Lakukan 4 Perawatan Kulit Menghitam setelah Melahirkan Ini

perawatan kulit menghitam setelah melahirkan

Perempuan yang baru melewati proses bersalin membutuhkan perawatan kulit menghitam setelah melahirkan. Perubahan hormon dari fase melahirkan ke menyusui membuat tampilan kulit beralih menjadi lebih kusam. Bagi beberapa wanita, perubahan ini sangat mengganggu dan mempengaruhi kepercayaan diri mereka.

Kehamilan dan persalinan adalah dua momen yang membahagiakan wanita karena hadirnya sang buah hati yang ditunggu-tunggu. Di samping kebahagiaan tersebut, wanita menyimpan kekhawatiran mengenai tampilannya pasca melahirkan atau postpartum. Tampilan kulit yang ditumbuhi bintik hitam adalah salah satu kecemasan yang kerap menghantui dirinya.

Selain merawat buah hati, ibu baru juga bisa meluangkan waktu untuk melakukan perawatan terhadap kulitnya. Jakarta Aesthetic Clinic akan menjelaskan tips perawatan kulit yang aman dan mudah dilakukan pada masa postpartum.

Penyebab Kulit Menghitam setelah Melahirkan

Perubahan fisik yang sering disadari oleh wanita pasca melahirkan adalah peralihan tampilan kulit. Salah satu masalah yang dikeluhkan adalah munculnya bintik-bintik hitam di kulit wajah dan beberapa anggota tubuh lainnya. Masalah ini wajar dialami karena hormon kehamilan yang bekerja turut memberikan perubahan dalam kulit.

Wanita dengan warna kulit gelap mengalami masalah kulit selama kehamilan, seperti melasma atau chloasma. Melasma adalah jenis hiperpigmentasi yang menandakan munculnya bercak-bercak hitam di wajah. Perubahan pigmentasi kulit ini disebabkan karena tingginya hormon kehamilan. Paparan sinar UVA dan UVB dari matahari juga meningkatkan potensi munculnya melasma.

Selain melasma, Linea nigra juga menjadi masalah kulit yang dialami wanita pasca melahirkan. Linea nigra atau garis-garis hitam adalah munculnya garis vertikal gelap di area perut, mulai dari pusar hingga menuju area kemaluan. Garis vertikal yang gelap tersebut merupakan jaringan ikat fibrosa yang tersebar di bagian perut. Penyebabnya juga sama, yaitu perubahan hormon saat kehamilan.

Karena disebabkan hormon kehamilan, dua masalah kulit menghitam tersebut pasti berkurang seiring berjalannya waktu. Namun, bintik hitam tersebut bisa juga tidak hilang sepenuhnya. 

Selain hormon kehamilan, masalah kulit ini juga disebabkan oleh faktor genetik. Wanita berkulit agak gelap atau memiliki moyang dengan warna kulit sama lebih rentan terkena masalah hiperpigmentasi ini. Faktor genetik ini membuat masalah hiperpigmentasi setelah melahirkan tidak hilang sepenuhnya.

Baca juga: Mengatasi Rambut Rontok Ibu Menyusui

Langkah Perawatan Kulit Menghitam setelah Melahirkan

Anda tidak perlu khawatir karena masalah kulit menghitam ini akan hilang dengan perlahan. Hormon kehamilan yang mulai meredup pasca melahirkan menjadi salah satu faktor pendorong hilangnya masalah hiperpigmentasi ini. 

Melasma dan Linea nigra bukan masalah kulit yang membahayakan, tapi bisa mengganggu tampilan kulit Anda. Masalah ini bisa diatasi dengan melakukan perawatan terhadap kulit. Langkah perawatannya pun sederhana, sehingga Anda bisa menerapkannya hanya di rumah.

1. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari

Salah satu pemicu munculnya melasma adalah paparan sinar UV terhadap kulit. Meski sudah memasuki postpartum, melasma tidak akan hilang apabila kulit Anda terpapar oleh sinar matahari.

Saat keluar rumah, gunakan sunblock dengan SPF 30 atau lebih, meskipun matahari sedang tidak terik. Penggunaan sunblock ini harus dibiasakan sebagai salah satu bagian skincare routine pagi. Jika Anda berada di luar ruangan dalam waktu lama, bawa sunblock untuk diaplikasikan setiap dua jam.

Untuk perlindungan ekstra, Anda juga bisa menggunakan topi. Memakai baju lengan panjang juga diperlukan apabila hiperpigmentasinya menjalar ke area lengan.

2. Gunakan Produk Perawatan yang Lembut

Anda bisa memilih produk perawatan wajah yang lembut dan aman untuk ibu menyusui. Misalnya, penggunaan krim malam yang mengandung retinoid acid.

Hindari produk skincare yang kasar dan bisa menimbulkan iritasi pada kulit karena bisa menambah dampak buruk hiperpigmentasi. Anda bisa melakukan riset dan konsultasi untuk memilih produk yang aman digunakan.

Baca juga: Perawatan Wajah yang Aman untuk Ibu Menyusui

3. Ubah Jenis Kontrasepsi

Setelah melahirkan, pemasangan kontrasepsi sering menjadi pilihan untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu dekat. Di antara banyaknya jenis kontrasepsi, ada alat pencegah kehamilan yang bisa memicu hormon estrogen, yaitu pil KB, cincin vagina dan patch. Tiga kontrasepsi tersebut akan membuat masalah melasma ini semakin parah bagi sebagian wanita.

Anda bisa memilih metode kontrasepsi lainnya, seperti IUD, metode tanggal, dan lain-lain. Konsultasikan ke dokter spesialis kandungan untuk mengetahui jenis kontrasepsi yang aman dan tidak memicu hiperpigmentasi.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Stretch Mark di Tubuh

4. Konsultasi ke JAC

Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter kulit di Jakarta Aesthetic Clinic, yaitu klinik perawatan kulit di Jakarta, apabila masalah hiperpigmentasi ini tidak kunjung hilang. Dokter kulit akan memberikan rekomendasi mengenai perawatan yang harus Anda lakukan. Mulai dari penggunaan skincare yang tepat atau langkah prosedur yang diambil.

Prosedur perawatan kulit yang dilakukan di JAC juga dijamin aman untuk ibu yang sedang menyusui. Hubungi kami segera dan dapatkan tips perawatan kulit setelah masa melahirkan Anda.

Perawatan kulit menghitam setelah melahirkan tidak membuahkan hasil yang instan. Namun, perubahannya akan terlihat apabila Anda konsisten melakukan empat cara di atas.

Sumber:

https://www.whattoexpect.com/first-year/week-21/postpartum-skin.aspx

https://www.babycenter.com/baby/postpartum-health/postpartum-skin-chloasma_1152262

https://www.babycentre.co.uk/a553242/skin-problems-after-having-a-baby 

dr. Olivia Ong Cover

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Mitos Cara Menghilangkan Jerawat Dengan Bawang Putih yang Perlu Dihindari

Mitos Cara Menghilangkan Jerawat Dengan Bawang Putih yang Perlu Dihindari

September 14, 2022
Apakah Minyak Zaitun Bisa Menghilangkan Jerawat

Apakah Minyak Zaitun Bisa Menghilangkan Jerawat

September 14, 2022
Apakah Minyak Kayu Putih Bisa Menghilangkan Jerawat?

Apakah Minyak Kayu Putih Bisa Menghilangkan Jerawat?

September 14, 2022

Comments are closed.