5 Ciri-Ciri Breakout dan Cara Mengatasinya dengan Benar
Apa saja ciri-ciri breakout? Kondisi kulit wajah yang mengalami breakout sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri. Breakout pada wajah biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan produk yang tidak sesuai, perubahan hormon, stres, atau kebersihan yang kurang terjaga.
Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri breakout agar Anda bisa mengambil langkah tepat dalam mengatasinya. JAC akan membantu Anda mengenal berbagai ciri-cirinya melalui artikel ini serta cara-cara efektif untuk mengatasinya.
Ciri-Ciri Breakout Pada Wajah

Breakout pada wajah memiliki tanda-tanda yang cukup jelas dan berbeda dari masalah kulit lainnya dan pada dasarnya ciri-ciri ini berbeda dengan jenis jerawat purging. Berikut adalah ciri-ciri utama yang dapat Anda kenali ketika kulit mengalami breakout:
1. Timbulnya Jerawat Meradang
Salah satu ciri paling umum dari breakout adalah munculnya jerawat yang meradang. Jerawat ini biasanya terasa nyeri ketika disentuh, berwarna merah, dan terkadang berisi nanah. Breakout sering kali ditandai dengan jerawat yang muncul secara tiba-tiba, lebih dari satu, dan menyebar ke beberapa area wajah seperti dahi, pipi, dagu, atau hidung.
Jerawat meradang akibat breakout berbeda dengan komedo atau jerawat kecil yang biasa muncul. Jerawat ini biasanya lebih besar dan lebih sakit, yang menandakan bahwa peradangan sedang terjadi di dalam lapisan kulit. Peradangan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penyumbatan pori-pori, infeksi bakteri, hingga reaksi kulit terhadap produk yang tidak cocok.
2. Kulit Menjadi Lebih Sensitif
Saat breakout terjadi, kulit wajah Anda akan menjadi lebih sensitif dari biasanya. Sensitivitas kulit ini dapat terlihat dari reaksi kulit yang cepat memerah atau terasa perih saat terkena sinar matahari, perubahan suhu, atau penggunaan produk tertentu. Ketika kulit sedang mengalami breakout, bahkan produk perawatan kulit yang biasanya aman bisa menimbulkan rasa perih atau terbakar.
Sensitivitas ini juga sering diiringi dengan rasa gatal yang membuat Anda ingin menggaruk atau menyentuh wajah. Namun, menggaruk atau menyentuh wajah saat breakout justru dapat memperparah kondisi, karena bakteri dari tangan bisa berpindah ke wajah dan memperburuk peradangan.
3. Munculnya Bercak Kemerahan
Breakout juga ditandai dengan munculnya bercak-bercak kemerahan pada kulit wajah, terutama di area yang mengalami jerawat. Bercak ini bisa muncul sebelum jerawat terbentuk sepenuhnya atau setelah jerawat pecah dan mulai sembuh. Bercak kemerahan ini disebabkan oleh peradangan yang terjadi di lapisan kulit dan bisa bertahan lama, bahkan setelah jerawat mereda.
Selain itu, bercak kemerahan juga bisa menyebar ke area lain di wajah yang belum tentu mengalami jerawat. Hal ini terjadi karena kulit wajah secara keseluruhan sedang dalam kondisi sensitif dan meradang, sehingga tampak lebih merah dari biasanya.
Baca Juga: 5 Cara Merawat Kulit Sensitif Secara Efektif
4. Tekstur Kulit Menjadi Kasar
Saat breakout terjadi, tekstur kulit wajah Anda akan berubah menjadi lebih kasar. Hal ini disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, sebum, dan kotoran yang menyumbat pori-pori. Akibatnya, pori-pori membesar dan muncul benjolan kecil di beberapa area wajah. Tekstur kulit yang kasar ini biasanya terasa jelas saat Anda menyentuh wajah, terutama di area pipi, dahi, dan dagu.
Kulit yang kasar juga sering disertai dengan penumpukan minyak berlebih, terutama bagi Anda yang memiliki jenis kulit berminyak. Kombinasi antara minyak berlebih dan sel kulit mati inilah yang menjadi penyebab utama munculnya jerawat baru selama breakout.
5. Kulit Terasa Kencang atau Kering di Beberapa Area
Meskipun breakout biasanya dikaitkan dengan kulit berminyak, beberapa orang bisa mengalami kombinasi kulit berminyak di beberapa area dan kulit kering di area lain. Area yang kering ini biasanya muncul di sekitar jerawat yang sudah mulai sembuh atau di bagian wajah yang lebih sering terpapar produk perawatan yang mengandung bahan aktif seperti benzoyl peroxide.
Kulit yang terasa kencang ini biasanya lebih rentan terhadap iritasi dan pengelupasan, sehingga perlu perawatan ekstra untuk mengembalikan keseimbangan kelembapan kulit.
Cara Mengatasi Breakout

Setelah mengetahui ciri-ciri breakout, langkah selanjutnya adalah mengatasinya dengan cara yang tepat. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jerawat breakout pada wajah:
1. Gunakan Produk yang Lembut dan Non-Komedogenik
Ketika kulit Anda sedang mengalami breakout, hindari penggunaan produk perawatan yang terlalu keras atau mengandung bahan-bahan yang dapat menyumbat pori-pori (komedogenik). Sebaiknya, pilihlah produk yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan berjerawat. Produk dengan label non-komedogenik biasanya lebih aman digunakan karena tidak akan menyumbat pori-pori.
Pembersih wajah yang lembut, bebas pewangi, dan memiliki pH seimbang bisa menjadi pilihan terbaik. Pastikan juga untuk menggunakan pelembap yang ringan dan tidak berminyak untuk menjaga kelembapan kulit tanpa memperparah jerawat.
2. Jangan Memencet Jerawat
Memencet jerawat atau memegang permukaan kulit adalah kebiasaan buruk yang harus Anda hindari saat breakout. Sebab, kebiasaan ini justru akan memperburuk peradangan dan meninggalkan bekas luka atau noda hitam yang sulit dihilangkan.
Memencet jerawat juga dapat membuat bakteri yang ada di dalam jerawat menyebar ke area kulit lain, sehingga memperparah breakout. Jika jerawat terasa sangat sakit dan Anda merasa perlu menanganinya, lebih baik berkonsultasi dengan dokter kulit atau ahli kecantikan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
3. Gunakan Bahan Aktif yang Tepat
Beberapa bahan aktif terbukti efektif dalam mengatasi breakout. Salah satu bahan yang umum digunakan adalah salicylic acid, yang membantu membersihkan pori-pori dari kotoran dan sebum yang menyumbat. Selain itu, benzoyl peroxide juga bisa membantu membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan.
Namun, penggunaan bahan aktif ini harus dilakukan dengan hati-hati, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif. Sebaiknya mulai dengan konsentrasi rendah dan perhatikan reaksi kulit Anda. Jika kulit Anda menunjukkan tanda-tanda iritasi, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan ahli kulit.
Baca Juga: Inilah 5 Cara Perawatan Wajah Kering Yang Tepat Dan Benar
4. Hindari Produk yang Mengandung Alkohol
Alkohol sering kali ditemukan dalam produk perawatan kulit, terutama toner dan astringen. Meskipun alkohol bisa memberikan efek segar, pada kenyataannya alkohol dapat membuat kulit menjadi kering dan teriritasi, terutama saat Anda sedang mengalami breakout.
Sebaiknya hindari produk yang mengandung alkohol dan pilihlah toner yang lebih lembut, seperti toner dengan kandungan Centella Asiatica. Produk dengan kandungan alkohol cenderung memperparah kondisi kulit yang sudah sensitif dan menyebabkan iritasi lebih lanjut, sehingga memperlambat proses penyembuhan jerawat.
5. Jaga Kebersihan Kulit dan Tangan
Kebersihan adalah kunci penting dalam mengatasi breakout. Pastikan Anda selalu mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, dan hindari menyentuh wajah terlalu sering untuk mencegah penyebaran bakteri. Selain itu, rutin membersihkan wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit Anda juga sangat penting.
Gunakan handuk bersih setiap kali mengeringkan wajah dan hindari berbagi handuk dengan orang lain. Anda juga perlu mengganti sarung bantal secara rutin, karena sarung bantal yang kotor bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang memperparah breakout.
6. Konsumsi Makanan yang Bergizi
Kulit Anda sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi. Perbanyak makanan yang kaya akan vitamin C, A, dan E, serta mineral seperti zinc yang mendukung regenerasi kulit dan membantu mengontrol produksi minyak. Konsumsi sayuran hijau, buah-buahan segar, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon dapat membantu kulit pulih lebih cepat dari peradangan. Hindari makanan tinggi gula, gorengan, dan olahan susu berlebihan, karena dapat memicu peradangan dan memperburuk breakout.
Perbedaan Purging dan Breakout
Saat mencoba produk skincare baru, mungkin Anda pernah mengalami jerawat yang tiba-tiba muncul. Namun, apakah itu purging atau breakout? Banyak orang keliru membedakan keduanya, padahal perawatan yang tepat tergantung pada penyebabnya. Berikut perbedaan purging dan breakout yang perlu Anda pahami:
1. Penyebab Munculnya Jerawat
Purging biasanya terjadi ketika Anda menggunakan produk skincare yang mempercepat regenerasi kulit, seperti retinol, AHA, BHA, atau niacinamide. Proses ini membuat sel kulit mati lebih cepat terangkat, sehingga jerawat yang sebelumnya tersembunyi muncul ke permukaan. Sementara itu, breakout muncul karena kulit mengalami iritasi, alergi, atau tidak cocok dengan kandungan dalam produk skincare baru. Hal ini bukan proses alami regenerasi kulit, melainkan reaksi negatif yang menunjukkan kulit tidak menerima produk tersebut.
2. Lokasi Timbulnya Jerawat
Purging biasanya terjadi di area yang memang sering ditumbuhi jerawat, misalnya dahi, pipi, atau dagu. Breakout berbeda, jerawat bisa muncul di area yang sebelumnya jarang bermasalah, seperti garis rahang atau leher. Perbedaan lokasi ini bisa menjadi petunjuk penting untuk mengenali kondisi kulit Anda.
3. Lama Waktu yang Dirasakan
Purging umumnya berlangsung sementara, biasanya sekitar 2–6 minggu, tergantung siklus regenerasi kulit Anda. Setelah itu, kulit akan membaik dan lebih bersih. Sedangkan breakout bisa berlangsung lebih lama atau justru semakin parah jika Anda tetap menggunakan produk yang memicu iritasi.
4. Cara Mengatasinya
Jika Anda mengalami purging, biasanya disarankan untuk tetap melanjutkan penggunaan produk secara bertahap agar kulit beradaptasi. Namun, jika yang terjadi adalah breakout, sebaiknya hentikan penggunaan produk tersebut dan pilih skincare yang lebih lembut untuk mengembalikan kondisi kulit.
Mengetahui ciri-ciri breakout pada wajah serta cara mengatasinya membantu Anda lebih sigap dalam merawat kulit dan mencegah kondisi ini semakin parah. Breakout memang bisa mengganggu penampilan. Namun dengan langkah-langkah perawatan yang tepat, kulit wajah Anda akan kembali sehat dan bebas dari jerawat. Konsistensi dalam menjaga kebersihan kulit dan penggunaan produk yang sesuai juga menjadi kunci penting untuk mencegah breakout di masa depan.
Jika Anda sedang mencari solusi yang lebih profesional untuk mengatasi masalah kulit, termasuk breakout, sebaiknya konsultasikan dengan ahlinya. Salah satu pilihan terbaik untuk merawat kulit wajah dan tubuh adalah treatment di JAC yang merupakan klinik perawatan kulit di Jakarta terbaik.
Di Jakarta Aesthetic Clinic (JAC), Anda akan mendapatkan perawatan tanpa bedah dengan kualitas tinggi yang didukung oleh tim dokter ahli di bidang estetika. JAC menawarkan treatment yang dirancang khusus untuk membantu kulit Anda menjadi lebih halus, bebas jerawat, dan bercahaya.
Nantinya Anda juga akan direkomendasikan produk skincare yang tepat untuk memaksimalkan hasil perawatan yang telah dilakukan. Skincare AYOM dirancang khusus untuk mengatasi kulit yang sensitif sehingga Anda bisa mendapatkan kulit yang lebih sehat.
Tunggu apa lagi? Konsultasikan kebutuhan perawatan untuk wajah sekarang dan dapatkan kulit yang sehat sehingga dapat memaksimalkan penampilan Anda!
Sumber:
https://jakartaaestheticclinic.co.id/
https://www.aad.org/public/diseases/acne/really-acne/symptoms
Comments are closed.




















Make Appointment Now