Diet Telur dan Sayur, Apakah Efektif Turunkan Berat Badan?

Diet Telur dan Sayur, Apakah Efektif Turunkan Berat Badan

 

Salah satu jenis makanan diet yang kerap disarankan untuk dikonsumsi adalah sayur dan telur. Kedua jenis makanan ini memiliki kandungan yang baik untuk tubuh namun dengan kalori yang rendah. Tetapi sebenarnya, apakah dua kombinasi ini benar-benar efektif menurunkan berat badan? Berikut adalah penjelasannya.

 

Memungkinkan Terjadinya Kekurangan Gizi, Namun Bisa Dihindari dengan Cara Berikut

Mengonsumsi sayuran dan telur yang itu-itu saja selama lebih dari seminggu mungkin bisa membuat tubuh Anda kurus seketika, namun bukan berarti tanpa ada efek samping. Anda pasti akan merasa bosan melakukan hal yang sama selama berbulan-bulan, bukan? Badan Anda pun begitu. Ketika Anda memasukkan makanan yang sama persis selama satu minggu dengan kandungan gizi yang itu-itu saja, tentunya badan Anda akan mulai kehilangan gizi lainnya yang kurang terpenuhi. Contohnya vitamin C dan kalsium. Padahal, kedua jenis nutrisi ini sangat penting untuk tubuh Anda.

Agar hal ini dapat terhindar, Anda cukup melakukan modifikasi pada aneka makanan yang Anda konsumsi. Contohnya, hari ini Anda bisa menggunakan seledri, besok campur telur dengan sayur lain seperti kembang kol atau bit.

Bisa Juga Tidak Berpengaruh untuk Diet Anda Jika Dimasak dengan Cara Seperti Ini

Salah satu aspek penting dalam diet adalah soal cara memasak makanan yang Anda konsumsi. Telur dan sayur memang baik, namun bila Anda tetap menggorengnya, hal ini akan sia-sia. Sayuran dan telur tetap akan menjadi makanan yang tinggi kalori ketika Anda memasaknya dengan cara digoreng, apalagi dengan metode deep fried.

Kandungan kalori dan lemak yang ada di dalam sayur dan telur bisa naik tiga kali lipat dari aslinya. Tak heran bila Anda baru saja memakan tumisan atau gorengan dari sayur atau telur lalu Anda menimbang berat bedan, mendadak berat badan Anda naik.

Agar Makin Aman, Hindari Kuning Telur

Bila Anda ingin diet makin efektif, jangan makan kuning telur, karena bagian tersebut tidak hanya mengandung banyak kolesterol, tetapi juga lemak. Sehingga, bisa berbahaya untuk diet rendah lemak Anda. Bila putih telur terasa hambar, Anda bisa menambahkan berbagai topping rendah kalori seperti merica.

Hindari Dressing Tinggi Kalori

Makanannya sudah benar, cara masaknya sudah benar, tetapi berat badan tidak kunjung turun? Mungkin letak kesalahan Anda ada pada pemilihan dressing. Salah satu penyebab mengapa salad tidak sepenuhnya rendah kalori adalah karena dressing tersebut. Satu sendok dressing bisa memiliki kalori dan lemak yang hamper setara dengan sesendok nasi. Jadi sama saja bila Anda mengurangi nasi namun tetap menggunakan dressing kemasan.

Bila Anda tetap ingin menggunakan dressing, jangan beli kemasan, buatlah sendiri dressing tersebut. Dengan begitu, Anda akan bisa mengira-ngira seberapa banyak kalori dari dressing tersebut. Anda bisa menemukan banyak resep dressing lezat rendah kalori di internet.

 

Inilah penjelasan mengenai efektif tidaknya diet sayur dan telur. Intinya, Anda harus menjaga cara memasak, pemberian dressing, dan tetap memperhatikan aspek gizi di dalam makanan diet tersebut. Jangan sampai nantinya Anda menjadi sakit karena kurang gizi akibat tidak seimbangnya kandungan yang ada di dalam makanan Anda.

 

 

Sumber:

  • Redaksi Halodoc. 8 Januari 2019. Mana Lebih Baik, Diet Karbo atau Diet Telur?. https://www.halodoc.com/mana-lebih-baik-diet-karbo-atau-diet-telur
  • Vinsensia Dianawanti. 25 Februari 2019. Jalani Diet Telur untuk Tampil Lebih Sehat dalam Sebulan. https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3899601/jalani-diet-telur-untuk-tampil-lebih-sehat-dalam-sebulan
  • CNN Indonesia. 15 September 2019. Percobaan: Diet Nasi Sebulan untuk Turunkan Berat Badan. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190914205922-255-430563/percobaan-diet-nasi-sebulan-untuk-turunkan-berat-badan

Comments are closed.

WhatsApp Make Appointment Now