Hypertrophic Scar Adalah: Pengertian, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya

Hypertrophic scar adalah salah satu jenis bekas luka yang sering muncul akibat proses penyembuhan luka yang tidak sempurna. Bekas luka ini ditandai dengan penebalan jaringan kulit yang terbatas pada area luka asli. Meski tidak berbahaya secara medis, hypertrophic scar dapat memengaruhi penampilan kulit dan sering kali menjadi perhatian estetika bagi banyak orang.

Bagi Anda yang memiliki bekas luka jenis ini, penting untuk memahami apa itu hypertrophic scar, penyebabnya, dan cara mengatasinya. Dalam artikel ini, JAC mengulas langkah yang sesuai untuk mengatasi kondisi hypertrophic scar dan menjaga kesehatan kulit Anda. Penasaran? Langsung saja temukan informasi selengkapnya di bawah ini

Mengenal Hypertrophic Scar

Hypertrophic scar atau parut hipertrofik adalah bekas luka yang terbentuk akibat produksi kolagen berlebih selama proses penyembuhan luka. Kolagen adalah protein yang berperan penting dalam memperbaiki jaringan kulit yang rusak. Namun, pada beberapa kasus, tubuh memproduksi kolagen dalam jumlah yang berlebihan, sehingga menyebabkan penebalan jaringan kulit di area luka.

Bekas luka ini biasanya memiliki tekstur yang tebal, keras, dan menonjol, tetapi tetap terbatas pada area luka asli. Warna hypertrophic scar dapat bervariasi, mulai dari merah muda hingga merah tua, tergantung pada tahap penyembuhan dan jenis kulit individu. Hypertrophic scar sering kali muncul pada luka yang mengalami tekanan, infeksi, atau peradangan selama proses penyembuhan.

Baca juga: Hypertrophic Scar vs Keloid: Perbedaan dan Solusi untuk Mencegahnya

Hypertrophic scar dapat terjadi pada berbagai jenis luka, termasuk luka bakar, luka operasi, luka akibat trauma fisik, atau bahkan luka kecil seperti gigitan serangga. Meski tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bekas luka ini dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang, terutama jika muncul di area tubuh yang terlihat, seperti wajah, leher, atau tangan.

Penyebab Bekas Luka Parut Hipertrofik

Penyebab Hypertrophic Scar

Hypertrophic scar dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi proses penyembuhan luka. Memahami penyebabnya adalah langkah penting untuk mencegah terbentuknya bekas luka ini. Berikut adalah beberapa penyebab utama hypertrophic scar:

1. Produksi Kolagen Berlebih

Produksi kolagen yang berlebihan selama proses penyembuhan luka adalah penyebab utama terbentuknya hypertrophic scar. Kolagen diperlukan untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak, dapat menyebabkan penebalan jaringan di area luka.

2. Trauma Fisik dan Tekanan pada Area Luka

Luka yang mengalami tekanan berlebihan, baik akibat gesekan pakaian, perban yang terlalu ketat, atau aktivitas fisik, lebih rentan berkembang menjadi hypertrophic scar. Tekanan ini dapat mengganggu proses penyembuhan alami kulit dan memicu pembentukan jaringan parut yang tebal.

3. Infeksi atau Peradangan pada Luka

Infeksi atau peradangan yang terjadi selama proses penyembuhan luka dapat memperburuk kondisi kulit dan meningkatkan risiko terbentuknya hypertrophic scar. Kondisi ini memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak kolagen sebagai respons terhadap kerusakan jaringan.

4. Jenis dan Lokasi Luka

Jenis luka juga memengaruhi risiko terbentuknya hypertrophic scar. Luka bakar, luka operasi, dan luka akibat trauma fisik cenderung lebih berisiko dibandingkan luka kecil. Selain itu, lokasi luka juga berperan penting; area tubuh yang sering bergerak, seperti siku, lutut, atau bahu, lebih rentan terhadap bekas luka ini.

baca juga: Inilah 11 Cara Menghilangkan Scar di Wajah secara Ampuh

5. Faktor Genetik dan Jenis Kulit

Faktor genetik dan jenis kulit juga dapat memengaruhi risiko terbentuknya hypertrophic scar. Individu dengan riwayat keluarga yang memiliki bekas luka menonjol atau orang yang memiliki kulit lebih gelap cenderung lebih rentan terhadap kondisi ini.

Cara Menghilangkan Hypertrophic Scar dengan Tepat

Cara Menghilangkan Hypertrophic Scar dengan Tepat

Mengelola hypertrophic scar memerlukan pendekatan yang konsisten untuk menjaga kesehatan kulit dan meminimalkan tampilan bekas luka. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk merawat bekas luka ini:

1. Gunakan Produk Perawatan yang Tepat

Pilih produk perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk bekas luka, seperti gel silikon atau krim yang mengandung bahan aktif untuk mendukung regenerasi kulit. Produk ini dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi tampilan bekas luka secara bertahap.

2. Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar UV dapat memperburuk tampilan bekas luka, terutama pada kulit yang sedang dalam proses penyembuhan. Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi untuk melindungi area bekas luka dari kerusakan lebih lanjut.

3. Jaga Kebersihan dan Kelembapan Kulit

Pastikan area bekas luka tetap bersih dan terhidrasi dengan baik. Gunakan pelembap yang sesuai untuk membantu menjaga elastisitas kulit dan mencegah kekeringan yang dapat memperburuk tampilan bekas luka.

4. Hindari Tekanan Berlebihan pada Area Luka

Jika bekas luka berada di area yang sering bergerak atau terkena gesekan, seperti siku atau lutut, gunakan pelindung tambahan untuk mengurangi tekanan. Hal ini dapat membantu mencegah penebalan jaringan parut yang berlebihan.

Bekas luka di kulit sering kali menjadi pengingat akan peristiwa di masa lalu, entah itu cedera, operasi, atau bahkan jerawat yang membandel. Hypertrophic scar adalah salah satu jenis bekas luka yang sering muncul setelah proses penyembuhan kulit. 

Berbeda dengan keloid, hypertrophic scar tetap berada dalam batas luka asli meskipun tampak menonjol dan kemerahan. Seiring waktu, bekas luka ini bisa memudar, tetapi pada beberapa kasus, tekstur kulit tetap tidak rata, membuat banyak orang merasa kurang percaya diri.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Luka di Wajah dalam Waktu Singkat

Perbedaan Bekas Luka Hipertrofik dan Keloid

Hypertrophic scars dan keloid sama-sama merupakan bekas luka yang terbentuk akibat proses penyembuhan kulit yang berlebihan, namun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Hypertrophic scar biasanya muncul di area luka dengan bentuk menonjol, kemerahan, dan tebal, tetapi pertumbuhannya tetap terbatas pada batas luka awal. Seiring waktu, hypertrophic scar dapat memudar dan menjadi lebih rata dengan perawatan yang tepat.

Sementara itu, keloid adalah bekas luka yang tumbuh melebihi batas area luka asli, terlihat lebih besar, menonjol, dan sering kali terasa gatal atau nyeri. Keloid juga cenderung sulit hilang secara alami dan bisa terus membesar jika tidak ditangani. Mengetahui perbedaan keduanya penting agar Anda dapat memilih perawatan yang sesuai dan mencegah bekas luka semakin parah.

Jika Anda merasa bekas luka ini mengganggu penampilan, ada berbagai cara untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, penting untuk memilih perawatan yang tepat untuk meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan.

Prime Exosome di Jakarta Aesthetic Clinic menawarkan solusi inovatif untuk membantu meratakan keloid secara alami. Teknologi eksosom ini bekerja dengan cara menstimulasi regenerasi sel kulit, mengurangi peradangan, serta menekan produksi kolagen berlebih yang menyebabkan penebalan keloid.

Keunggulan utama Prime Exosome terletak pada kemampuannya untuk memperbaiki kulit dari dalam. Tidak seperti metode konvensional yang hanya menekan pertumbuhan jaringan parut sementara, eksosom memberikan efek regeneratif yang berkelanjutan. Kandungan growth factors dan molekul aktif dalam eksosom membantu menenangkan area keloid, mempercepat penyembuhan, serta meningkatkan elastisitas kulit. 

Hasilnya, jaringan kulit yang mengalami keloid dapat menjadi lebih halus, rata, dan mendekati tekstur kulit alami. Di Jakarta Aesthetic Clinic, perawatan ini dilakukan oleh dokter ahli dengan teknik presisi tinggi. Prosedur ini minim rasa sakit, tanpa downtime, dan aman untuk berbagai jenis kulit.

Jangan biarkan bekas luka atau masalah kulit lainnya menghalangi kepercayaan diri Anda. Dengan JAC, Anda bisa mendapatkan kulit yang lebih sehat, cerah, dan merata setiap harinya. Jadwalkan konsultasi sekarang dan rasakan perubahan nyata pada wajah Anda!

banner prime exosome

Sumber:

Carswell L, Borger J. Hypertrophic Scarring Keloids. [Updated 2023 Aug 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537058/

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21466-hypertrophic-scar

https://www.healthline.com/health/hypertrophic-scar-treatment

dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Image Post Jakarta Aesthetic Clinic

Cara Mengecilkan Paha dan Perut agar Bentuk Tubuh Lebih Proporsional

September 11, 2026
keloid bekas sc

Keloid Bekas SC: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

September 11, 2026
pantangan setelah suntik filler

Baru Filler? Ini 5 Pantangan Setelah Suntik Filler yang Perlu Dihindari

September 10, 2026

Comments are closed.