4 Jenis Tahi Lalat dan Cara Menghilangkannya

Jenis Tahi Lalat dan Cara Menghilangkannya

Apa saja jenis tahi lalat dan cara menghilangkannya? Tahi lalat merupakan salah satu tanda kelahiran yang paling banyak dimiliki. Ternyata, ada tiga jenis tahi lalat yang pada kulit beserta cara menghilangkannya. Tahi lalat seringkali dianggap mengganggu keindahan kulit, tidak jarang orang berlomba-lomba untuk menghilangkannya.

Banyak sekali fakta mengenai tanda kelahiran manusia ini. Asal muasal munculnya tahi lalat juga seringkali dipertanyakan lantaran penampilannya yang kadang mengganggu. Tahi lalat juga bisa menjadi tanda munculnya kanker kulit dalam beberapa kondisi tertentu. Berikut penjelasan mengenai pengertian, jenis tahi lalat dan cara menghilangkannya.

Apa itu Tahi Lalat?

Tahi lalat kulit dipandang berbeda-beda bagi setiap orang yang melihatnya. Ada yang melihat tahi lalat sebagai tanda kecantikan, tapi tidak jarang yang menganggap tahi lalat sebagai tanda yang mengganggu penampilan.

Istilah tahi lalat (moles dalam bahasa Inggris) di bidang medis adalah melanocytic nevus. Warna tahi lalat pada kulit sangatlah beragam, mulai dari coklat, hitam, coklat kemerahan, ungu, merah, atau bahkan tersamarkan. Bentuk tahi lalat biasanya ada dua, yaitu datar atau sedikit menonjol.

Faktor paparan sinar matahari dan kehamilan membuat tahi lalat semakin jelas terlihat. Warna tahi lalat pun bisa menjadi lebih gelap akibat dua faktor ini. Tahi lalat bisa muncul di beberapa anggota tubuh, bahkan yang tersembunyi seperti kulit kepala dan area di sekitar kelamin.

Penyebab Tahi Lalat

Secara biologis, melanocytic nevus atau tahi lalat berasal dari kumpulan sel melanosit, sel yang memproduksi pigmen warna pada kulit. Namun, mengapa ada satu orang yang punya banyak tahi lalat di tubuhnya?

Faktor genetik menjadi salah satu faktor penentu jumlah tahi lalat yang muncul. Faktor ini juga bekerja bersamaan dengan paparan sinar matahari yang didapatkan, terutama saat di usia kanak-kanak. Kulit yang lebih sering terpapar sinar matahari cenderung memiliki banyak tahi lalat. Tapi, ada pula kemungkinan tahi lalat muncul di daerah yang kurang sinar matahari.

Setiap manusia punya kecenderungan memiliki tahi lalat, terlepas dari warna kulit yang dimilikinya. Bayi yang baru lahir juga bisa mempunyai tahi lalat yang perlahan akan muncul seiring berjalannya waktu, terutama di usia remaja atau beranjak dewasa muda. Tahi lalat cenderung berkembang sesuai dengan pertumbuhan tubuh mereka.

Jumlah tahi lalat ini biasanya semakin bertambah di usia dewasa, tepatnya hingga usia 35 tahun. Apabila tahi lalat muncul setelah angka 35, disarankan untuk melakukan kunjungan ke dokter, karena bisa menjadi tanda munculnya tumor melanin (melanoma). Penting untuk dilakukan pemeriksaan atau observasi untuk mengetahui tanda-tanda munculnya tumor tersebut apabila tahi lalat tetap tumbuh setelah angka tersebut.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Tahi Lalat di Wajah

Gejala Tahi Lalat

Tahi lalat umumnya tidak berbahaya, namun kondisi ini dapat mengurangi rasa percaya diri bagi sebagian orang karena penampilannya yang mengganggu. Di sisi lain, tahi lalat yang berbahaya adalah tahi lalat yang menjadi tanda dari kanker kulit, terutama melanoma. Ciri-ciri tahi lalat melanoma ini cenderung berbeda jika dibandingkan dengan tahi lalat normal.

Ciri-ciri tahi lalat melanoma memiliki penampilan yang tidak simetris, tepiannya agak kasar dan tidak rata, serta umumnya terdiri dari dua atau tiga warna. Selain itu, diameternya umumnya lebih besar. Dalam kebanyakan kasus, tahi lalat melanoma dapat terasa gatal, bahkan terkadang dapat mengeluarkan darah.

4 Jenis Tahi Lalat

Ada tiga jenis tahi lalat, yaitu regular atau simetris, irregular, dan cancerous. Semua itu diklasifikasikan berdasarkan potensi munculnya bahaya kanker atau tidak. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tiga jenis tahi lalat ini.

1. Tahi Lalat Bawaan

Tahi lalat bawaan atau nevus congenital, adalah tahi lalat yang sudah ada sejak lahir. Jenis tahi lalat ini dapat bervariasi dalam ukuran dan warna, dan beberapa mungkin memiliki ciri-ciri pigmen yang lebih gelap.

2. Tahi Lalat Regular

Tahi lalat normal atau regular merupakan jenis tahi lalat yang tidak berbahaya. Ukurannya simetris, yaitu seukuran penghapus pada ujung pensil atau lebih kecil lagi. Warnanya juga cenderung sama, yaitu coklat atau hitam. Bentuk regular ini bisa datar dan menyatu dengan kulit, bisa juga terlihat lebih menonjol. 

Kita pernah menemukan bahwa ada tahi lalat yang ditumbuhi rambut. Sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan potensi kanker yang terjadi. 

3. Tahi Lalat Irregular

Jenis tahi lalat ini disebut juga atypical. Bentuknya asimetris dengan sisi-sisi yang tidak teratur. Warna tahi lalat ini juga bervariasi. Ukuran tahi lalat atypical ini adalah lebih besar dari penghapus di ujung pensil.

Kalau jumlah tahi lalat irregular pada kulit lebih dari 20-25, kemungkinan besar ada risiko terkena melanoma. Namun, jarang sekali jenis tahi lalat ini bisa memicu munculnya melanoma, hanya sebagai penanda.

4. Tahi Lalat Atipikal

Jenis tahi lalat inilah yang dikenal dengan melanoma. Bentuknya lebih asimetris daripada tahi lalat irregular tadi. Biasanya tahi lalat regular jarang sekali berkembang menjadi kanker kulit melanoma. Kebanyakan tahi lalat yang jumlahnya lebih dari 50 atau bisa ditandai dengan munculnya tahi lalat yang tidak biasa.

Penting sekali untuk melihat perkembangan setiap tahi lalat di kulit kita. Apabila muncul tahi lalat lebih banyak dari biasanya, disarankan untuk melakukan kunjungan ke dokter kulit seperti Jakarta Aesthetic Clinic.

Baca juga: Cara Menghilangkan Koreng yang Ampuh

Cara Menghilangkan Tahi Lalat

Tahi lalat yang berbahaya

Jenis tahi lalat inilah yang dikenal dengan melanoma. Bentuknya lebih asimetris daripada tahi lalat irregular tadi. Biasanya tahi lalat regular jarang sekali berkembang menjadi melanoma. Jumlahnya lebih dari 50 atau bisa ditandai dengan munculnya tahi lalat yang tidak biasa.

Penting sekali untuk melihat perkembangan setiap tahi lalat di kulit kita. Apabila muncul tahi lalat lebih banyak dari biasanya, disarankan untuk melakukan kunjungan ke dokter kulit seperti Jakarta Aesthetic Clinic.

Baca juga: Cara Menghilangkan Koreng yang Ampuh

Cara Menghilangkan Tahi Lalat

Bahan Bahan Alami Penghilang Tahi Lalat

Lalu, bagaimana cara menghilangkan tahi lalat di kulit? Semuanya tergantung pada jenis tahi lalat yang muncul. Jadi, pastikan dulu jenis tahi lalat pada kulit sebelum menghilangkannya. Jangan gunakan bleaching kulit atau lotion pemutih, karena tidak akan berpengaruh pada hilangnya tahi lalat.

Menghilangkan tahi lalat biasanya dilakukan dengan menggunakan teknik laser. Sayangnya, teknik ini tidak direkomendasikan untuk beberapa jenis tahi lalat. Untuk tahi lalat irregular, biasanya dilakukan operasi untuk menghilangkannya.

Berikut ini bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk membantu menghilangkan tahi lalat, yaitu:

  • Bawang Putih

  • Minyak Pohon Teh

  • Kulit pisang

  • Cuka Sari Apel

  • Madu

  • Lidah Buaya

  • Kentang

Penjelasan lengkapnya dapat Anda temukan di artikel berikut ini “7 Cara Menghilangkan Tahi Lalat di Wajah“.

Cara Mencegah Munculnya Tahi Lalat

Tidak mungkin untuk mencegah tumbuhnya tahi lalat, tetapi upaya dapat dilakukan untuk mencegah tahi lalat yang berpotensi ganas dan dapat mengarah ke kanker kulit melanoma. Beberapa langkah yang dapat diambil melibatkan:

  • Menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan.

  • Menjauhi sinar matahari terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00.

  • Selalu membawa payung dan menggunakan tabir surya ketika keluar rumah.

  • Melakukan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh secara rutin untuk mendeteksi tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada.

Kesimpulan

Jadi, Anda harus mengenal dulu tiga jenis tahi lalat dan cara menghilangkannya. Setelahnya, barulah berkonsultasi kepada dokter kulit di Jakarta Aesthetic Clinic untuk mengetahui cara menghilangkan tahi lalat yang aman. Kami juga menyediakan prosedur Skin Tightening bagi Anda yang ingin memiliki kulit yang kencang dan bebas dari stretch mark.

Sumber:

  • https://www.medicinenet.com/moles/article.htm#what_are_treatment_options_for_moles_what_are_different_types_of_mole_removal

    dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

    dr. Olivia Ong

    Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

    Terkait

    9 Cara Mengatasi Penuaan Dini pada Kulit Wajah

    9 Cara Mengatasi Penuaan Dini pada Kulit Wajah

    Februari 23, 2024
    Cara Diet Nasi Merah Tepat Sesuai Anjuran Dokter dan Pakar Gizi

    Cara Diet Nasi Merah Tepat Sesuai Anjuran Dokter dan Pakar Gizi

    Februari 23, 2024
    Panduan Terbaik Mengenai Cara Mengecilkan Lengan Atas

    Panduan Terbaik Mengenai Cara Mengecilkan Lengan Atas

    Februari 23, 2024

    Comments are closed.