dalam perawatan eksfoliasi, kulit dapat menjadi lebih rentan berjerawat. Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan setelah eksfoliasi:

1. Gunakan Moisturizer

Setelah eksfoliasi, kulit Anda mungkin menjadi lebih kering dari biasanya karena pengangkatan lapisan kulit mati. Oleh karena itu, penting untuk segera menghidrasi kulit Anda dengan menggunakan pelembap. Pilihlah moisturizer yang ringan dan tidak berminyak untuk menghindari penyumbatan pori-pori yang dapat menyebabkan jerawat baru. Oleskan moisturizer secara merata ke seluruh wajah dan leher setelah eksfoliasi untuk menjaga kelembapan kulit.

2. Wajib Menggunakan Sunscreen

Eksfoliasi dapat membuat kulit Anda lebih rentan dan sensitif terhadap paparan sinar UV. Oleh karena itu, sangat penting untuk melindungi kulit Anda dengan menggunakan tabir surya setiap hari, terutama setelah melakukan eksfoliasi.

Pilihlah tabir surya dengan SPF minimal 30 PA++ dan formulasi yang cocok untuk jenis kulit Anda. Aplikasikan tabir surya secara merata ke seluruh wajah dan leher setiap pagi, siang, dan sore sebelum beraktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan.

3. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Setelah eksfoliasi, hindari paparan sinar matahari langsung sebanyak mungkin. Sinar matahari dapat menyebabkan peradangan dan iritasi tambahan pada kulit yang sensitif setelah proses eksfoliasi kulit. Gunakan payung atau topi untuk melindungi wajah Anda saat berada di bawah sinar matahari, dan hindari kegiatan di luar ruangan yang berlebihan.

4. Perhatikan Kandungan Skincare yang Digunakan Setelah Eksfoliasi

Eksfoliasi membuat kulit menyerap lebih banyak bahan-bahan aktif dari produk perawatan kulit. Namun, pastikan untuk memilih produk yang cocok untuk jenis kulit Anda dan menghindari bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau peradangan tambahan. Hindari penggunaan produk dengan kandungan alkohol atau pewangi yang keras, dan prioritaskan produk dengan bahan-bahan yang menenangkan dan menghidrasi kulit Anda.

Baca juga: 6 Urutan Skincare Pagi Untuk Kulit Berjerawat

Dalam kesimpulan apakah eksfoliasi aman untuk kulit berjerawat, jawabannya adalah ya.  Eksfoliasi wajah dapat menjadi bagian yang aman dan bahkan bermanfaat dari rutinitas perawatan kulit Anda.

Pasalnya dengan pemilihan produk yang tepat dan penggunaan yang bijak, eksfoliasi wajah dapat membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, mengurangi produksi minyak berlebih, dan memudarkan noda bekas jerawat. Namun, pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat dan memperhatikan respons kulit Anda.

Bagi Anda yang ingin merasakan manfaat eksfoliasi dengan aman dan efektif, treatment peeling di Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) merupakan solusi yang tepat. Dengan menggunakan teknologi dan produk berkualitas, serta ditangani oleh dokter ahli yang bersertifikasi dan tepercaya serta bahan peeling yang aman sesuai kebutuhan kulit, Anda bisa mendapatkan eksfoliasi yang aman dan memberikan hasil yang optimal untuk kulit berjerawat. 

JAC

Di samping itu, untuk menjaga kondisi kulit agar tetap halus, ternutrisi, dan terbebas dari masalah akibat pori-pori yang kotor dan tersumbat, Anda bisa menggunakan AYOM Skincare pada rangkaian perawatan wajah seperti moisturizing essence dan skin refreshment toner. Kedua basic skincare ini membantu menjaga wajah tetap lembap setelah eksfoliasi. 

Jadi tunggu apalagi? Jangan ragu untuk kunjungi JAC sekarang juga dan jadwalkan konsultasi untuk mendapatkan perawatan eksfoliasi yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.

Sumber: 

  • https://www.healthline.com/health/acne/your-faqs-answered-acne-and-exfoliation
  • https://uk.typology.com/library/is-exfoliating-acne-prone-skin-recommendable 
  • https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/safely-exfoliate-at-home
  • Măgerușan, Ș. E., Hancu, G., & Rusu, A. (2023). A Comprehensive Bibliographic Review Concerning the Efficacy of Organic Acids for Chemical Peels Treating Acne Vulgaris. Molecules (Basel, Switzerland), 28(20), 7219. https://doi.org/10.3390/molecules28207219 
  • Grajqevci-Kotori, M., & Kocinaj, A. (2015). Exfoliative Skin-peeling, Benefits from This Procedure and Our Experience. Medical archives (Sarajevo, Bosnia and Herzegovina), 69(6), 414–416. https://doi.org/10.5455/medarh.2015.69.414-416
dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

filler dagu vs implan dagu

Filler Dagu vs Implan Dagu, Mana yang Lebih Cocok untuk Bentuk Wajah Anda?

September 14, 2026
filler pelipis

Filler Pelipis untuk Atasi Wajah Cekung, Apa Saja Manfaatnya?

September 14, 2026
Image Post Jakarta Aesthetic Clinic

Cara Mengecilkan Paha dan Perut agar Bentuk Tubuh Lebih Proporsional

September 11, 2026

Comments are closed.