4 Cara Menghilangkan Hiperpigmentasi pada Kulit

Hiperpigmentasi pada wajah memang tidak berbahaya, tapi bisa membuat seorang wanita tidak percaya diri, terutama saat tidak ingin mengenakan make-up. Cara menghilangkan hiperpigmentasi juga tidak terlalu sulit, malahan bisa dilakukan setiap hari saat melakukan skincare routine.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan wajah bisa mengalami hiperpigmentasi, sehingga muncul bercak yang lebih gelap? Bagaimana cara menghilangkannya? Untuk lebih jelasnya, baca artikel ini hingga selesai.

Mengenal Hiperpigmentasi dan Penyebabnya

Hiperpigmentasi atau warna kulit yang tidak merata muncul karena produksi melanin, pigmen coklat, yang berlebihan. Akibatnya, beberapa daerah pada wajah terlihat lebih gelap daripada warna aslinya. Jangan salah, hiperpigmentasi bisa terjadi pada setiap orang, terlepas dari ras dan warna kulit yang mereka miliki.

Penyebab hiperpigmentasi juga bermacam-macam, dan tergantung dari gaya hidup yang kita jalani. Biasanya, hiperpigmentasi lebih umum terjadi karena paparan sinar UV dari matahari yang berlebih. Namun, penyebabnya lebih dari itu, apalagi hiperpigmentasi bisa juga ditandai dengan bekas jerawat yang warnanya tidak merata dengan warna asli kulit kita.

Berikut ini adalah penyebab umum hiperpigmentasi yang dialami oleh semua orang:

1. Inflamasi

Masalah peradangan atau inflamasi pada kulit memang tidak boleh disepelekan, karena bisa menimbulkan masalah baru, seperti infeksi bahkan hiperpigmentasi. Jerawat, eczema, gigitan serangga, kulit yang teriris, bahkan gesekan pada kulit yang berbahaya bisa mengakibatkan luka yang membuat kulit meradang.

Inflamasi ini bisa menghasilkan sel pigmen yang besar dan meninggalkan dark spots atau titik gelap pada kulit, yang sering dikenal sebagai hiperpigmentasi. Karena itu, saat kulit sedang bermasalah, lakukan perawatan yang benar sehingga tidak ada dark spots yang muncul setelah sembuh.

2. Paparan Sinar Matahari

Sinar UV matahari yang menyentuh kulit bisa memicu produksi melanin dalam jumlah yang besar. Melanin ini sebenarnya sangat berguna untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV yang berbahaya saat berjemur. Produksi melanin yang berlebih ini bisa membuat kulit terlihat lebih gelap. 

Paparan sinar matahari yang berlebihan tentu tidak baik, karena bisa memunculkan dark spots pada kulit. Dark spots ini bukanlah tanda utama munculnya kanker kulit, tapi jangan disepelekan. Bisa saja ada titik atau bercak lain yang menjadi tanda awal kanker kulit, dan Anda harus segera memeriksakannya ke dokter kulit.

Baca juga: 5 Cara Mudah Menghilangkan Bekas Kulit Terbakar Matahari

3. Melasma

Melasma ini lebih sering muncul saat kehamilan dan bentuknya berupa bercak coklat pada kulit. Jenis hiperpigmentasi ini memang lebih sering ditemukan pada wanita, namun pria juga bisa juga mengalami melasma.

Melasma ini muncul karena kombinasi dari beberapa penyebab, seperti paparan sinar matahari, genetik, dan perubahan hormon. Polusi udara yang terjadi juga bisa mengakibatkan melasma, karena zat polutan ini sangat terikat dengan kulit. Akibatnya, lapisan kulit menjadi lemah dan mudah terkena masalah hiperpigmentasi ini.

Selain ketiga penyebab di atas, hiperpigmentasi juga terjadi karena penyakit dan harus mengkonsumsi obat tertentu. Bisa saja, obat yang kita konsumsi, termasuk antibiotik dan kemoterapi memiliki efek samping berupa hiperpigmentasi pada kulit.

Cara Menghilangkan Hiperpigmentasi dengan Mudah

Secara garis besar, gaya dan fase kehidupan kita bisa mempengaruhi munculnya hiperpigmentasi pada kulit. Karena itu, cara menghilangkan hiperpigmentasi bisa dilakukan pula dengan memperhatikan pola hidup kita. 

Selain menghilangkan hiperpigmentasi, keempat cara di bawah ini berguna juga untuk menghindari munculnya masalah kulit yang satu ini di kemudian hari. Apa saja caranya?

1. Menggunakan Pelembap

Pelembap atau produk skincare lainnya yang mengandung glycerin acid, hyaluronic acid, dan retinol ini sangat berguna untuk meningkatkan pergantian sel. Tidak hanya itu, kandungan tersebut juga bisa membuat krim pencerah bekerja secara efektif.

Pelembap yang baik juga bisa memulihkan lapisan lipid (lemak) pada kulit, sehingga mampu melindungi dari paparan sinar UV yang berlebihan. Di kemudian hari, masalah hiperpigmentasi pun tidak akan muncul karena penggunaan produk ini secara rutin.

2. Gunakan Sunblock

Penting sekali untuk menggunakan sunblock sebelum ke luar ruangan demi menghindari hiperpigmentasi akibat paparan sinar matahari. Apabila Anda berencana berada di luar ruangan dalam waktu yang lama, gunakan produk yang mengandung mexoryl, titanium dioxide, zinc oxide atau avobenzone

Pastikan juga produk sunblock yang digunakan tidak menimbulkan iritasi pada kulit, karena itu justru menimbulkan hiperpigmentasi yang lebih parah.

Baca juga: Cara Menghilangkan Flek Hitam dalam 1 Jam yang Bisa Diterapkan di Rumah

3. Hindari Menyentuh Wajah saat Gatal

Memencet jerawat, komedo, atau menggaruk wajah saat terkena gigitan serangga hanya menimbulkan hiperpigmentasi. Selain itu, inflamasi pada kulit juga mengakibatkan warna kulit jadi tidak merata.

Daripada menyentuhnya, lebih baik gunakan produk skincare yang mengandung vitamin C, akar manis dan kojic acid untuk mengatasi masalah ini. Kombinasi kandungan tersebut bisa menghalangi pertumbuhan enzim tyrosinase yang mengakibatkan munculnya melanin.

4. Konsultasi ke Dokter Kulit

Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah berkonsultasi ke dokter kulit seperti Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) untuk mendapatkan resep produk skincare yang sesuai. Selain itu, cara menghilangkan hiperpigmentasi bisa menggunakan prosedur Peeling and Skincare dari JAC yang berguna untuk menghilangkan melasma, masalah hiperpigmentasi pada ibu hamil. Prosedur tersebut sudah terbukti aman, bahkan bisa digunakan oleh remaja, pria, serta ibu menyusui.

Baca juga: 5 Masker dari Bahan Alami untuk Menghilangkan Flek Hitam

Lakukan keempat cara menghilangkan hiperpigmentasi pada kulit di atas dan warna kulit akan merata dan tidak lagi muncul masalah yang serupa di kemudian hari. Tertarik untuk mencobanya?

Sumber:

https://www.everydayhealth.com/beauty-pictures/tricks-to-treat-hyperpigmentation.aspx

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Cara Mengencangkan Perut yang Efektif

Cara Mengencangkan Perut yang Efektif

Oktober 21, 2021
Rekomendasi Terbaik untuk Cara Menghilangkan Flek Hitam di Wajah

Rekomendasi Terbaik untuk Cara Menghilangkan Flek Hitam di Wajah

Oktober 21, 2021
5 Cara Menghilangkan Dark Circle di Bawah Mata

5 Cara Menghilangkan Dark Circle di Bawah Mata

Oktober 21, 2021

Comments are closed.