Keloid Bekas SC: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya
Bekas operasi caesar yang makin tebal, menonjol, keras, atau terasa gatal tentu bisa membuat Anda tidak nyaman. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda keloid bekas SC, yaitu jaringan parut yang tumbuh berlebihan hingga melewati batas luka awal. Keloid juga tidak selalu langsung terlihat setelah luka sembuh, tetapi bisa mulai muncul beberapa bulan kemudian.
Kabar baiknya, tidak semua bekas SC akan berkembang menjadi keloid. Risiko setiap orang berbeda dan perawatan luka sejak awal juga perlu diperhatikan. Simak penyebab, cara mencegah, hingga pilihan penanganannya di artikel ini.
Baca juga: Hypertrophic Scar vs Keloid
Penyebab Keloid Bekas SC

Keloid terjadi ketika tubuh membentuk jaringan parut lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk memperbaiki luka. Pada bekas operasi caesar, kemunculannya dapat dipengaruhi beberapa faktor berikut:
1. Respons Penyembuhan Luka yang Berlebihan
Saat bekas operasi sembuh, tubuh membentuk jaringan baru untuk memperbaiki kulit. Pada orang yang rentan keloid, proses ini berlangsung berlebihan hingga jaringan parut menjadi tebal dan melebar melampaui garis sayatan semula.
2. Pernah Mengalami Keloid Sebelumnya
Riwayat keloid menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Jika Anda pernah membentuk keloid setelah luka, operasi, tindik, atau cedera kulit lainnya, risiko muncul kembali setelah SC juga lebih tinggi.
3. Faktor Genetik
Kecenderungan membentuk keloid dapat diturunkan dalam keluarga. Artinya, dua orang dengan luka operasi yang hampir sama belum tentu memiliki bentuk bekas luka yang sama setelah sembuh.
4. Iritasi atau Cedera Berulang pada Area Luka
Area bekas SC cukup sering mengalami gesekan dari pakaian atau tarikan saat tubuh bergerak. Ketika jaringan masih dalam masa pemulihan, iritasi dan trauma berulang pada area tersebut sebaiknya dihindari. Karena itu, jangan menggaruk, menggosok keras, atau melakukan tindakan tertentu pada bekas SC yang belum pulih tanpa arahan dokter.
5. Adanya Peradangan pada Luka
Peradangan pada kulit juga berkaitan dengan pembentukan keloid pada orang yang rentan. Kondisi luka yang bermasalah selama proses penyembuhan perlu ditangani dengan tepat agar tidak terus mengalami iritasi.
Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah secara Efektif
Cara Mencegah Munculnya Keloid pada Bekas Operasi Caesar
Tidak ada metode yang bisa menjamin keloid tidak akan terbentuk sama sekali. Namun, Anda dapat merawat luka secara tepat dan mengurangi trauma pada area bekas operasi sejak awal. Berikut langkah yang dapat dilakukan:
1. Rawat Luka Sesuai Instruksi Dokter
Bersihkan luka dan ganti penutup luka mengikuti petunjuk tenaga medis yang menangani Anda. Pastikan tangan sudah bersih sebelum menyentuh area operasi dan gunakan hanya produk perawatan luka yang memang direkomendasikan.
Jangan menambahkan salep, krim, atau produk lain sendiri pada luka yang masih terbuka. Bila kondisi luka berubah atau muncul keluhan, periksakan terlebih dahulu sebelum mencoba perawatan tambahan.
2. Gunakan Silicone Gel atau Silicone Sheet Setelah Luka Menutup
Setelah luka benar-benar menutup, silicone gel atau silicone sheet medis dapat digunakan untuk membantu mencegah jaringan parut menjadi semakin menonjol. Silicone sheet juga digunakan dalam penanganan keloid untuk membantu meratakan jaringan.
Jangan menempelkan silicone sheet pada luka yang masih terbuka atau berkeropeng. Mulai penggunaannya setelah luka sembuh dan dokter menyatakan area tersebut sudah aman untuk diberikan perawatan bekas luka.
3. Kurangi Gesekan pada Bekas Operasi
Pilih pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat pada bagian perut agar garis operasi tidak terus bergesekan. Saat bekas luka masih sensitif, hindari pula menggosok area tersebut dengan handuk secara kasar.
Jika terasa gatal, jangan menggaruknya menggunakan kuku. Rasa gatal yang berat atau terus berulang sebaiknya diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui.
4. Ikuti Batas Aktivitas Selama Masa Pemulihan
Kembali beraktivitas secara bertahap sesuai arahan dokter setelah operasi. Hindari mengangkat beban berat atau melakukan gerakan yang membuat area bekas SC terasa tertarik sebelum tubuh benar-benar siap. Anda tetap perlu bergerak sesuai anjuran selama pemulihan, tetapi jangan memaksakan aktivitas ketika luka masih terasa nyeri atau belum pulih.
5. Pantau Perubahan pada Bekas Luka
Perhatikan bentuk garis operasi setelah luka menutup. Jika permukaannya mulai meninggi, terasa semakin keras, gatal, atau jaringan tampak meluas melewati garis luka, jangan menunggu sampai ukurannya membesar.
Apakah Keloid Bisa Hilang Permanen?

Keloid tidak biasanya memudar dengan sendirinya seperti sebagian bekas luka lain. Treatment dapat membantu membuat permukaannya lebih rata, mengecilkan ukuran, serta meredakan keluhan seperti nyeri atau gatal.
Namun, hasil treatment dapat berbeda pada setiap orang dan keloid tetap memiliki kemungkinan untuk tumbuh kembali. Karena itu, penanganannya perlu disesuaikan dengan ukuran, ketebalan, lokasi, serta kondisi jaringan parut Anda.
Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Wajah dengan Alami
Adakah Cara untuk Menghilangkan Keloid Bekas SC?
Keloid bekas SC yang sudah terbentuk umumnya membutuhkan treatment medis untuk mengecilkan dan meratakan jaringan. Salah satu pilihan yang sering digunakan adalah injeksi keloid, yaitu penyuntikan obat langsung ke jaringan parut. Treatment ini dilakukan secara bertahap untuk membantu membuat keloid lebih lunak dan mengecil.
Meski begitu, injeksi bukan satu-satunya metode. Dokter dapat mengombinasikannya dengan silicone sheet, laser, krioterapi, atau prosedur lain sesuai kondisi keloid. Karena jaringan keloid memiliki kemungkinan tumbuh kembali, pemilihan treatment sebaiknya dilakukan setelah pemeriksaan langsung, bukan berdasarkan ukuran atau tampilannya saja.
Ini Waktunya Wujudkan Penampilan Maksimal Bebas Keloid Bersama JAC!
Keloid bekas SC yang terus menebal atau menonjol tidak hanya mengubah tampilan bekas operasi, tetapi juga dapat terasa gatal dan mengganggu kenyamanan sehari-hari. Jika jaringan sudah berkembang menjadi keloid, perawatan lebih lanjut perlu dilakukan.
Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) menyediakan Prime Exosome dan Injeksi Keloid. Kombinasi treatment ini bekerja untuk mendukung proses regenerasi sel dan perbaikan jaringan kulit. Prime Exosome juga memiliki efek anti-inflamasi serta membantu meningkatkan kualitas jaringan kulit, sedangkan injeksi membantu menangani masalah keloid dan membuat area bekas luka terlihat lebih samar.
Perawatan di JAC tidak dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk setiap pasien. Kondisi keloid akan dinilai terlebih dahulu dari ketebalan, luas jaringan, keluhan yang muncul, hingga riwayat pembentukan keloid sebelumnya. Sebagai klinik kecantikan di Jakarta, Anda akan ditangani langsung oleh dokter berpengalaman dan teknologi terkini.
Konsultasikan dengan dokter ahli JAC untuk menghilangkan tampilan bekas luka dan buat kulit terasa lebih nyaman saat Anda kembali beraktivitas maupun mengenakan pakaian favorit.
Sumber:
Talluri, A., & Gurram, V. S. (2025). Management of Caesarean Scar Keloid in Pregnancy: A Multidisciplinary Approach. Cureus, 17(10), e95375. https://doi.org/10.7759/cureus.95375
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/keloid-scar/diagnosis-treatment/drc-20520902
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/keloid-scar
Comments are closed.




















Make Appointment Now