Penyebab Hiperpigmentasi dan Cara Mencegahnya

Apakah Anda menemukan area pada wajah yang lebih gelap dibandingkan area lain dengan bentuk seperti bercak atau belang? Jika iya, maka dapat dikatakan bahwa kulit berada pada kondisi hiperpigmentasi. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi, meski demikian penting bagi Anda mengetahui penyebab hiperpigmentasi.

Mungkin Anda akan bertanya mengapa harus mengetahui penyebab dan definisinya. Penjelasan paling mudahnya adalah bintik hitam dan bercak di wajah harus dirawat dengan tepat agar tak mengganggu penampilan dan membuat kulit dapat tampak lebih sehat. 

Pada dasarnya hiperpigmentasi tidak hanya terjadi karena paparan sinar matahari yang terlalu sering. Namun lebih dari itu, banyak faktor penyebab yang membuat kulit mengalami hiperpigmentasi dan membuat sebagian sisi atau area tertentu pada kulit wajah Anda tampak lebih gelap dibanding area lain. 

Oleh karenanya, mari kenali penyebab hiperpigmentasi serta cara mengatasinya agar permasalahan ini dapat diatasi dengan baik menggunakan metode yang tepat. Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Hiperpigmentasi?

Apa Itu Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi adalah kondisi di mana kulit memproduksi melanin dalam jumlah yang berlebihan. Melanin sendiri merupakan pigmen yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata sehingga bagian tersebut akan tampak lebih gelap. Kondisi hiperpigmentasi ini bisa memiliki bentuk yang berbeda-beda pada setiap orang. 

Beberapa mengalami hiperpigmentasi dengan bentuk bercak dalam jumlah banyak atau kerap disebut dengan flek hitam, beberapa lainnya hadir menggelapkan sebagian wajah dan kulit menjadi tampak belang. Bahkan tak sedikit orang yang mengalami hiperpigmentasi yang memengaruhi seluruh bagian tubuh.

Baca juga: Jenis Jerawat: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tenang saja, jika kondisi ini terjadi pada Anda, tidak perlu panik dan segera cari tahu apa penyebabnya. Apabila hiperpigmentasi tidak diikuti dengan gejala lainnya seperti merah, merasakan sensasi panas, gatal, hingga nyeri, maka kondisi wajah yang mengalami penggelapan bukan hal yang serius. Namun hal ini tentu dapat memengaruhi kepercayaan diri Anda sehingga perlu ditangani sesegera mungkin. 

Penyebab Hiperpigmentasi

Penyebab Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi tentu tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor dan penyebab yang mendorong terjadinya kondisi hiperpigmentasi terjadi. Perlu diketahui bahwa penggelapan warna kulit tidak selalu terjadi karena paparan sinar matahari. Sedikitnya ada 4 penyebab hiperpigmentasi yang menjadi faktor utama dalam meningkatnya jumlah produksi melanin:

1. Faktor Kehamilan

Kondisi kehamilan secara tidak langsung dapat membuat tubuh mengalami perubahan hormonal termasuk pada warna kulit yang tampak lebih hitam daripada biasanya. Namun, kondisi ini wajar terjadi dan tidak mengindikasikan penyakit atau pengaruh dari janin. 

Ini terjadi karena melasma dalam tubuh ibu hamil mendorong melanin untuk lebih cepat berkembang dan produksinya. Hasilnya, ada beberapa bagian tubuh yang menghitam seperti pada bagian lipatan, leher, dan wajah. 

2. Peradangan 

Peradangan atau iritasi yang terjadi karena jerawat, eksem, gigitan serangga, hingga goresan ternyata dapat memengaruhi kondisi melanin pada area peradangannya. Anda mungkin lebih sering menyebutnya sebagai bekas luka atau bekas jerawat karena muncul sebagai salah satu dampak dari terjadinya beberapa permasalahan kulit tersebut.

Baca juga: Mengenal Jenis Bekas Jerawat yang Wajib Anda Ketahui

3. Efek Samping Obat

Obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit tertentu ternyata juga memiliki efek samping penggelapan beberapa area kulit atau hiperpigmentasi. Paling umum, hiperpigmentasi menjadi salah satu dampak dari obat yang digunakan untuk mengobati penyakit addison atau kelainan kelenjar adrenal. 

Selain itu, jenis perawatan menggunakan metode tertentu seperti kemoterapi dan konsumsi pil KB juga dapat memengaruhi produksi melanin pada tubuh seseorang sehingga jumlahnya meningkat dalam waktu yang singkat. 

4. Riwayat Vitiligo 

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan perubahan warna kulit dan membuatnya memudar. Pada awalnya, seorang penderita vitiligo mungkin akan mengalami perubahan warna kulit dalam bentuk titik kecil saja. Namun seiring berjalannya waktu, vitiligo ini dapat melebar dan menjadi lebih besar. 

Perubahan warna kulit ini dapat menjadi salah satu penyebab hiperpigmentasi. Hanya saja, vitiligo biasanya justru menghadirkan warna yang lebih terang dibandingkan dengan warna kulit asli.

Jenis-Jenis Hiperpigmentasi

Jenis-Jenis Hiperpigmentasi

Tahukah Anda bahwa hiperpigmentasi tidak hanya memiliki 1 jenis saja melainkan beberapa jenis yang berbeda. Sebenarnya seluruh jenisnya sudah umum diketahui banyak orang, tetapi masih banyak yang belum menyadari bahwa hal tersebut adalah bentuk hiperpigmentasi. Agar Anda dapat mengenalinya lebih awal, JAC akan membagikan informasi seputar jenis hiperpigmentasi berikut ini:

1. Melasma

Jenis hiperpigmentasi yang pertama adalah melasma atau penggelapan beberapa area wajah yang disebabkan oleh perubahan hormon dan umumnya terjadi pada masa kehamilan. Melasma dapat muncul di area tubuh mana pun, tetapi pada ibu hamil paling sering muncul di area wajah, lipatan, leher, siku, dan lutut. 

2. Bintik Matahari atau Solar Lentigo

Selanjutnya adalah solar lentigo atau bintik matahari yang umumnya muncul akibat paparan sinar matahari dalam waktu yang lama dan berulang kali. Solar lentigo umumnya memiliki bentuk kecil-kecil tetapi dalam jumlah banyak dan menyebar di berbagai area wajah. 

Perlu diketahui bahwa paparan sinar UV dapat merusak beberapa lapisan kulit dan mendorong terjadinya berbagai permasalahan seperti penuaan dini, sunburn, muncul bintik hitam, hingga berisiko kanker kulit. Maka dari itu, penting untuk menggunakan sunscreen setiap hari di pagi dan siang hari meskipun Anda hanya akan beraktivitas di dalam rumah sekalipun.

Baca juga: 5 Cara Mudah Menghilangkan Bekas Kulit Terbakar Matahari

3. Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi

Jenis hiperpigmentasi yang satu ini mungkin adalah jenis yang paling banyak Anda temukan atau bahkan dialami dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hiperpigmentasi pasca inflamasi terbentuk akibat kondisi kulit yang meradang atau mengalami iritasi sehingga meninggalkan bekas luka atau bekas jerawat pada kulit. 

Hal ini memang sedikit menjengkelkan sebab permasalahan kulit terasa tak kunjung selesai. Namun jangan menyerah sampai di situ saja, Anda tetap perlu merawat area yang bermasalah agar dapat hilang dengan sempurna termasuk bekasnya. Hal ini dikarenakan, hiperpigmentasi pasca inflamasi jika tidak diikuti dengan gejala lain adalah tanda bahwa peradangan dalam masa penyembuhan.

Cara Mencegah Hiperpigmentasi pada Kulit

Cara Mencegah Hiperpigmentasi pada Kulit

Lantas adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya muncul? Jawabannya adalah bisa. Mengingat hiperpigmentasi bukan merupakan jenis masalah yang begitu berbahaya pada kulit, maka tentu saja ada cara untuk mencegahnya terjadi. Ada beberapa tips yang bisa diterapkan, pastikan Anda memilihnya dengan bijak dan cocok untuk kulit wajah Anda: 

1. Rutin Menggunakan Sunscreen

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, sinar UV dari matahari memiliki pengaruh buruk bagi lapisan kulit. Jadi langkah utama yang bisa dilakukan untuk mencegah hiperpigmentasi pada kulit. Selain menjaga lapisan kulit menjadi lebih sehat, Anda juga akan terhindar dari warna kulit yang tidak merata karena paparan sinar matahari.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Hiperpigmentasi pada Kulit

2. Menggunakan Moisturizer

Menjaga kulit tetap lembap dapat menghindari munculnya banyak permasalahan pada wajah. Hal ini berarti dapat membantu Anda mendapatkan kulit yang lebih sehat sekaligus menghindari terjadinya hiperpigmentasi. Sebab glycerin dan hyaluronic acid yang terkandung pad moisturizer dapat membantu meningkatkan lapisan lemak pada kulit sehingga terjaga dari paparan sinar matahari langsung ke bagian dalam kulit. 

3. Menjaga Kesehatan Kulit Wajah

Sebenarnya cara paling efektif untuk menghindari hiperpigmentasi adalah menjaga kesehatan kulit dengan perawatan di rumah maupun ke dokter ahli. Tidak ada kerugian dari penggunaan skincare secara rutin dengan takaran yang tepat. Justru Anda akan mendapatkan kulit yang lebih sehat beserta seluruh lapisan di dalamnya. 

Terlebih jika Anda memanfaatkan penggunaan bahan-bahan yang membantu mencegah munculnya hiperpigmentasi seperti retinoid, ekstrak teh hijau, aloe vera, dan lain sebagainya. Untuk itu sebaiknya jangan tinggalkan penggunaan skincare. Paling tidak lengkapi kebutuhan nutrisi wajah dengan basic skincare yaitu toner, serum, moisturizer, serta sunscreen di pagi dan siang hari.

Baca juga: Cara Reapply Sunscreen Agar Wajah Tetap Terlindungi Sepanjang Hari

Ketika memiliki waktu lebih, tak ada salahnya untuk mengunjungi dokter ahli untuk melakukan konsultasi seputar perawatan yang baik untuk menjaga kulit tetap sehat. Termasuk jika mengalami kondisi hiperpigmentasi dan ingin lebih cepat menghilangkannya atau meratakan kembali warna kulit. 

Namun Anda perlu berhati-hati dalam memilih dokter dan tempat perawatan agar menghindari masalah baru karena perawatan yang tidak bersertifikasi dan sembarangan. Tak perlu bingung memilih tempat yang tepat karena JAC adalah solusinya. Bersama dokter dan tim ahli yang telah bersertifikat dan berkompeten, Anda bisa mengatasi seluruh masalah wajah. 

JAC menyediakan Baby Skin Treatment yang membantu Anda menghilangkan hiperpigmentasi seperti flek hitam atau bekas jerawat. Kulit wajah yang halus, bersih, dan cerah tentu menjadi impian semua orang. Untuk itu, wujudkan kulit wajah yang bersih bersinar impian Anda dengan mengatasi seluruh penyebab hiperpigmentasi di JAC.

Sumber rujukan:

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21885-hyperpigmentation#:~:text=What%20is%20hyperpigmentation%3F,sun%20spots%20or%20liver%20spots
  • https://www.healthline.com/health/hyperpigmentation
  • https://olay.co.uk/skin-care-tips/dark-spots-and-hyperpigmentation/how-to-reduce-hyperpigmentation#what-can-cause-hyperpigmentation
dr. Olivia Ong Cover

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Inilah Perbedaan Sunscreen dan Sunblock, Jangan Sampai Tertukar

Inilah Perbedaan Sunscreen dan Sunblock, Jangan Sampai Tertukar

Februari 2, 2023
Perbedaan Moisturizer dan Sunscreen, Sudah Tahu Belum?

Perbedaan Moisturizer dan Sunscreen, Sudah Tahu Belum?

Februari 2, 2023
Inilah Ciri Ciri Skin Barrier Rusak yang Harus Anda Ketahui

Inilah Ciri Ciri Skin Barrier Rusak yang Harus Anda Ketahui

Februari 2, 2023

Comments are closed.