6 Penyebab Mata Panda dan Cara Menghilangkannya

Pernahkah Anda merasa frustrasi melihat mata panda di bawah mata Anda setiap kali memandang cermin? Penyebab mata panda bisa berbeda-beda di setiap orang. Untuk mengetahui cara yang tepat dalam mengatasi mata panda, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu penyababnya.  Dari faktor genetik yang meresap dalam garis keturunan hingga dampak buruk kurang tidur yang menciptakan bayangan gelap, ulasan lengkap mengenai penyebab mata panda ini akan membantu Anda dalam mengembalikan penampilan kulit wajah di area sekitar mata agar lebih maksimal. Simak informasi selengkapnya di artikel ini!

Apa itu Mata Panda?

Mata panda adalah kondisi ketika area di sekitar mata berubah menjadi lebih gelap di banding area kulit wajah yang lain yang sering kali disertai dengan kantung di bawah mata. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda kelelahan atau kurang tidur, tetapi lebih dari itu, penyebabnya bisa lebih kompleks. Kondisi ini memengaruhi penampilan fisik dan bisa menjadi sumber ketidaknyamanan.  Mata panda dapat muncul pada siapa saja, baik pria maupun wanita, dan tidak terbatas pada kelompok usia tertentu. Biasanya, warna gelap di sekitar mata disebabkan oleh pembuluh darah yang melebar dan mengakibatkan perubahan warna pada kulit.  Pada beberapa kasus, deposit pigmen melanin atau penumpukan cairan di bawah mata juga dapat menyebabkan mata panda. Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan mata panda, sementara pada yang lain, ini bisa menjadi hasil dari gaya hidup dan faktor lingkungan.  Baca Juga : 9 Penyebab Mata Cekung yang Perlu Anda Ketahui

Penyebab Mata Panda

Berikut Penyebab Mata PandaTidak setiap jenis perawatan mata panda cocok pada semua orang. Untuk menemukan perawatan yang tepat, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebabnya. Berikut ini JAC akan memberikan ulasan lengkap tentang berbagai penyebab mata panda:

1. Faktor Genetik

Penting untuk diakui bahwa faktor genetik memiliki andil besar dalam menentukan apakah seseorang rentan terhadap mata panda. Apabila dalam riwayat keluarga terdapat kasus mata panda, kemungkinan besar seseorang juga memiliki kecenderungan genetik terhadap kondisi ini.  Beberapa gen tertentu memang memiliki peran besar dalam memengaruhi struktur kulit di sekitar mata, termasuk elastisitas pembuluh darah yang pada akhirnya berpengaruh pada perubahan warna kulit dan menyebabkan kemunculan mata panda.

2. Kurang Tidur

Sebenarnya, kurang tidur merupakan penyebab paling umum dari kondisi mata panda yang sudah banyak diketahui, tetapi juga sering diabaikan. Ketika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang memadai, sirkulasi darah menjadi terhambat, mengakibatkan pembuluh darah di sekitar mata melebar. Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan akumulasi cairan di area tersebut, menciptakan kantung di bawah mata yang berkontribusi pada tampilan yang lebih gelap.

3. Stres

Stres, baik itu bersifat fisik maupun mental, mampu menjadi pemicu munculnya mata panda. Stres memicu pelebaran pembuluh darah dan peradangan di sekitar mata yang pada gilirannya dapat memperparah warna gelap di area tersebut.  Selain itu, kebiasaan buruk seperti menggosok mata yang tak jarang muncul saat mengalami stres juga perlu dikurangi sebab dapat menjadi pendorong tambahan dalam memperburuk kondisi mata panda.

4. Alergi

Kondisi alergi pada beberapa hal seperti debu, bulu hewan, atau polutan udara dapat memicu respons alergi pada tubuh serta menyebabkan peradangan dan pelebaran pembuluh darah di sekitar mata.  Akibatnya, terjadi penumpukan cairan di bawah mata, yang kemudian menyebabkan kantung mata dan meningkatkan intensitas warna gelap pada kulit sekitar mata. Oleh karena itu, perawatan alergi dengan baik dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi risiko mata panda yang disebabkan oleh faktor alergi.

5. Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari, sumber kehidupan yang esensial, ternyata juga dapat berperan dalam munculnya mata panda. Radiasi ultraviolet dari sinar matahari dapat merusak kolagen di kulit sekitar mata, mengakibatkan hilangnya elastisitas dan penebalan lapisan kulit. Hal ini kemudian memicu pembuluh darah di bawah mata menjadi lebih nampak dan menciptakan efek mata panda.  Penting untuk diingat bahwa perlindungan terhadap matahari dengan menggunakan sunscreen dan menghindari paparan berlebihan dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekitar mata dan mengurangi kemungkinan terjadinya mata panda akibat sinar matahari.

6. Penuaan

Sadar atau tidak, sebenarnya proses penuaan alami juga menjadi penyebab umum mata panda yang cukup banyak dialami oleh sebagian orang. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, kulit mengalami penurunan kolagen dan lemak, menyebabkan pembuluh darah di bawah mata lebih terlihat. Kondisi ini semakin diperparah oleh penurunan elastisitas kulit, yang pada akhirnya meningkatkan risiko munculnya mata panda. Baca Juga : Sedang Menghilangkan Dark Circle Bawah Mata? Ikuti 9 Tips Berikut!

Cara Menghilangkan Mata Panda

Cara Menghilangkan Mata PandaMengatasi mata panda bukan sekadar memilih skincare apa yang harus digunakan, melainkan melibatkan perubahan dalam pola hidup dan perawatan kulit yang holistik. Berikut adalah informasi mengenai berbagai metode efektif untuk mengatasi dan menghilangkan mata panda:

1. Tidur yang Cukup

Memastikan Anda mendapatkan cukup tidur merupakan langkah pertama yang krusial dalam upaya menghilangkan mata panda. Saat tubuh beristirahat dengan cukup, sel-sel kulit mengalami regenerasi optimal, meningkatkan sirkulasi darah di sekitar mata, dan mengurangi penumpukan cairan yang bisa menyebabkan pembengkakan dan kantung mata. Penting untuk diingat bahwa Anda perlu membentuk rutinitas tidur yang teratur selama 7-9 jam setiap malam untuk mendukung kesehatan mata dan kulit secara menyeluruh.

2. Mengurangi Stres

Stres dapat memicu pelebaran pembuluh darah dan peradangan di sekitar mata yang berpotensi memperburuk kondisi mata panda. Berbagai teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernafasan dalam dapat membantu mengurangi tingkat stres. Sambil mencari waktu untuk kegiatan yang memberikan kebahagiaan dan ketenangan, Anda juga dapat sekaligus memberikan dampak positif pada kesehatan kulit di sekitar mata.

3. Menggunakan Krim Mata

Lengkapi rangkaian skincare Anda dengan krim mata yang sesuai yang mengandung retinol, vitamin C, atau peptida dapat meningkatkan elastisitas kulit, mengurangi pigmentasi gelap, dan memberikan kelembapan. Penggunaan krim mata secara rutin sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit harian Anda akan memberikan hasil yang lebih efektif.

4. Mengompres Mata dengan Air Dingin

Mengompres mata dengan air dingin pada dasarnya memberikan efek pendinginan yang membantu mengurangi pembengkakan serta mampu meningkatkan sirkulasi darah di sekitar mata.  Anda dapat mengompres mata dengan menggunakan kantong es atau handuk yang telah direndam dalam air dingin, kemudian tempatkan di atas mata selama 10-15 menit. Proses ini dapat memperkecil pembuluh darah dan memberikan efek relax sehingga mampu mengatasi mata panda yang tampak lebih gelap.

5. Menggunakan Produk Skincare yang Tepat

Hal yang tentunya tidak boleh dilewatkan adalah memilih produk skincare yang sesuai dengan jenis kulit untuk menghilangkan mata panda. Pertama, selalu gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang merusak sel penting dalam kulit.  Selanjutnya, lengkapi rangkaian skincare dengan produk yang mengandung antioksidan dan bahan alami lain yang dapat membantu meningkatkan kecerahan kulit, mengurangi pigmentasi gelap, dan memberikan nutrisi esensial untuk kulit di sekitar mata. Baca Juga : 10 Penyebab Kantung Mata Hitam yang Perlu untuk Anda Ketahui!

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasi dengan dokter mengenai mata panda adalah keputusan yang bijak, terutama jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau ingin mendapatkan perawatan medis yang lebih spesifik. Adapun beberapa kondisi yang perlu Anda perhatikan dan sebagai tanda bahwa Anda perlu mengunjungi dokter ahli antara lain:

1. Gejala yang Perlu Diwaspadai

Penting untuk mengenali gejala yang menjadi tanda bahwa masalah mata panda Anda memerlukan perhatian medis lebih serius. Jika mata panda Anda tidak merespon terhadap perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti peningkatan tidur dan manajemen stres, atau jika terdapat gejala tambahan yang mengkhawatirkan seperti pembengkakan yang parah, nyeri yang persisten, atau perubahan mendadak dalam warna atau tekstur kulit di sekitar mata, segera konsultasikan dengan dokter. 

2. Perawatan Medis untuk Mata Panda

Dokter dapat memberikan pandangan yang lebih mendalam mengenai penyebab mata panda Anda dan meresepkan perawatan medis yang sesuai berupa krim mata yang mengandung bahan-bahan khusus atau bahkan obat-obatan tertentu. Berkonsultasi dengan dokter ahli akan membantu Anda memilih solusi yang sesuai dengan kondisi kulit dan kebutuhan kesehatan Anda.

3. Filler Under Eye dan Baby Gloss Treatment

Dalam beberapa kasus, prosedur medis lebih invasif mungkin diperlukan untuk mengatasi mata panda. Filler under eye menjadi salah satu prosedur andalan yang akan direkomendasikan sebab dapat membantu mengisi ruang di bawah mata dan mengurangi penampakan kantung mata.  Di JAC, terdapat beberapa jenis treatment filler, salah satunya soft tissue filler yang dilakukan menggunakan teknologi canggih dan ditangani langsung oleh dokter ahli bersertifikasi. Selain itu, Anda juga dapat sekaligus mencerahkan area bawah mata dengan prosedur perawatan baby gloss yang dapat membantu menghilangkan mata panda. Dalam kesimpulannya, perlu dipahami bahwa mata panda bukan hanya masalah yang memengaruhi penampilan semata, melainkan juga bisa menjadi indikator masalah kesehatan yang serius. Perhatikan gejala serta cari tahu penyebab mata panda dan lakukan perawatan yang sesuai. Namun, jika gejala Anda tidak mereda atau bahkan memburuk, konsultasikanlah dengan dokter. Nantinya, dokter akan memberikan perawatan medis yang sesuai. Tak perlu bingung mencari yang tepercaya dan paling tepat, Anda bisa langsung saja datang ke JAC.  Dilakukan dengan bahan yang aman dan telah memiliki sertifikasi dari FDA Amerika Serikat dan izin edar resmi dari DepKes RI serta telah diresmikan, JAC berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik bagi setiap orang. 
JAC
Ada banyak jenis perawatan yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan Anda mulai dari soft tissue filler, Ultherapy, hingga filler hybrid. Tunggu apalagi? Kunjungi JAC sekarang dan tingkatkan kepercayaan diri Anda dengan tampilan wajah yang lebih segar dan sehat.
dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah dan Kenali Faktor Penyebabnya

4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah dan Kenali Faktor Penyebabnya

Mei 17, 2024
6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

Mei 16, 2024
5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

Mei 15, 2024

Comments are closed.