Inilah 6 Penyebab Jerawat Pustula yang Perlu Anda Ketahui

Jerawat pustula sering kali menjadi masalah yang mengganggu bagi banyak orang karena tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga dapat merusak rasa percaya diri. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk memahami penyebab jerawat pustula secara menyeluruh.  Pasalnya, mengenal penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah preventif yang tepat dan mencari solusi yang efektif untuk menjaga kulit tetap sehat. Oleh karena itu, dalam artikel ini, JAC akan membagikan informasi tentang berbagai penyebab yang menjadi pemicu jerawat pustula, serta cara-cara untuk mengatasi masalah ini secara efektif.

Apa Itu Jerawat Pustula?

Jerawat pustula adalah salah satu bentuk jerawat yang umum terjadi pada kulit manusia. Jerawat jenis ini dikenali dari tampilannya yang khas, yaitu benjolan merah yang berisi nanah di pusatnya. Nanah ini merupakan tanda dari peradangan yang terjadi di sekitar folikel rambut dan kelenjar minyak di kulit. 

Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes), yang dapat menginfeksi kelenjar minyak yang terletak di dalam folikel rambut. Ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Lingkungan yang lembap tersebut menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

Jerawat pustula dapat ditemukan di berbagai area kulit, termasuk wajah, dada, punggung, dan bahkan lengan. Mereka sering kali muncul sebagai benjolan merah yang terasa nyeri ketika disentuh, dan di tengahnya terdapat nanah putih atau kuning. Tampilan ini yang membedakan jerawat pustula dari jenis jerawat lainnya, seperti komedo atau jerawat batu. 

Komedo adalah jenis jerawat yang terbentuk ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, namun tidak terjadi peradangan. Sedangkan jerawat batu, atau sering disebut nodul dan kista, adalah bentuk jerawat yang lebih dalam dan bisa menjadi lebih besar dan menyakitkan daripada jerawat pustula.

Perbedaan utama antara jerawat pustula dengan jenis jerawat lainnya adalah keberadaan nanah di dalamnya. Pada jerawat pustula, nanah tersebut terletak di dalam benjolan merah, sementara pada jenis jerawat lain seperti komedo. Nanah mungkin tidak terlihat secara langsung. Karena adanya nanah, jerawat pustula sering kali lebih mencolok dan menarik perhatian daripada jenis jerawat lainnya.

Tidak hanya itu, jerawat pustula juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang karena tampilannya yang mencolok. Jerawat yang satu ini sering kali terasa nyeri dan dapat meninggalkan bekas luka atau noda pada kulit setelah sembuh. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengobati jerawat pustula dengan tepat agar dapat mengurangi ketidaknyamanan dan merawat kulit dengan baik.

Baca Juga : Apa Itu Purging? Ciri-Ciri dan Bedanya dengan Jerawat Breakout

Penyebab Jerawat Pustula

Inilah Penyebab Jerawat PustulaJerawat pustula dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kulit hingga reaksi tubuh terhadap berbagai zat atau kondisi lingkungan. Berikut adalah beberapa penyebab jerawat pustula:

1. Iritasi pada Kulit

Iritasi pada kulit merupakan salah satu penyebab umum jerawat pustula. Iritasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok, pembersih yang terlalu keras, atau paparan bahan kimia tertentu. Kulit yang teriritasi cenderung menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan peradangan yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat pustula.

2. Rosacea

Rosacea adalah kondisi kulit kronis yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, dan pembuluh darah yang terlihat di wajah. Orang yang menderita rosacea memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami jerawat pustula karena peradangan yang terjadi pada kulit dapat menyebabkan pembentukan jerawat, termasuk jerawat pustula.

3. Alergi pada Makanan

Beberapa jenis makanan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang yang pada gilirannya dapat menyebabkan jerawat pustula. Makanan yang umumnya dikaitkan dengan alergi kulit dan jerawat antara lain susu, gluten, makanan laut, dan kacang-kacangan.

Gejala Jerawat Pustula

Jerawat pustula adalah kondisi kulit yang dapat menimbulkan berbagai gejala yang dapat Anda perhatikan. Mengidentifikasi gejala jerawat pustula adalah langkah awal dalam menangani kondisi ini secara efektif. Berikut adalah beberapa gejala yang umum terkait dengan jerawat pustula:

1. Berkembangnya Benjolan Merah

Jerawat pustula sering kali dimulai dengan munculnya benjolan merah pada kulit. Benjolan ini dapat terasa nyeri atau terasa gatal dan biasanya terlihat meradang. Seiring waktu, benjolan ini dapat berkembang menjadi pustula yang berisi nanah di tengahnya.

2. Munculnya Pustula Berisi Nanah

Salah satu ciri khas jerawat pustula adalah adanya pustula berisi nanah di tengah benjolan merah. Nanah ini merupakan tanda dari peradangan yang terjadi di dalam folikel rambut dan kelenjar minyak kulit. Pustula tersebut dapat terasa nyeri atau sensitif jika disentuh.

3. Peradangan dan Pembengkakan Kulit

Jerawat pustula sering kali menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kulit di sekitarnya. Kulit di sekitar jerawat dapat terasa hangat dan mungkin terasa sakit ketika disentuh. Peradangan dan pembengkakan ini bisa membuat jerawat pustula terlihat lebih mencolok.

4. Munculnya Bekas Luka

Setelah jerawat pustula pecah atau sembuh, tak jarang meninggalkan bekas luka atau noda pada kulit. Bekas luka ini dapat berupa bercak merah, bintik hitam, atau bahkan parut yang lebih permanen. Oleh karena itu, penting untuk mengobati jerawat pustula dengan tepat untuk mengurangi risiko terbentuknya bekas luka.

Baca Juga : Ketahui 4 Cara Menghilangkan Jerawat di Dagu dengan Cepat dan Efektif

Cara Mengatasi Jerawat Pustula

Cara Mengatasi Jerawat PustulaJerawat pustula dapat menjadi masalah yang merusak kepercayaan diri dan menyebabkan ketidaknyamanan pada kulit. Namun, dengan perawatan yang tepat, Anda dapat mengurangi kemunculan jerawat pustula dan memperbaiki kondisi kulit Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya:

1. Cuci Muka dengan Benar

Membersihkan wajah secara teratur adalah langkah penting dalam mengatasi jerawat pustula. Gunakan pembersih wajah yang lembut dan bebas dari bahan-bahan keras yang dapat menyebabkan iritasi.  Hindari menggosok wajah terlalu keras, karena hal ini dapat merusak kulit dan memicu produksi minyak berlebih. Cuci muka dua kali sehari (pagi dan malam) untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori.

2. Aplikasikan Skincare yang Mengandung Bahan Tertentu

Pilih produk perawatan kulit yang mengandung bahan aktif seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide. Bahan-bahan ini dapat membantu mengurangi produksi minyak berlebih dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Gunakan produk-produk tersebut sesuai petunjuk penggunaan dan hindari penggunaan berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

3. Hindari Penggunaan Produk yang Memicu Iritasi

Hindari produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit Anda, seperti parfum atau alkohol. Pilihlah produk yang hypoallergenic dan non-comedogenic yang dirancang khusus untuk kulit sensitif dan cenderung berjerawat.

4. Hindari Memegang Jerawat Pustula

Meskipun terkadang sulit untuk menahan diri, hindari untuk memegang atau menggaruk jerawat pustula. Memegang jerawat pustula dapat menyebabkan penyebaran bakteri dan memperparah peradangan. Lebih baik biarkan jerawat sembuh dengan sendirinya tanpa disentuh.

5. Perubahan Gaya Hidup untuk Mengurangi Jerawat Pustula

Selain perawatan kulit, perubahan gaya hidup juga dapat membantu mengurangi jerawat pustula. Konsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak. Hindari makanan yang dapat memicu jerawat, seperti makanan berlemak dan berminyak. Selain itu, jaga kebersihan kulit dengan mandi secara teratur dan gunakan pakaian yang bersih.

6. Kunjungi Dokter Ahli

Jika jerawat pustula Anda tidak kunjung membaik dengan perawatan mandiri di atas, konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi. Mengunjungi dokter ahli diperlukan untuk jika Anda membutuhkan obat-obatan topikal yang lebih kuat atau merekomendasikan prosedur medis tertentu, seperti pengelupasan kimia atau terapi cahaya agar membantu mengatasi jerawat pustula Anda secara efektif. Dalam menangani jerawat pustula, penting untuk memahami penyebab jerawat pustula dan mengambil cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, Anda juga dapat mengambil langkah-langkah preventif yang efektif dan mencari perawatan yang tepat sesuai kebutuhan kulit.  Namun, penting untuk diingat bahwa melakukan perawatan yang aman dan efektif untuk menghilangkan jerawat pustula harus dilakukan di bawah pengawasan dokter yang tepercaya dan bersertifikasi. 

JAC

Tidak boleh sembarangan dalam memilih perawatan, karena dapat berisiko dan bahkan merugikan kondisi kulit Anda. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan treatment di Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) yang menawarkan berbagai jenis treatment dan perawatan skincare yang berkualitas dan aman.  Tentunya seluruh perawatan ditangani langsung oleh dokter dan tim ahli yang bersertifikasi untuk berbagai kebutuhan kulit. Jadi, tunggu apalagi? Segera jadwalkan konsultasi dengan JAC dan temukan solusi terbaik untuk kulit Anda.   

Sumber:

  • https://www.healthline.com/health/pustules
  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/pustules-facts
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/325342#home-remedies 
  • https://www.verywellhealth.com/what-is-acne-pustule-15579 
  • JAMES G. MARKS, JEFFREY J. MILLER. Lookingbill & Marks’ Principles of Dermatology (Fourth Edition). W.B. Saunders. 2006. Pages 171-186. ISBN 9781416031857. https://doi.org/10.1016/B978-1-4160-3185-7.50017-5 
dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah dan Kenali Faktor Penyebabnya

4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah dan Kenali Faktor Penyebabnya

Mei 17, 2024
6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

Mei 16, 2024
5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

Mei 15, 2024

Comments are closed.