Bintik Merah pada Kulit: 13 Penyebabnya dan Cara Mengatasinya
Penyebab munculnya bintik merah gatal menyebar pada kulit seringkali menjadi tanda tanya besar bagi banyak orang. Mulai dari iritasi ringan hingga masalah kulit yang lebih serius, bintik merah di kulit bisa menjadi indikasi berbagai kondisi.
Artikel ini akan membahas penyebab umum bintik merah pada kulit serta cara efektif untuk mengatasinya. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa menjaga kulit tetap sehat dan bebas dari bintik merah yang mengganggu.
Berbagai Penyebab Munculnya Bintik Merah di Kulit

1. Biang Keringat
Jika bintik merah pada kulit terlihat seperti ruam yang terjebak di bawah kulit, maka kemungkinan besar itu adalah biang keringat atau miliria. Namun, ada pula biang keringat yang berupa ruam berisi cairan di permukaan kulit. Tidak hanya bayi, tetapi orang dewasa juga bisa menderita penyakit ini, terutama saat cuaca panas.
Anda bisa menghindari segala macam aktivitas yang menyebabkan Anda berkeringat secara berlebihan. Biang keringat pada umumnya akan hilang dengan sendirinya, namun jika gejala semakin parah maka sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter ahli.
Baca Juga: Cantik Sempurna dengan 5 Cara Alami Mengilangkan Flek Hitam di Pipi
2. Biduran
Berbeda dari biang keringat yang disebabkan oleh keringat, biduran bisa disebabkan oleh udara panas maupun dingin, alergi terhadap suatu bahan makanan tertentu ataupun obat-obatan tertentu maupun stress.
Bintik merah pada kulit yang biduran biasanya akan terasa perih dan gatal serta berbentuk bentol-bentol yang bisa muncul di satu bagian tubuh tertentu maupun menyebar ke bagian tubuh lainnya. Biduran dapat disembuhkan menggunakan obat antihistamin.
Baca Juga: Cara Mengatasi Kulit Kering
3. Jamur Penyebab Bintik Merah
Infeksi jamur atau kandidiasis bisa menjadi penyebab munculnya bintik merah pada kulit yang akan menyebabkan kulit terasa perih dan kulit gatal. Biasanya, infeksi jamur ini akan muncul di beberapa lipatan kulit yang sering lembap seperti selangkangan, ketiak, bawah payudara, sela-sela jari maupun sudut mulut.
Anda akan terhindar dari infeksi jamur selama Anda menjaga kebersihan diri, namun ada beberapa kasus infeksi jamur yang disebabkan oleh penyakit lain seperti diabetes. Infeksi jamur dapat menular jika orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah bersentuhan langsung dengan penderita.
4. Kudis
Bintik berwarna merah pada kulit dapat juga muncul karena adanya kutu Sarcoptes scabiei var. hominis yang seringkali meletakkan telurnya di permukaan kulit dengan bentuk serupa jerawat dan dapat menyebar dengan cepat.
Pada kulit manusia, parasit scabies ini bisa hidup hingga 1-2 bulan, namun jika berpindah maka kutu ini hanya bisa hidup selama 2 atau 3 hari karena tidak bisa bertahan terlalu lama jika tidak berada di kulit. Selain itu, parasit ini bisa mati jika dipanaskan sekitar 50 derajat Celcius, sehingga untuk menghindarinya Anda dapat merendam baju dengan air panas.
Baca Juga: Cara Mengencangkan Kulit Wajah Dibawah Mata
5. Dermatitis
Dermatitis atopik dan dermatitis kontak juga bisa menyebabkan bintik merah pada kulit. Dermatitis ini disebabkan karena berbagai faktor, mulai dari lingkungan, reaksi alergi, hingga zat iritan. Bercak merah pada dermatitis umumnya terasa kering dan gatal.
Dermatitis ini memiliki sifat kronik yakni akan bertahan dalam kurun waktu yang lama dan akan hilang kemudian bisa kambuh lagi. Dermatitis atopik belum memiliki obat, tetapi frekuensi kambuh dan rasa gatal bisa dikurangi dengan krim anti gatal maupun krim pelembap.
6. Gigitan Serangga
Bintik merah di kulit juga bisa disebabkan oleh gigitan serangga seperti kutu misalnya. Bintik merah yang muncul umumnya disertai rasa terbakar, lecet, atau bengkak. Pada beberapa orang, gigitan kutu tidak terasa gatal. Namun, rasa gatal bisa saja muncul akibat reaksi imun tubuh saat mendeteksi racun dari gigitan serangga tersebut.
Baca Juga: Cara Memutihkan Kulit Tubuh secara Alami dalam 1 Hari
7. Sifilis
Penyakit kulit lainnya yang bisa menyebabkan bintik merah pada kulit adalah sifilis yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan ditularkan melalui aktivitas seksual. Penyakit ini juga bisa ditularkan melalui sentuhan langsung kepada kulit yang luka dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.
Bintik merah yang muncul pada umumnya terlihat seperti luka kecil, namun tidak terasa nyeri. Selain itu, orang yang menderita sifilis akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening serta menurunnya berat badan. Jika tidak diobati segera, penyakit ini bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi berbahaya.
8. Rubella Menyebabkan Bintik Merah
Rubella adalah salah satu penyakit menular yang memicu bintik merah pada kulit. Penyakit yang disebabkan oleh virus rubella ini, selain menimbulkan benjolan merah, gejala lain yang ditimbulkan bisa di antaranya:
- demam,
- sakit kepala,
- batuk, pilek, dan
- pembengkakan kelenjar getah bening.
Mengutip penelitian dari Eurosurveillance, rubella bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, bila menjangkiti ibu hamil, rubella memicu keguguran, kematian janin, hingga bayi lahir cacat. Sayangnya, belum ada obat untuk mengatasi Rubella. Anda hanya bisa mencegahnya dengan vaksin MMR.
9. Cacar Air
Cacar adalah penyakit yang timbul akibat infeksi virus varicella-zoster. Perlu Anda ingat, virus cacar ini sangat menular, terutama dengan orang yang belum pernah vaksin cacar. Penyakit cacar membuat tubuh mengalami bintik merah pada kulit. Bintik-bintik ini terasa gatal dan melepuh.
Pengobatan cacar air bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala, dengan atau tanpa bantuan obat. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala, yaitu mengenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut, serta tidak menggaruk ruam atau luka pada kulit.
10. Campak
Serupa dengan rubella, campak muncul akibat virus, tepatnya virus Measles. Penderita campak akan mengalami bintik merah pada kulit dalam jangka waktu tiga sampai dengan lima hari setelah gejala awal.
Ruam dan bintik ini menyebar dari wajah hingga ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita campak juga mengalami demam dengan suhu lebih dari 40°C. Menurut CDC, campak merupakan penyakit yang cukup serius karena bisa mengarah pada komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, hingga ensefalitis (radang otak).
Komplikasi akibat campak lebih rentan menjangkiti anak-anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa di atas usia 20 tahun.
11. Folikulitis
Folikulitis adalah peradangan dan infeksi pada folikel rambut. Penyakit ini ditandai dengan adanya benjolan menyerupai jerawat dan bintik merah pada kulit. Kondisi ini disebabkan oleh mencukur, berendam di air panas, dan berkeringat berlebih.
Bintik merah pada kulit akibat folikulitis biasanya timbul di bagian wajah, lengan, punggung, dan tungkai. Beberapa mikroorganisme pemicu folikulitis, yaitu:
- Staphylococcus aureus,
- Pseudomonas aeruginosa,
- Malassezia folliculitis,
- Pseudofolliculitis barbae, dan
- Sycosis barbae.
12. Kurap
Kurap, yang juga dikenal sebagai “kutu air” atau tinea pedis, adalah infeksi jamur yang menyerang kulit, terutama di area kaki. Infeksi ini biasanya terjadi di sekitar jari kaki, telapak kaki, atau bahkan selangkangan.
Gejalanya meliputi munculnya bintik merah menyerupai jerawat dengan tekstur menonjol dan pola melingkar. Kurap dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi.
13. Carbuncle
Carbuncle adalah benjolan merah berisi nanah yang terbentuk di bawah kulit akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus.
Kondisi ini sering muncul di bagian belakang leher atau sisi paha. Benjolan tersebut bisa pecah, mengeluarkan nanah, dan meninggalkan luka pada kulit. Selain benjolan, carbuncle juga dapat disertai gejala lain seperti demam, kelelahan, dan rasa nyeri.
Itulah beberapa penyakit dan infeksi yang bisa menyebabkan bintik merah pada kulit. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter segera setelah mengalami salah satu gejala di atas agar tidak terjadi salah diagnosis dan segera mendapatkan pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Cara Mengencangkan Kulit Wajah Usia 40, Jadi Awet Muda!
Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit yang Gatal
Untuk mengobati bintik merah pada kulit yang juga terasa gatal, perlu dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Namun, berikut adalah beberapa cara perawatan umum untuk mengatasi bintik merah pada kulit yang disertai gatal, terutama jika keluhannya masih tergolong ringan.
1. Gunakan Krim Antigatal
Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan krim antigatal seperti losion calamine. Jenis krim ini dapat membantu mengurangi rasa gatal pada bintik merah pada kulit, sehingga mencegah garukan berlebihan yang berpotensi menyebabkan iritasi dan infeksi kulit.
2. Konsumsi Obat Antihistamin
Jika penyebab bintik merah dan gatal disebabkan oleh reaksi alergi, Anda dapat meredakannya dengan mengonsumsi obat antihistamin sesuai anjuran dokter. Namun, perlu diingat bahwa obat antihistamin bisa menyebabkan efek samping seperti rasa kantuk, sehingga disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat atau mengemudi setelah mengonsumsinya.
3. Terapkan Kompres Dingin
Cara lain yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan kompres dingin pada area kulit yang meradang dan gatal. Hindari menggaruk area tersebut secara berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.
Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa gatal dan merah secara perlahan. Gunakan es batu yang dibungkus dengan kain bersih, dan kompreskan pada area yang terasa gatal selama 10-15 menit beberapa kali sehari hingga rasa gatal mereda.
4. Oleskan Lidah Buaya
Gel lidah buaya memiliki sifat antiinflamasi dan dapat meredakan peradangan kulit. Selain itu, gel ini juga kaya akan antioksidan dan vitamin yang dapat membantu mempercepat penyembuhan kulit. Oleskan gel pada bintik merah, biarkan meresap selama 15-20 menit, lalu bilas dengan air. Penggunaan rutin dapat membantu mengurangi kemerahan dan menjaga kelembapan kulit.
5. Gunakan Madu
Madu memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Madu juga mengandung enzim dan nutrisi yang dapat mempercepat proses penyembuhan kulit. Oleskan madu murni pada bintik merah, biarkan selama 20-30 menit, lalu bilas dengan air hangat.
Penggunaan secara teratur dapat membantu membersihkan pori-pori, mengurangi kemerahan, dan melembapkan kulit. Pastikan untuk menggunakan madu organik atau madu murni tanpa tambahan bahan kimia untuk hasil yang optimal.
Selain itu, apabila Anda juga mengalami permasalahan kesehatan kulit lain seperti kekusaman, atau muncul tanda-tanda penuaan pada kulit Anda, tidak ada salahnya Anda mencoba treatment Anti Wrinkle Injection dari Jakarta Aesthetic Clinic (JAC).
Treatment ini merupakan salah satu prosedur paling populer dalam dunia anti-aging, terapi Anti-Wrinkle Injection akan membantu mengurangi kinerja otot yang berlebihan ketika Anda berekspresi. Hasilnya membuat wajah Anda tampak lebih muda dan segar dengan mengurangi hingga menghilangkan kerutan yang muncul di sekitar area wajah. Selain itu, terapi Anti-Wrinkle Injection juga banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk meniruskan otot rahang yang besar.
Sumber rujukan:
- Ratnasari, Grace. 17 Juli 2019. 5 Penyebab Bercak Merah pada Kulit Anak Serta Penanganannya. https://www.sehatq.com/artikel/penyebab-bercak-merah-pada-kulit-anak-serta-penanganannya
- Puji, Aprinda. 12 April 2018. 4 Penyebab Munculnya Bintik-Bintik Merah pada Kulit. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/dermatologi/penyebab-kulit-bintik-merah/
- Adrian, Kevin. 17 Mei 2019. Bercak Merah pada Kulit, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya. https://www.alodokter.com/bercak-merah-pada-kulit-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
Comments are closed.



















