Apa Saja Pantangan Makanan untuk Wajah Berjerawat?

pantangan makanan untuk wajah berjerawat

Wajah yang berjerawat membuat kita tidak percaya diri dalam penampilan lantaran adanya bintik yang mengganggu penampilan. Untuk menghilangkan jerawat, kita seringkali menggunakan beberapa produk skincare, seperti sabun wajah, toner, serum, bahkan menggunakan acne patch. Ternyata, menggunakan produk perawatan wajah tidak cukup, sehingga kita harus mengetahui pantangan makanan untuk wajah berjerawat.

Jerawat muncul di wajah tidak hanya disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti polusi dan paparan sinar matahari. Justru, makanan yang dikonsumsi bisa memicu munculnya jerawat di wajah kita. Beberapa penelitian juga mengungkapkan ada hubungan antara makanan yang dikonsumsi dan munculnya jerawat di wajah kita.

Daftar Pantangan Makanan untuk Wajah Berjerawat

Daftar Makanan Penyebab Jerawat yang Harus Dihindari

Karena itu, Anda wajib mengetahui pantangan makanan untuk wajah berjerawat. Jangan hanya mengandalkan produk perawatan, Anda juga harus memperhatikan makanan apa saja yang tidak boleh Anda konsumsi saat kulit berjerawat. Ada baiknya juga ketika kulit sudah bebas dari jerawat, daftar makanan ini tetap dikurangi konsumsinya, karena makanan ini bisa menjadi pemicu besar tumbuhnya jerawat di wajah Anda.

1. Makanan Manis

Salah satu makanan penyebab jerawat adalah makanan manis. Contoh makanan manis dan mengandung gula seperti dessert, permen, dan cokelat merupakan pantangan yang wajib dihindari. Makanan berkalori dan bernilai gizi rendah tersebut tidak hanya berbahaya untuk kesehatan, tetapi bisa menimbulkan jerawat di wajah Anda. Penelitian mengungkapkan, orang yang sering mengkonsumsi makanan manis memiliki risiko 30% munculnya jerawat.

Makanan manis tersebut juga mengandung karbohidrat. Karbohidrat tersebut akan meningkatkan kadar gula darah dan tingkat insulin yang akhirnya berpotensi menimbulkan jerawat. Insulin juga membuat hormon androgen menjadi lebih aktif dan menyebabkan jerawat dengan cara membuat sel kulit tumbuh lebih cepat dan juga meningkatkan produksi sebum.

Baca juga: 9 Jenis Perawatan Wajah Berjerawat

2. Produk yang Mengandung Susu

Pantangan makanan untuk wajah berjerawat selanjutnya adalah produk olahan susu. Pantangan ini wajib diperhatikan oleh remaja. Pasalnya, produk yang mengandung susu lebih rentan menimbulkan jerawat pada remaja. Ada pula penelitian yang mengungkapkan bahwa seorang dewasa muda yang aktif mengonsumsi susu dan es krim bisa menimbulkan jerawat di wajah mereka.

Sama seperti makanan manis, susu juga bisa meningkatkan kadar insulin di tubuh kita. Apalagi susu sapi mengandung asam amino yang memicu hati kita memproduksi IGF-1, sehingga jerawat lebih rentan tumbuh.

3. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji atau fast-food ternyata tidak hanya berbahaya untuk tubuh kita, tapi juga bisa memicu munculnya jerawat di wajah. Jerawat sering diasosiasikan dengan fast-food yang mengandung kalori, lemak dan karbohidrat olahan. Kurangi makan makanan seperti burger, nugget, hot dog, milkshake, soda, dan kentang goreng demi menjaga wajah Anda dari munculnya jerawat. Makanan cepat saji bisa mempengaruhi ekspresi gen dan mengubah kadar hormon sehingga mempercepat munculnya jerawat di wajah Anda. 

4. Kopi Olahan

Apakah Anda terbiasa mengkonsumsi kopi olahan seperti mocha, frappuccino, macchiato, atau cappucino? Apabila jawabannya ya, segera kurangi mengonsumsinya. Jenis kopi tersebut bisa memicu munculnya hormon kortisol. 

Kortisol adalah hormon yang dilepaskan oleh tubuh kita saat kita sedang stress. Naiknya hormon kortisol mengakibatkan tubuh kita memproduksi minyak lebih banyak. Akibatnya, jerawat lebih mudah muncul dan wajah akan mengalami breakout.

5. Pisang

Pisang memang makanan yang menyehatkan, tapi juga menjadi pantangan saat wajah sedang berjerawat. Berdasarkan Harvard, makanan yang mengandung kadar glycemic yang tinggi membuat wajah kita berjerawat. Glycemic juga mempengaruhi drastisnya kenaikan kadar gula darah dan insulin dalam tubuh kita yang bisa memicu pertumbuhan jerawat. 

Pisang adalah makanan dengan kadar glycemic yang tinggi, yaitu 62. Anda tetap boleh makan pisang, tapi jangan berlebihan, apalagi ketika pisang itu diolah menjadi smoothies atau jus. Konsumsilah pisang saat jerawat sudah mulai menghilang dari wajah kita. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Bahan Alami Dan Mudah Ditemukan

6. Pizza

Jenis makanan yang satu ini juga menjadi pantangan saat wajah kita berjerawat. Bahan-bahan dalam pizza mengandung glukosa, sehingga membuat pizza memiliki kadar glycemic yang tinggi. Mengonsumsinya hanya membuat kulit kita meradang dan memperparah munculnya jerawat di wajah.

Keju adalah salah satu bahan dalam pizza yang berbahan dasar susu, mengonsumsinya membuat tubuh kita memproduksi hormon yang mempercepat tumbuhnya jerawat di wajah.

7. Soft Drink

Soft drink adalah salah satu minuman yang dapat memicu munculnya jerawat, bahkan memperburuk jerawat pada muka Anda. Mengapa? Soda atau soft drink adalah makanan dengan indeks glikemik yang tinggi.

Pertanyaan kemudian adalah apakah yang dimaksud dengan Indeks Glisemik?

Indek glikemik merupakan satuan pengukuran peningkatan gula darah yang disebabkan oleh makanan tertentu. Konsumsi makanan dengan kadar glycemic yang tinggi secara terus menerus menyebabkan perubahan komposisi dan produksi sebum yang dapat memicu inflamasi serta jerawat pada kulit.

Makanan dengan kadar index glikemik tinggi memicu naik turunnya hormon insulin yang mendorong kemunculan sebum, salah satu penyebab Jerawat. Pernyataan ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Huang, dkk., menunjukkan bahwa mengkonsumsi soft drink secara signifikan meningkatkan risiko jerawat sedang hingga berat pada anak remaja, terutama ketika asupan gula yang terkandung di dalam soft drink melebihi 100 gram per hari.

Apa yang Harus Kita Makan saat Wajah Berjerawat?

Daftar Makanan yang Baik Saat Berjerawat

Apabila Anda bingung mengenai menu makanan yang harus dikonsumsi saat wajah berjerawat, jangan khawatir. Jakarta Aesthetic Clinic juga memberikan rekomendasi kandungan makanan dan minuman yang aman dimakan dan bisa menjaga agar kulit tetap bersih dari tumbuhnya jerawat.

1. Beri

Buah yang kaya akan manfaat ini mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk kulit kita. Suvetha dan Shnkar, dalam artikelnya Types and Importance of Berries, mengemukakan bahwa Beri mengandung antioksidan, fitokimia, flavonoid, karotenoid, polifenol, vitamin, dan mineral. Komponen-komponen Beri ini diketahui dapat memberi manfaat bagi kulit kita.

Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2008, menunjukkan alkaloid yang ada dalam ekstrak Beri memiliki sifat anti-inflamasi, karakteristik penting dari obat anti-jerawat. Hal ini sejalan dengan temuan Johnson dan Rafikhah bahwa mengkonsumsi jus Beri segar dapat membantu menyembuhkan peradangan pada kulit berjerawat ringan hingga berat secara efektif Buah yang tergolong Beri adalah Strawberi, Ceri, Rasberi, Bluberi, and Blackberi.

2. Omega-3 fatty acids

Zat omega-3 dalam makanan bersifat anti-inflammatory. Mengkonsumsinya secara teratur akan mengurangi risiko munculnya jerawat di wajah Anda.

3. Probiotik

Kandungan probiotik membuat usus menjadi lebih sehat dan kadar microbiome menjadi seimbang. Akibatnya, risiko munculnya jerawat menjadi rendah.

4. Teh Hijau

Tentu saja, teh hijau yang dimaksud adalah teh hijau tawar. Mengonsumsi teh hijau akan mengurangi produksi sebum pada wajah. Ekstrak daun teh hijau juga bisa diaplikasikan ke wajah, sehingga mengurangi kemungkinan munculnya jerawat.

5. Kunyit

Kunyit memiliki zat curcumin yang bersifat anti-inflammatory. Mengkonsumsinya akan mengatur kadar gula darah dan menghalangi munculnya bakteri penyebab jerawat.

6. Vitamin A, D, E dan Zinc

Semua gizi ini memiliki peranan penting bagi kulit dan imun tubuh kita. Tak hanya itu, jerawat juga lebih jarang muncul apabila kita mengonsumsi makanan dengan kandungan tersebut.

Itulah beberapa pantangan makanan untuk kulit berjerawat. Pastikan Anda mengatur makanan yang harus dikonsumsi sehingga jerawat tidak muncul dan memperparah keadaan kulit Anda. Apabila Anda membutuhkan perawatan wajah, gunakan saja layanan Peeling and Skincare dari Jakarta Aesthetic Clinic. Dokter yang bersertifikasi dari JAC akan melayani kebutuhan perawatan wajah Anda.

Sumber:

  • https://www.healthline.com/nutrition/foods-that-cause-acne#TOC_TITLE_HDR_9
  • https://www.byrdie.com/foods-that-cause-acne-4845578
  • Imanshahidi, M., & Hosseinzadeh, H. (2008). Pharmacological and therapeutic effects of Berberis vulgaris and its active constituent, berberine. Phytotherapy Research22(8), 999-1012. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18618524/
  • Suvetha, K & Shnkar, M.  (2014). Types and importance of berries – A Review. American Journal of Biological and Pharmaceutical Research. 1(2), 46-48. http://mcmed.us/journal/ajbpr
  • Johnson, M., & Rafikhah, N. (2014). Berberis vulgaris juice and acne vulgaris: a placebo-controlled study. Asian Journal of Clinical Nutrition6(2), 47-52. https://scialert.net/fulltext/?doi=ajcn.2014.47.52
  • Huang, X., Zhang, J., Li, J., Zhao, S., Xiao, Y., Huang, Y., & Shen, M. (2019). Daily intake of soft drinks and moderate-to-severe acne vulgaris in Chinese adolescents. The Journal of pediatrics204, 256-262. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0022347618312083
dr. Olivia Ong Cover

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

10 Cara Mengatasi Kulit Keriput di Usia Muda

10 Cara Mengatasi Kulit Keriput di Usia Muda

November 18, 2022
8 Cara Mengatasi Penuaan Dini pada Kulit Wajah

8 Cara Mengatasi Penuaan Dini pada Kulit Wajah

November 17, 2022
10 Penyebab Bruntusan di Dagu dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Bruntusan di Dagu dan Cara Mengatasinya

November 16, 2022

Comments are closed.