11 Penyebab Munculnya Bintik Merah pada Kulit

Bintik Merah pada Kulit

 

Kulit adalah bagian tubuh kita yang paling sering mengalami kontak langsung dengan beragam benda asing di luar tubuh. Konsekuensinya adalah kondisi kulit menjadi kotor dan berkeringat sehingga dapat menyebabkan gangguan kulit, salah satunya yaitu bintik merah pada kulit.

Bintik merah di kulit bisa terjadi pada siapa saja dan biasanya bisa menyebabkan gatal dan juga tidak. Beberapa penyebabnya antara lain karena gigitan serangga, alergi, infeksi, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Lain lagi dengan munculnya bintik merah tapi tidak menimbulkan gatal sama sekali. Biasanya hal tersebut menandakan kondisi penyakit tertentu seperti tipes, campak, hingga rubella. Meskipun tidak gatal, namun hal tersebut tidak bisa dibiarkan terutama apabila bintik merah dibarengi dengan gejala-gejala lain seperti demam, dan nyeri

Oleh karena itu, sebelum melakukan treatment, ada baiknya Anda mencatat apa saja penyebab bintik merah pada kulit Anda berikut ini.

1. Biang Keringat

Jika bintik merah pada kulit terlihat seperti ruam yang terjebak di bawah kulit, maka kemungkinan besar itu adalah biang keringat atau miliria. Namun, ada pula biang keringat yang berupa ruam berisi cairan di permukaan kulit. Tidak hanya bayi, tetapi orang dewasa juga bisa menderita penyakit ini, terutama saat cuaca panas.

Anda bisa menghindari segala macam aktivitas yang menyebabkan Anda berkeringat secara berlebihan. Biang keringat pada umumnya akan hilang dengan sendirinya, namun jika gejala semakin parah maka sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter ahli.

Baca juga: Cantik Sempurna dengan 5 Cara Alami Mengilangkan Flek Hitam di Pipi

2. Biduran

Berbeda dari biang keringat yang disebabkan oleh keringat, biduran bisa disebabkan oleh udara panas maupun dingin, alergi terhadap suatu bahan makanan tertentu, infeksi terhadap obat tertentu maupun stress.

Bintik merah pada kulit yang biduran biasanya akan terasa perih dan gatal serta berbentuk bentol-bentol yang bisa muncul di satu bagian tubuh tertentu maupun menyebar ke bagian tubuh lainnya. Biduran dapat disembuhkan menggunakan obat antihistamin.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kulit Kering

3. Jamur

Infeksi jamur atau kandidiasis bisa menjadi penyebab munculnya bintik merah pada kulit yang akan menyebabkan kulit terasa perih dan kulit gatal. Biasanya, infeksi jamur ini akan muncul di beberapa lipatan kulit yang sering lembab seperti selangkangan, ketiak, bawah payudara, sela-sela jari maupun sudut mulut.

Anda akan terhindar dari infeksi jamur selama Anda menjaga kebersihan diri, namun ada beberapa kasus infeksi jamur yang disebabkan oleh penyakit lain seperti diabetes. Infeksi jamur dapat menular jika orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah bersentuhan langsung dengan penderita.

4. Kudis

Bintik berwarna merah pada kulit dapat juga muncul karena adanya kutu Sarcoptes scabiei var. hominis yang seringkali meletakkan telurnya di permukaan kulit dengan bentuk serupa jerawat dan dapat menyebar dengan cepat.

Pada kulit manusia, parasit scabies ini bisa hidup hingga 1-2 bulan, namun jika berpindah maka kutu ini hanya bisa hidup selama 2 atau 3 hari karena tidak bisa bertahan terlalu lama jika tidak berada di kulit. Selain itu, parasit ini bisa mati jika dipanaskan sekitar 50 derajat Celcius, sehingga untuk menghindarinya Anda dapat merendam baju dengan air panas.

Baca Juga: Cara Mengencangkan Kulit Wajah Dibawah Mata

5. Dermatitis Atopik

Salah satu jenis dermatitis yang bisa menyebabkan bintik merah pada kulit adalah dermatitis atopik atau eksim. Dermatitis atopik ini disebabkan karena berbagai faktor, mulai dari lingkungan, reaksi alergi, hingga zat iritan. Bercak merah pada dermatitis atopik umumnya terasa kering dan gatal.

Dermatitis atopik memiliki sifat kronik yakni akan bertahan dalam kurun waktu yang lama dan akan hilang kemudian bisa kambuh lagi. Dermatitis atopik belum memiliki obat, tetapi frekuensi kambuh dan rasa gatal bisa dikurangi dengan krim anti gatal maupun krim pelembab.

6. Dermatitis Kontak

Jenis dermatitis lainnya adalah dermatitis kontak, yang disebabkan oleh reaksi alergi pada kulit oleh bahan tertentu. Bahan-bahan ini bisa berupa lotion, sabun, deterjen, kosmetik, logam tertentu, sampai lateks. Bahkan, ada beberapa penderita yang kulitnya akan melepuh, menebal, pecah-pecah dan terasa nyeri.

Biasanya, bintik merah ini akan hilang dengan sendirinya jika penderita tidak bersentuhan lagi dengan alergen pemicu. Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.

Baca Juga: Cara Memutihkan Kulit Tubuh secara Alami dalam 1 Hari

7. Sifilis

Penyakit lainnya yang bisa menyebabkan bintik merah pada kulit adalah sifilis yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan ditularkan melalui aktivitas seksual. Penyakit ini juga bisa ditularkan melalui sentuhan langsung kepada kulit yang luka dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.

Bintik merah yang muncul pada umumnya terlihat seperti luka kecil, namun tidak terasa nyeri. Selain itu, orang yang menderita sifilis akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening serta menurunnya berat badan. Jika tidak diobati segera, penyakit ini bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi berbahaya.

8. Rubella

Rubella adalah salah satu penyakit menular yang memicu bintik merah pada kulit. Penyakit yang disebabkan oleh virus rubella ini, selain menimbulkan benjolan merah, gejala lain yang ditimbulkan bisa di antaranya:

  • demam,
  • sakit kepala,
  • batuk, pilek, dan
  • pembengkakan kelenjar getah bening.

Mengutip penelitian dari Eurosurveillance, rubella bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, bila menjangkiti ibu hamil, rubella memicu keguguran, kematian janin, hingga bayi lahir cacat. Sayangnya, belum ada obat untuk mengatasi Rubella. Anda hanya bisa mencegahnya dengan vaksin MMR.

9. Cacar Air

Cacar adalah penyakit yang timbul akibat infeksi virus varicella-zoster. Perlu Anda ingat, virus cacar ini sangat menular, terutama dengan orang yang belum pernah vaksin cacar. Penyakit cacar membuat tubuh mengalami bintik merah pada kulit. Bintik-bintik ini terasa gatal dan melepuh.

Pengobatan cacar air bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala, dengan atau tanpa bantuan obat. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala, yaitu mengenakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut, serta tidak menggaruk ruam atau luka pada kulit.

10. Campak

Serupa dengan rubella, campak muncul akibat virus, tepatnya virus Measles. Penderita campak akan mengalami bintik merah pada kulit dalam jangka waktu tiga sampai dengan lima hari setelah gejala awal.

Ruam dan bintik ini menyebar dari wajah hingga ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita campak juga mengalami demam dengan suhu lebih dari 40°C. Menurut CDC, campak merupakan penyakit yang cukup serius karena bisa mengarah pada komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, hingga ensefalitis (radang otak).

Komplikasi akibat campak lebih rentan menjangkiti anak-anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa di atas usia 20 tahun.

11. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan dan infeksi pada folikel rambut. Gejala penyakit ini adalah adanya benjolan menyerupai jerawat dan bintik merah pada kulit. Kondisi ini biasanya muncul akibat mencukur, berendam di air panas, dan berkeringat berlebih.

Bintik merah pada kulit akibat folikulitis biasanya timbul di bagian wajah, lengan, punggung, dan tungkai. Beberapa mikroorganisme pemicu folikulitis, yaitu:

  • Staphylococcus aureus,
  • Pseudomonas aeruginosa,
  • Malassezia folliculitis,
  • Pseudofolliculitis barbae, dan
  • Sycosis barbae.

Itulah beberapa penyakit dan infeksi yang bisa menyebabkan bintik merah pada kulit. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter segera setelah mengalami salah satu gejala di atas agar tidak terjadi salah diagnosis dan segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit yang Gatal

Untuk mengobati bintik merah pada kulit yang juga terasa gatal, perlu dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Namun, berikut adalah beberapa cara umum untuk mengatasi bintik merah pada kulit yang disertai gatal, terutama jika keluhannya masih tergolong ringan.

1. Gunakan Krim Antigatal

Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan krim antigatal seperti losion calamine. Krim ini dapat membantu mengurangi rasa gatal pada bintik merah pada kulit, sehingga mencegah garukan berlebihan yang berpotensi menyebabkan iritasi dan infeksi kulit.

2. Konsumsi Obat Antihistamin

Jika penyebab bintik merah dan gatal disebabkan oleh reaksi alergi, Anda dapat meredakannya dengan mengonsumsi obat antihistamin sesuai anjuran dokter. Namun, perlu diingat bahwa obat antihistamin bisa menyebabkan efek samping seperti rasa kantuk, sehingga disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat atau mengemudi setelah mengonsumsinya.

3. Oleskan Minyak Kelapa

Minyak kelapa juga dapat digunakan sebagai cara mengatasi bintik merah pada kulit yang gatal. Minyak ini mengandung senyawa antiradang dan antiseptik yang membantu mengatasi masalah kulit seperti eksim, kulit kering, hingga mempercepat penyembuhan luka ringan. Oleskan minyak kelapa secara rutin pada area kulit yang bintik merah dan gatal.

4. Terapkan Kompres Dingin

Cara lain yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan kompres dingin pada area kulit yang meradang dan gatal. Hindari menggaruk area tersebut secara berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi dan infeksi. Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa gatal dan merah secara perlahan. Gunakan es batu yang dibungkus dengan kain bersih, dan kompreskan pada area yang terasa gatal selama 10-15 menit beberapa kali sehari hingga rasa gatal mereda.

Selain itu, apabila Anda juga mengalami permasalahan kesehatan kulit lain seperti kekusaman, atau muncul tanda-tanda penuaan pada kulit Anda, tidak ada salahnya Anda mencoba treatment Anti Wrinkle Injection dari Jakarta Aesthetic Clinic (JAC).

Treatment ini merupakan salah satu prosedur paling populer dalam dunia anti-aging, terapi Anti-Wrinkle Injection akan membantu mengurangi kinerja otot yang berlebihan ketika Anda berekspresi. Hasilnya membuat wajah Anda tampak lebih muda dan segar dengan mengurangi hingga menghilangkan kerutan yang muncul di sekitar area wajah. Selain itu, terapi Anti-Wrinkle Injection juga banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk meniruskan otot rahang yang besar.

 


Sumber rujukan:

  • Ratnasari, Grace. 17 Juli 2019. 5 Penyebab Bercak Merah pada Kulit Anak Serta Penanganannya. https://www.sehatq.com/artikel/penyebab-bercak-merah-pada-kulit-anak-serta-penanganannya
  • Puji, Aprinda. 12 April 2018. 4 Penyebab Munculnya Bintik-Bintik Merah pada Kulit. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/dermatologi/penyebab-kulit-bintik-merah/
  • Adrian, Kevin. 17 Mei 2019. Bercak Merah pada Kulit, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya. https://www.alodokter.com/bercak-merah-pada-kulit-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya

 

dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah dan Kenali Faktor Penyebabnya

4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah dan Kenali Faktor Penyebabnya

Mei 17, 2024
6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

Mei 16, 2024
5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

Mei 15, 2024

Comments are closed.