Kenali 5 Penyebab Stretch Marks dan Cara Mencegahnya

Stretch marks sering kali muncul tiba-tiba dan meninggalkan jejak yang sulit dihilangkan. Guratan berwarna merah muda atau ungu ini bisa terlihat di area perut, paha, lengan atas, hingga pinggul. Untuk mencegahnya semakin meluas, penting bagi Anda memahami apa saja penyebab stretch marks sejak dini.

Guratan pada kulit ini tidak hanya dialami oleh ibu hamil atau orang yang mengalami kenaikan berat badan. Stretch mark juga bisa muncul akibat perubahan hormon, pertumbuhan tubuh yang cepat, hingga gaya hidup yang tidak mendukung elastisitas kulit. Mari cari tahu penyebab dan cara mencegah stretch marks di artikel berikut ini.

baca juga: Keloid Bekas Jerawat? Ini 6 Cara Mencegahnya dengan Tepat

Penyebab Stretch Marks yang Anda Harus Tahu

Penyebab Stretch Marks yang Anda Harus Tahu

Stretch marks atau striae bukan hanya masalah kulit semata. Banyak individu merasa kurang percaya diri saat melihat guratan-guratan ini muncul di permukaan kulit, padahal kondisi ini sangat umum dan bisa terjadi pada siapa saja. Berikut ini adalah penyebab stretch mark yang sebaiknya Anda pahami:

1. Perubahan Berat Badan yang Signifikan

Ketika berat badan Anda naik atau turun dalam waktu singkat, kulit meregang atau mengendur dengan cepat. Proses ini membuat serat kolagen dan elastin di dalam kulit mengalami tekanan ekstrem.

Akibatnya, jaringan kulit bisa robek dan menimbulkan guratan yang dikenal sebagai garis stretch marks. Kondisi ini bisa terjadi baik pada individu yang mengalami kenaikan berat badan drastis, maupun pada mereka yang menjalani diet ketat tanpa pengawasan.

2. Kehamilan

Stretch marks sangat umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester akhir ketika pertumbuhan janin mencapai puncaknya. Perut, paha, dan payudara menjadi area yang paling rentan mengalami peregangan. Meskipun proses ini alami, peningkatan volume tubuh yang mendadak menyebabkan kulit kesulitan menyesuaikan diri dalam waktu singkat, sehingga terbentuklah guratan yang khas.

3. Genetika

Jika orang tua Anda memiliki riwayat stretch marks, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya. Faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan elastisitas kulit. Bagi sebagian orang, kulit mereka lebih mudah meregang dan kembali ke bentuk semula, sementara yang lain memiliki kulit yang lebih rentan mengalami robekan saat terjadi peregangan.

4. Perubahan Hormon

Perubahan hormon yang signifikan seperti yang terjadi saat pubertas, kehamilan, atau penggunaan obat kontrasepsi tertentu, bisa memengaruhi struktur dan kekuatan lapisan kulit. Hormon tertentu seperti hormon kortisol dapat menurunkan kemampuan kulit dalam memproduksi kolagen, sehingga kulit menjadi lebih rapuh dan mudah mengalami stretch marks saat terjadi tekanan.

baca juga: 9 Cara Mengencangkan Perut yang Efektif

7 Cara Mencegah Stretch Marks yang Tepat dan Aman

7 Cara Mencegah Stretch Marks yang Tepat dan Aman

Setelah memahami penyebab stretch marks saja tidak cukup, sekarang saatnya Anda menentukan cara mencegahnya agar kulit tetap sehat dan terawat meskipun tubuh mengalami banyak perubahan. Berikut 7 cara tepat dan aman untuk mencegah stretch mark:

1. Menjaga Kelembapan Kulit Setiap Hari

Kulit yang terhidrasi dengan baik memiliki kemampuan lebih baik dalam menyesuaikan diri terhadap peregangan. Oleh karena itu, pastikan Anda rutin menggunakan pelembap setiap hari, terutama setelah mandi. Aplikasikan ke seluruh tubuh, dengan perhatian ekstra pada area-area rentan seperti perut, paha, lengan atas, dan payudara.

2. Konsumsi Air Putih yang Cukup

Kelembapan kulit tidak hanya bergantung pada perawatan luar, tetapi juga dari dalam tubuh. Minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari membantu menjaga elastisitas kulit dan mendukung regenerasi sel. Dengan begitu, kulit lebih siap menghadapi perubahan bentuk tubuh tanpa menimbulkan guratan permanen.

3. Menjaga Berat Badan Secara Stabil

Fluktuasi berat badan yang tajam adalah salah satu pemicu utama stretch marks. Anda disarankan untuk menjaga berat badan secara stabil melalui pola makan seimbang dan olahraga rutin. Hindari program diet ekstrem yang menyebabkan penurunan berat badan dalam waktu singkat, karena ini justru meningkatkan risiko munculnya stretch marks.

4. Lakukan Pijatan Lembut Secara Rutin

Pijatan lembut pada area-area rentan bisa membantu melancarkan sirkulasi darah serta meningkatkan elastisitas kulit. Anda bisa melakukan pijatan ringan setiap hari setelah mengoleskan pelembap, dengan gerakan memutar searah jarum jam. Selain menenangkan, aktivitas ini juga memperkuat jaringan kulit.

5. Perhatikan Postur Tubuh

Mungkin terdengar sepele, tetapi postur tubuh juga berpengaruh pada distribusi beban dan ketegangan kulit. Berdiri dan duduk dengan posisi tubuh yang tegak membantu mengurangi tekanan tidak merata pada area-area tertentu, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya peregangan kulit berlebih.

6. Gunakan Produk Perawatan Tubuh secara Konsisten

Selain pelembap, Anda dapat menambahkan rutinitas perawatan tubuh dengan produk seperti body serum, losion, atau minyak khusus yang memang diformulasikan untuk menjaga elastisitas kulit. Gunakan secara konsisten setiap pagi dan malam hari agar kulit selalu dalam kondisi terbaiknya.

7. Hindari Penggunaan Pakaian yang Terlalu Ketat

Pakaian yang terlalu ketat, terutama pada bagian perut, pinggul, dan paha, dapat menimbulkan tekanan yang tidak merata pada kulit. Dalam jangka panjang, ini bisa memengaruhi sirkulasi darah dan memicu peregangan kulit secara tidak alami. Sebaiknya, pilih pakaian yang nyaman, elastis, dan mendukung bentuk tubuh tanpa menekannya secara berlebihan.

Ingin Menghilangkan Stretch Mark? Konsultasikan Pada Ahlinya!

Stretch marks memang bukan kondisi yang membahayakan, tetapi dapat memengaruhi rasa percaya diri seseorang, terutama ketika muncul di area yang mudah terlihat. Dengan memahami penyebab stretch marks dan cara mencegahnya secara tepat, Anda sudah mengambil langkah awal untuk menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

baca juga: 5 Penyebab Kulit Bergelambir yang Perlu Anda Ketahui

Ingatlah bahwa pencegahan jauh lebih mudah daripada mengatasi kondisi yang sudah telanjur terjadi. Rawat kulit Anda dengan kebiasaan yang konsisten dan tepat agar tetap elastis, sehat, dan bebas dari stretch marks. Jika Anda mengalami perubahan pada kulit yang terasa mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter ahli untuk mendapatkan rekomendasi medis terbaik sesuai kondisi kulit.

Perawatan profesional yang terfokus pada masalah kekenduran dan guratan kulit, Skin Tightening Treatment di Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) bisa menjadi pilihan terbaik. Treatment ini menggabungkan teknologi radiofrekuensi dan ultrasound untuk menstimulasi kekencangan kulit, sekaligus mengurangi kerutan tanpa rasa sakit atau waktu pemulihan yang lama. Area yang sulit dijangkau seperti double chin, perut, atau bagian dalam paha pun dapat ditangani secara efektif.

Tunggu apa lagi? Kunjungi JAC sekarang juga dan dapatkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan spesifik, demi mewujudkan kulit yang lebih mulus, kencang, dan sehat menyeluruh.

JAC

Sumber:

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17694-cellulite

https://www.webmd.com/beauty/ss/slideshow-cellulite-pictures-causes-myths-and-treatments

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cellulite/diagnosis-treatment/drc-20354949

dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Treatment untuk Mengecilkan Pori Pori

7 Treatment untuk Mengecilkan Pori Pori yang Wajib Anda Ketahui

August 19, 2026
Cara Menghilangkan Kerutan Di Wajah

10 Cara Menghilangkan Kerutan di Wajah dengan Mudah dan Murah

August 18, 2026
muka bolong bolong

Muka Bolong-bolong? Kenali Penyebab Bopeng dan Cara Mencegahnya agar Kulit Tetap Halus

August 18, 2026

Comments are closed.