Kenali Perbedaan Close Komedo dan Bruntusan agar Tidak Salah Rawat

Bintik kecil yang bikin permukaan wajah terasa kasar memang gampang disangka sama. Padahal, perbedaan close komedo dan bruntusan cukup penting karena close komedo terjadi akibat pori tersumbat, sedangkan bruntusan adalah istilah umum untuk bintik atau tekstur kecil yang bisa muncul karena berbagai kondisi.

Masalahnya, kalau penyebabnya berbeda, perawatannya juga tidak bisa disamaratakan. Supaya tidak salah pilih skincare atau treatment, Anda perlu tahu perbedaan dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. JAC akan memberikan informasinya untuk Anda di artikel ini,

Baca juga: Apa Itu Closed Komedo? Ini Dia Penyebab dan Solusinya

Apa Perbedaan Close Komedo dan Bruntusan?

5 perbedaan close komedo dan bruntusan

Close komedo dan bruntusan bisa sama-sama terasa seperti bintik kecil saat diraba. Bedanya bisa dilihat dari bentuk, penyebab, sampai keluhan yang menyertainya. Berikut penjelasannya:

1. Bentuknya Tidak Selalu Sama

Close komedo biasanya terlihat seperti tonjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit. Bentuknya cenderung padat dan tidak memiliki lubang terbuka di bagian tengah.

Bruntusan bisa terlihat lebih beragam. Ada yang berupa bintik kecil merata, kemerahan, atau tekstur kasar yang muncul bergerombol di area tertentu.

2. Penyebabnya Berbeda

Close komedo terbentuk saat minyak dan sel kulit mati menyumbat pori. Karena permukaan porinya tertutup, sumbatan tetap berada di bawah kulit dan membentuk tonjolan kecil.

Bruntusan tidak punya satu penyebab khusus. Kondisi ini bisa muncul akibat pori tersumbat, iritasi, produk yang tidak cocok, gesekan, atau masalah kulit tertentu.

3. Sensasi pada Kulit Bisa Berbeda

Close komedo biasanya tidak terasa gatal atau nyeri jika belum mengalami peradangan. Keluhan utamanya lebih sering berupa tekstur kulit yang terasa tidak rata.

Bruntusan bisa disertai rasa gatal, perih, atau kemerahan tergantung penyebabnya. Karena itu, bintik kecil yang terasa gatal terus-menerus sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai komedo.

4. Pola Kemunculannya Berbeda

Close komedo cukup sering muncul di area yang lebih mudah berminyak seperti dahi, hidung, dagu, dan pipi. Jumlahnya bisa sedikit atau memenuhi satu area.

Bruntusan bisa muncul di bagian wajah mana saja. Polanya juga dapat berubah sesuai pemicunya, misalnya hanya muncul setelah memakai produk tertentu atau pada bagian wajah yang sering bergesekan.

5. Cara Menanganinya Tidak Sama

Close komedo membutuhkan perawatan yang membantu menjaga pori tetap bersih dan mencegah penumpukan sel kulit mati. Pemakaian skincare juga perlu dijaga konsisten agar sumbatan baru tidak terus terbentuk.

Pada bruntusan, langkah pertama justru mencari pemicunya. Jika masalahnya berasal dari iritasi, menambah banyak produk aktif atau terlalu sering melakukan eksfoliasi justru dapat memperburuk kondisi kulit.

Perbedaan Close Komedo Bruntusan
Bentuk Tonjolan kecil berwarna putih atau menyerupai warna kulit Bintik kecil, kemerahan, atau tekstur kasar yang bisa muncul bergerombol
Penyebab Pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati pori tersumbat, iritasi, produk tidak cocok, gesekan, atau kondisi kulit tertentu
Sensasi Biasanya tidak gatal atau nyeri selama tidak meradang Bisa terasa gatal, perih, atau disertai kemerahan
Area muncul Sering muncul di dahi, hidung, dagu, dan pipi Bisa muncul di berbagai area wajah, tergantung pemicunya
Cara menangani Fokus pada menjaga pori tetap bersih dan mencegah penumpukan sel kulit mati Perawatan harus disesuaikan dengan penyebab bruntusan

 

Apakah Close Komedo Itu Bruntusan?

Close komedo bisa terlihat seperti bruntusan, tetapi keduanya bukan kondisi yang sama. Close komedo merupakan istilah medis untuk pori tertutup yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bruntusan bukan diagnosis medis, melainkan istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kulit dengan banyak bintik kecil atau permukaan yang terasa kasar.

Jadi, close komedo bisa menjadi salah satu penyebab wajah terlihat bruntusan. Namun, tidak semua bruntusan adalah close komedo. Jika sulit membedakannya dari tampilan saja, terutama bila disertai gatal atau kemerahan, pemeriksaan langsung lebih tepat untuk mengetahui penyebabnya.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Wajah Bruntusan Akibat Skincare yang Tepat

Perawatan Kulit yang Tepat agar Lebih Sehat dan Bebas Tekstur

perawatan kulit untuk membuat kulit sehat dan halus

Perawatan kulit bertekstur tidak perlu memakai banyak produk. Yang lebih penting adalah rutinitas yang tepat dan tidak membuat kulit semakin iritasi. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

1. Gunakan Skincare yang Sesuai Kondisi Kulit

Mulai dari pembersih wajah, moisturizer, dan sunscreen yang nyaman digunakan setiap hari. Pilih produk yang tidak membuat wajah terasa semakin berminyak, kering, panas, atau perih setelah dipakai. Jika ingin menambahkan serum atau produk lain, gunakan satu per satu. Beri waktu untuk melihat respons kulit sebelum menambah produk berikutnya.

2. Eksfoliasi secara Rutin

Lakukan eksfoliasi maksimal 1-2 kali seminggu menggunakan produk yang memang ditujukan untuk pemakaian rumahan. Pakai setelah membersihkan wajah dan ikuti durasi atau cara penggunaan pada kemasan. 

Jangan menambah frekuensi hanya karena tekstur kulit belum cepat hilang. Jika muncul rasa perih, kemerahan, atau kulit mengelupas berlebihan, hentikan sementara dan kembali ke rutinitas dasar.

3. Bersihkan Wajah dengan Benar

Cuci wajah pada pagi dan malam hari menggunakan pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit. Jika menggunakan makeup atau sunscreen tebal, bersihkan hingga tidak ada sisa produk sebelum tidur.

Gunakan gerakan lembut dengan ujung jari. Tidak perlu menggosok wajah keras atau memakai alat pembersih secara berlebihan karena kulit yang terus teriritasi justru bisa terasa semakin kasar.

4. Jangan Memencet Komedo atau Bruntusan

Biarkan bintik tetap utuh dan jangan mencoba mengeluarkannya dengan kuku, pinset, atau alat ekstraksi sendiri. Tekanan yang tidak tepat dapat melukai jaringan kulit dan memicu peradangan.

Jika close komedo sudah cukup banyak atau terasa sulit dibersihkan dengan skincare, hentikan kebiasaan memencetnya dan lakukan pemeriksaan ke dokter.

5. Lakukan Treatment ke Klinik Tepercaya

Jika tekstur dan komedo tidak membaik dengan perawatan harian, konsultasikan kondisi kulit ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab bintik dan memilih prosedur yang sesuai.

Salah satu treatment yang dapat digunakan adalah peeling wajah. Prosedur ini dilakukan menggunakan bahan dengan konsentrasi yang ditentukan dokter untuk membantu mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori, dan memperbaiki tekstur kulit.

Baca juga: Apa Saja Perbedaan Bruntusan dan Fungal Acne?

Wujudkan Kulit Halus Bebas Komedo dan Bruntusan dengan Perawatan Terbaik dari Ahlinya!

Memahami perbedaan close komedo dan bruntusan membuat perawatan kulit menjadi lebih terarah. Jika bintik berasal dari pori tersumbat, fokusnya adalah membersihkan dan menjaga pori. Jika penyebabnya iritasi atau kondisi kulit lain, perawatannya perlu disesuaikan supaya masalah tidak bertambah.

Untuk tekstur kulit dan pori tersumbat yang sulit membaik dengan skincare, Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) menyediakan Peeling Komedo yang aman. Konsentrasi bahan aktif disesuaikan oleh dokter dengan kondisi kulit, termasuk kulit sensitif maupun kering. 

Banner JAC General Purpose

Prosedur JAC ini membantu mengangkat lapisan sel kulit mati yang menumpuk, membersihkan pori, serta membantu mengatasi komedo dan jerawat. Peeling juga dapat membantu membuat tekstur kulit terasa lebih halus, tampak lebih cerah, menyamarkan bekas jerawat, dan meratakan warna kulit. 

Sebagai klinik kecantikan di Jakarta, JAC melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menentukan perawatan sehingga prosedur dapat disesuaikan dengan kondisi kulit Anda. Hubungi JAC sekarang juga untuk mendapatkan kulit yang terasa lebih halus, bersih, dan cerah!

 

Sumber:

https://inovapharma.com/spot-the-difference-understanding-the-different-types-of-acne/

https://www.americanskin.org/resource/acne.php

https://dermnetnz.org/topics/comedonal-acne

dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Image Post Jakarta Aesthetic Clinic

Cara Mengecilkan Paha dan Perut agar Bentuk Tubuh Lebih Proporsional

September 11, 2026
keloid bekas sc

Keloid Bekas SC: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

September 11, 2026
pantangan setelah suntik filler

Baru Filler? Ini 5 Pantangan Setelah Suntik Filler yang Perlu Dihindari

September 10, 2026

Comments are closed.