6 Cara Menghilangkan Stretch Mark di Tubuh

Stretch mark merupakan garis-garis berwarna putih mirip retakan yang muncul di permukaan kulit. Stretch mark biasanya muncul ketika seseorang mengalami pertambahan berat badan atau pertumbuhan. Pada dasarnya, stretch mark merupakan kulit yang pecah atau robek, namun bukan merupakan indikasi adanya masalah kesehatan yang serius. Namun karena kerap mengganggu penampilan, banyak orang yang mencari cara menghilangkan stretch mark.
Secara umum, ada 6 cara menghilangkan stretch mark yang dapat Anda lakukan. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut!
Cara Menghilangkan Stretch Marks
Stretch marks memang tidak selalu bisa hilang sepenuhnya, tetapi tampilannya dapat disamarkan dengan perawatan yang tepat. Pilihan caranya pun beragam, mulai dari perawatan yang bisa dilakukan di rumah hingga treatment profesional yang disesuaikan dengan kondisi kulit. Berikut beberapa treatment stretch mark yang dapat dicoba:
1. Eksfoliasi
Cara menghilangkan stretch mark paling mudah adalah dengan melakukan eksfoliasi secara rutin. Proses eksfoliasi akan menghilangkan lapisan kulit mati dari tubuh Anda dan lapisan baru akan muncul untuk meratakan stretch mark Anda. Menggabungkan eksfoliasi dengan metode perawatan lain akan membuat hasilnya terlihat lebih cepat.
2. Perawatan Topikal
Pemberian krim dan salep topikal adalah metode yang sangat terjangkau untuk mengurangi stretch mark di tubuh. Ada krim yang bisa Anda beli dengan bebas, namun ada juga yang harus didapatkan dengan resep dokter.
Penggunaan krim topikal secara teratur akan mencerahkan warna stretch mark meski tidak bisa menghilangkan sepenuhnya. Sebelum menggunakan perawatan topikal, pastikan Anda berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter. Pasalnya beberapa jenis krim mungkin tidak cocok untuk Anda dan bisa memicu alergi.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat
3. Mikrodermabrasi
Mikrodermabrasi merupakan cara menghilangkan stretch mark tanpa rasa sakit. Prosedur ini menargetkan lapisan epidermis kulit dan bekerja dengan cara merangsang kulit untuk mengencangkan serat kolagen dan elastin.
Mikrodermabrasi dilakukan dengan menyemprotkan kristal eksfoliasi dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti tongkat. Kristal yang menempel kemudian dihilangkan dengan hati-hati dari permukaan kulit bersama dengan sel-sel epidermis yang sudah mati. Agar hasilnya maksimal, mikrodermabrasi harus diulangi selama beberapa kali.
4. Microneedling
Proses ini menargetkan lapisan dermis yang merupakan lapisan tengah. Pada lapisan inilah stretch mark terbentuk. Dalam prosedur ini, kulit Anda akan ditusuk dengan jarum kecil untuk merangsang produksi kolagen. Kolagen dan elastin yang meningkat akan mendorong regenerasi kulit yang dapat memperbaiki penampilan Anda dengan mengurangi tampilan stretch mark.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Komedo Hitam
5. Terapi Laser
Terapi laser merupakan pilihan perawatan yang umum dilakukan untuk menghilangkan stretch mark. Dalam prosedurnya, laser akan menembus kulit untuk memicu regenerasi. Terapi ini merangsang jaringan di sekitar stretch mark Anda untuk sembuh lebih cepat.
Terapi laser juga menstimulasi produksi melanin pada area kulit yang terkena stretch mark, mengaktifkan sel pigmen di kulit Anda. Ini bisa membuat stretch mark berbaur dengan warna kulit normal Anda Anda. Meskipun cukup efektif, terapi laser harus dilakukan lebih dari satu sesi agar hasilnya maksimal.
6. Operasi Plastik
Operasi plastik merupakan cara menghilangkan stretch mark lainnya yang bisa Anda coba ketika lima langkah sebelumnya tidak berhasil. Operasi plastik biayanya cukup mahal namun bisa menghilangkan bekas apapun secara permanen. Meski begitu perlu diingat, proses operasinya sendiri juga bisa meninggalkan bekas luka.
Penyebab Stretch Mark
Stretch marks terjadi ketika lapisan tengah kulit (dermis) mengalami peregangan berlebihan dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat serat kolagen dan elastin merobek, sehingga muncul tekstur garis-garis pada permukaan kulit. Berikut beberapa penyebab stretch mark yang paling umum:
1. Perubahan Hormon
Perubahan hormon saat pubertas, kehamilan, hingga setelah melahirkan menjadi penyebab stretch mark yang sering terjadi. Fluktuasi hormon memengaruhi produksi kolagen dan elastin yang berperan menjaga elastisitas kulit. Saat elastisitas menurun, kulit lebih rentan mengalami stretch marks, terutama di area perut dan paha.
2. Peregangan Kulit Secara Cepat
Kenaikan berat badan drastis atau pertumbuhan tubuh yang pesat membuat sel kulit tidak sempat beradaptasi. Peregangan yang terjadi secara cepat memicu kerusakan jaringan di bawah permukaan kulit. Awalnya stretch marks biasanya berwarna merah, lalu perlahan berubah lebih pucat seiring waktu.
3. Faktor Genetik
Riwayat keluarga turut memengaruhi risiko seseorang mengalami stretch mark. Jika orang tua memiliki stretch marks yang cukup jelas, kemungkinan Anda juga memiliki struktur kulit dengan elastisitas yang lebih rentan terhadap peregangan.
4. Penurunan Produksi Kolagen
Kolagen berfungsi menjaga kekuatan dan kekenyalan kulit. Ketika produksinya menurun—baik karena faktor usia maupun perubahan hormon—kulit menjadi lebih mudah mengalami robekan mikro saat meregang. Hal ini membuat stretch marks lebih mudah muncul dan terlihat jelas.
5. Kondisi Medis dan Penggunaan Obat Tertentu
Beberapa kondisi medis yang memengaruhi hormon atau penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang dapat menurunkan kadar kolagen. Akibatnya, kulit menjadi lebih tipis dan rentan terhadap stretch marks. Jika muncul tanpa sebab yang jelas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan tertentu.
Coba Treatment Stretch Mark yang Aman di JAC!
Itulah beberapa cara menghilangkan stretch mark di tubuh yang bisa Anda coba. Cara di atas dapat dipilih dengan berbagai pertimbangan termasuk separah apa stretch mark yang ingin dihilangkan. Agar hasilnya semakin maksimal, hubungi tenaga dokter profesional hanya melalui Jakarta Aesthetic Clinic.
Comments are closed.



















Make Appointment Now