7 Pantangan Setelah Filler Agar Hasil lebih Sempurna

Pantangan setelah filler agar hasil lebih sempurna

 

Perawatan filler merupakan perawatan kecantikan dengan tindakan penyuntikan gel yang terbuat dari bahan alami seperti asam hialuronat, autologous, atau hyaluronic acid sehingga dianggap sangat aman. Selain dipercaya sebagai solusi untuk mengoreksi area tertentu pada wajah, perawatan yang sedang tren ini juga dapat menyamarkan kerutan garis halus pada wajah, hingga menghaluskan kulit. Untuk hasil filler terbaik, ternyata ada beberapa informasi megnenai pantangan setelah melakukan filler.

7 Pantangan Setelah Melakukan Filler

Agar Anda tetap bisa mendapatkan hasil filler yang terbaik, ternyata ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai pantangannya, di antara lain:

1. Benturan pada Area Filler

Pasca melakukan perawatan filler, sebaiknya Anda menjaga area filler agar tidak terbentur. Sebab, bagian filler tersebut masih lunak sehingga memiliki kemungkinan untuk dapat berubah bentuk jika mendapat tekanan atau bahkan benturan. Untuk mendapatkan hasil filler yang diinginkan, usahakan dalam waktu sekitar 3-7 hari Anda menjaga area wajah yang di-filler tidak terbentur atau mendapat tekanan. Jadi, Anda harus berhati-hati dalam beraktivitas agar hasil filler tetap sempurna.

Baca juga: Filler Hidung Bertahan Berapa Lama Beserta Penjelasannya

2. Memakai Kaca Mata

Khusus bagi Anda yang melakukan filler pada area hidung, pantangan setelah injeksi filler adalah memakai kacamata. Sebab, tekanan dari kaca mata pada pangkal hidung pada area filler yang masih lunak dapat membuat bentuk dari hasil filler Anda tidak sempurna, bahkan bentuk yang didapatkan tidak sesuai harapan Anda. Bagi Anda yang sehari-hari menggunakan kacamata mungkin agak kesulitan dalam melakukan beraktivitas, untuk sementara waktu Anda bisa menggunakan softlens sebagai pengganti kacamata.

3. Melakukan Aktivitas Berat

Setelah melakukan perawatan filler, Anda tidak diperkenankan melakukan aktivitas fisik yang berat seperti olahraga, mengangkat beban berat, bersepeda, dan lain sebagainya. Sebab, pada saat Anda melakukan aktivitas tersebut dapat meningkatkan tekanan darah dan jantung Anda, yang dapat menyebabkan memar pada area filler. Untuk sementara waktu, Anda bisa mengurangi kegiatan Anda untuk hasil filler tetap terjaga.

Baca juga: Apa Saja Fungsi dari Filler?

4. Hindari Paparan Panas

Pasca melakukan perawatan filler, area injeksi filler masih sangat sensitif. Selain Anda harus mengurangi aktivitas berat, Anda juga harus menghindari paparan panas seperti sinar matahari langsung, laser wajah, atau perawatan sauna. Jika Anda ingin beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya Anda menghindari paparan sinar matahari langsung untuk menjaga filler Anda dengan hasil terbaik. Anda bisa menggunakan payung atau topi dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

5. Menggunakan Kosmetik

Pantangan setelah filler berikutnya adalah menggunakan kosmetik dengan bahan tertentu. Tidak semua kosmetik aman digunakan pada wajah yang telah melakukan injeksi filler. Selama kurun waktu 24-48 jam pasca injeksi filler, Anda tidak diperkenankan menggunakan kosmetik yang mengandung AHA, Retinol, Vitamin C, atau produk kosmetik berbasis minyak. Kandungan pada kosmetik tersebut dapat mempengaruhi hasil dari filler pada wajah Anda.

6. Hindari Makanan yang Banyak Mengandung Garam

Asupan garam dapat menyebabkan penahanan cairan, yang berpotensi meningkatkan risiko pembengkakan. Disarankan untuk menghindari makanan yang tinggi garam agar dapat mengurangi kemungkinan pembengkakan pada area yang telah diisi dengan filler.

7. Menghindari Minum Alkohol

Konsumsi alkohol dapat memicu pembengkakan atau peradangan pada tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi alkohol setelah menjalani prosedur filler.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Facial untuk Wajah?

Efek Samping Suntik Filler Wajah

Meskipun merupakan tindakan yang umumnya aman, perlu diingat bahwa setiap prosedur, termasuk suntik filler dagu, mata, bibir atau pada bagian wajah apapun memiliki risiko tertentu. Di bawah ini adalah beberapa efek samping yang sering muncul setelah menjalani prosedur kecantikan ini:

1. Kulit Merah dan Bengkak

Kulit yang mengalami kemerahan dan bengkak di area suntikan adalah efek samping yang sering terjadi. Meskipun demikian, kondisi ini umumnya mereda dalam beberapa jam setelah tindakan. Penggunaan kompres es batu dapat membantu mengurangi gejala ini.

2. Bekas Luka

Kesalahan dalam teknik penyuntikan dapat menyebabkan bekas luka permanen yang tidak dapat hilang. Penggunaan bahan suntik tertentu, seperti silikon, dapat menghasilkan bekas luka yang muncul setelah beberapa minggu hingga sepuluh tahun. Dokter dapat melakukan penyuntikan kortikosteroid untuk mengatasi bekas luka ini.

3. Alergi

Individu dengan kulit sensitif berisiko mengalami reaksi alergi terhadap bahan filler yang digunakan. Gejala alergi mungkin mencakup kulit terasa panas, sensasi terbakar, ruam merah, gatal, dan lainnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani tindakan ini, terutama jika memiliki riwayat alergi.

4. Infeksi

Bekas suntikan dapat menyebabkan peradangan pada kulit, yang pada gilirannya dapat berujung pada infeksi. Tanda-tanda infeksi meliputi pembengkakan dan rasa sakit. Pasien dengan riwayat infeksi herpes juga berisiko mengalami reaktivasi virus sebagai efek samping filler wajah.

5. Granuloma

Penyuntikan bahan pengisi ke dalam kulit dapat menyebabkan trauma yang berpotensi berkembang menjadi granuloma. Meskipun tidak bersifat kanker dan tidak menyebabkan rasa sakit, granuloma annulare muncul sebagai benjolan di kulit. Granuloma terjadi ketika respons sistem kekebalan tubuh terhadap zat atau benda yang dianggap asing oleh tubuh, baik yang bersifat kimiawi, biologis, atau fisik. Selain itu, kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi, peradangan, atau iritasi.

Sebelum menggunakan kosmetik, sebaiknya Anda lebih teliti mencari tahu apa saja bahan-bahan yang terkandung pada kosmetik milik Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dermatologis atau dokter kulit yang ahli dan berpengalaman, sehingga kesehatan kulit terjaga dan hasil filler menjadi lebih sempurna.

Tidak perlu khawatir untuk melakukan perawatan filler karena filler merupakan perawatan yang aman. Namun, untuk terdapat beberapa pantangan yang harus Anda perhatikan setelah melakukan filler untuk mendapatkan hasil terbaik. Di Klinik Estetika Jakarta Aesthetic Clinic, Anda bisa mendapatkan perawatan filler sebagai solusi dari permasalahan pada wajah Anda.

Sumber:

  • Shabrina, Andisa. 26 November 2018. Setelah Filler, Apa Saja Pantangan yang Harus Saya Patuhi?. https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/pantangan-setelah-filler/
  • Viva. 30 Januari 2017. Pantangan Setelah Melakukan Perawatan Suntik Filler. https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/876795-pantangan-setelah-melakukan-perawatan-suntik-filler
dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

8 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil

8 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil

Februari 22, 2024
Ketahui 6 Makanan Penyebab Inflamasi atau Peradangan Kulit Wajah

Ketahui 6 Makanan Penyebab Inflamasi atau Peradangan Kulit Wajah

Februari 22, 2024
7 Cara Menghilangkan Selulit pada Paha

7 Cara Menghilangkan Selulit pada Paha

Februari 22, 2024

Comments are closed.