Hindari 8 Makanan yang Bikin Gemuk Ini Agar Bisa Langsing

Makanan yang Bikin Gemuk

 

Tubuh yang langsing dan ideal tentu menjadi idaman banyak wanita. Tidak heran, saat ini banyak sekali program diet yang bermunculan di internet. Namun, semua program diet itu tentu tidak ada artinya tanpa menjaga pola makan.

Berikut ini 8 makanan yang harus Anda hindari jika ingin memiliki tubuh yang langsing:

 

1. Nasi Putih

Bukan rahasia umum lagi jika makanan pokok sebagian besar bangsa Asia ini merupakan makanan yang bikin gemuk. Dalam setiap 1 centong nasi yang berukuran sekitar 100 gram, ada kandungan 175 kalori dari 40 gram karbohidrat. Bayangkan saja berapa banyak kalori sepiring nasi yang Anda konsumsi jika ditambahkan dengan berbagai macam lauk pauk.

 

2. Susu

Kandungan pada susu memang menyehatkan dengan kalsium dan kandungan lainnya seperti vitamin A, D serta beragam protein dan mineral. Namun susu adalah salah satu makanan yang bikin gemuk terutama susu full cream. Dalam segelas susu saja, terdapat sekitar 8 gram lemak dan 150 kalori yang bisa membuat berat badan naik dengan cepat. Jika ingin mengkonsumsi susu, pastikan Anda mengonsumsi susu rendah lemak agar tidak menyebabkan gemuk.

 

Baca Juga: Makanan Diet Pengganti Nasi

 

3. Yogurt

Yogurt adalah minuman sehat yang terbuat dari susu dan diproses dengan fermentasi bakteri. Kebanyakan yogurt yang beredar di pasaran sudah diberi tambahan pemanis dan perasa buah, sehingga kandungan gula nya pun tinggi dan dapat menjadi makanan yang bikin gemuk. Jika ingin menikmati yogurt tanpa khawatir akan naiknya berat badan, Anda bisa memilih yogurt yang plain atau tanpa rasa dan menambahkan kacang-kacangan, buah, granola atau madu agar lebih sehat.

 

4. Keju

Selain yogurt, makanan yang bikin gemuk lainnya dan berbahan dasar dari susu adalah keju, apalagi saat ini banyak sekali makanan yang diberi tambahan keju meleleh atau mozzarella. Bahkan, dalam setiap 1 ons keju cheddar, terdapat 9 gram lemak yang diantaranya merupakan 6 gram lemak jenuh dan 113 kalori. Batasi konsumsi keju, atau Anda bisa memilih keju dari susu kambing yang memiliki kandungan kalori lebih rendah dan kaya akan asam lemak sehingga lebih sehat.

 

Baca Juga: Cara Membuat Salad Sayur untuk Diet

 

5. Alpukat

Buah yang satu ini merupakan favorit banyak kalangan dengan kandungan yang beragam, mulai dari antioksidan hingga serat dan nutrisi. Namun, kandungan asam lemak tak jenuh dalam setiap buah alpukat yang berukuran besar bisa mencapai 300 kalori. Oleh karena itu, jika takut gemuk, konsumsi alpukat secara wajar dan jangan menambahkan gula terlalu banyak sehingga kalori yang Anda konsumsi pun tidak terlalu banyak pula.

 

6. Mangga

Makanan yang selanjutnya adalah buah mangga. Kalori yang terkandung dalam setiap 100 gram buah mangga bisa mencapai 70 kalori dengan karbohidrat 16,5 gram. Cita rasa mangga yang manis pun menandakan bahwa kandungan gula yang terkandung juga banyak. Oleh karena itu, konsumsi mangga dalam batas sewajarnya saja dan jangan menggunakan pemanis tambahan untuk menghindari tambahan kalori yang tidak perlu.

 

Baca Juga: Diet Nasi Merah

 

7. Daging

Daging merah terutama yang memiliki banyak lemak tentu dapat menjadi makanan yang bikin gemuk, apalagi jika dihidangkan dengan cara dibakar atau dijadikan steak. Namun, daging merah juga memiliki banyak kandungan lainnya berupa asam amino, protein, dan leusin yang penting untuk perkembangan otot tubuh. Oleh karena itu, konsumsi daging sewajarnya saja dan pilih daging merah yang tidak banyak mengandung lemak. Anda juga bisa mengganti konsumsi daging merah dengan daging ikan.

 

8. Buah Kering

Dibandingkan buah segar, buah kering memiliki jumlah kalori yang jauh lebih banyak. Hal ini karena buah kering menggunakan banyak gula dalam proses pengawetannya. Bahkan, segelas buah kering dapat mengandung kalori dengan 5 hingga 8 kali lebih banyak dibandingkan segelas buah segar.

 

Jika Anda ingin memiliki tubuh langsing, hindarilah beberapa makanan diatas yang merupakan makanan yang bikin gemuk dengan kalorinya yang tinggi. Anda masih bisa mengkonsumsinya asalkan masih dalam batas wajar dan tidak berlebihan. Selain itu, imbangi dengan olahraga agar tubuh Anda semakin fit dan berat badan semakin terkontrol.

 

Sumber:

 

Dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Tak Cuma Bikin Tebal, Ini Manfaat Filler Bibir yang Penting Diketahui

Tak Cuma Bikin Tebal, Ini Manfaat Filler Bibir yang Penting Diketahui

November 20, 2020
Ingin Wajah Terlihat Tirus? 7 Tips Mengecilkan Pipi Tembem Ini Bisa Dicoba!

Ingin Wajah Terlihat Tirus? 7 Tips Mengecilkan Pipi Tembem Ini Bisa Dicoba!

November 20, 2020
Jangan Asal Pilih! Ini 5 Kriteria Beauty Clinic yang Tepat

Jangan Asal Pilih! Ini 5 Kriteria Beauty Clinic yang Tepat

November 20, 2020

Comments are closed.