Inilah 8 Cara Mengatasi Wajah Bruntusan Akibat Skincare

Ketika Anda mencoba merawat kulit wajah, hal terakhir yang ingin Anda lihat setelah satu atau dua minggu adalah warna kulit yang kurang bagus, munculnya jerawat kecil, atau kulit yang sangat kering. Walaupun Anda menggunakan lebih banyak bahan aktif atau tetap rajin dengan rutinitas pembersihan, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang menyebabkan masalah tersebut? Bagaimana cara mengatasi wajah bruntusan akibat skincare?

Apakah memilih produk baru merupakan sumber masalah Anda? Apakah mereka menyebabkan bruntusan di wajah untuk sementara atau reaksi permanen? Bagaimana cara mengetahui apakah kulit Anda sedang purging atau breakout? Tenang saja, berikut ini adalah cara mengatasi wajah bruntusan akibat skincare. Sehingga Anda akan tetap bisa memiliki wajah mulus dan cerah sesuai keinginan Anda. Ketahui juga penyebab bruntusan agar Anda bisa mengatasinya dengan tepat.

Wajah Bruntusan: Purging vs Breakouts

Wajah Bruntusan

Sebelum sel-sel yang tampak muda dari lapisan kulit yang lebih dalam menjadi terbuka, banyak hal lain yang terdorong ke permukaan, menyebabkan komedo putih kecil atau komedo hitam serta kulit mengelupas atau kering dan bersisik. Berbagai bahan dalam rutinitas perawatan kulit lebih responsif daripada yang lain untuk proses pembersihan. Wajah bruntusan bisa terjadi ketika kulit wajah mengalami yang namanya purging

Wajah bruntusan yang Anda lihat setelah memulai rutinitas perawatan kulit baru atau setelah menggunakan exfoliant aktif biasanya adalah microcomedones (jerawat kecil yang tidak terlihat oleh mata). Jerawat ini ada di bawah permukaan kulit dan muncul ke permukaan selama pergantian sel yang dipercepat. Anda mungkin juga melihat peningkatan pembersihan terjadi di sekitar area umum jerawat Anda, seperti hidung, dagu, atau dahi.

Namun, perlu dibedakan antara purging dan breakouts. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Meskipun purging mungkin normal setelah memulai rutinitas atau menggunakan produk baru, penting untuk mengenali perbedaan antara purging dan breakouts ini sehingga Anda tahu apa yang dianggap ‘normal’ atau reaksi terhadap suatu bahan.

Berikut adalah beberapa karakteristik yang harus diperhatikan saat menentukan apakah kulit Anda sedang purging alias pembersihan atau mengalami breakouts alias jerawat tipe reaksi:

Purging

Terletak terutama di area tertentu di mana Anda sudah sering berjerawat. Pembersihan kulit juga lebih cepat hilang daripada jerawat atau reaksi.

Breakouts

Anda mendapatkan jerawat di area baru di mana tidak sering berjerawat. Garis waktu dari pengembangan hingga breakouts dan penyembuhan selanjutnya berjalan sekitar satu minggu.

Baca juga: 4 Jenis Perawatan Wajah Berjerawat

Bagaimana Cara Mengatasi Wajah Bruntusan Akibat Skincare?

Cara Mengatasi Wajah Bruntusan Akibat Skincare

Saat kulit Anda akan melalui proses pembersihan, penting untuk menjaga rutinitas. Pada umumnya, untuk cara mengatasi wajah bruntusan dilakukan dengan menerapkan kebiasaan merawat kulit dengan menggunakan produk perawatan kulit (skincare) yang tepat dan cocok untuk kulit Anda. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi bruntusan pada wajah Anda:

1. Hindari Menyentuh atau Memencet Benjolan Atau Jerawat Kecil pada Wajah

Cara mengatasi wajah bruntusan akibat skincare adalah membiarkan kulit Anda sendiri untuk mencegah peradangan, jerawat, atau perubahan warna kulit lebih lanjut. Hal ini akan membantu mengurangi munculnya jerawat pada wajah Anda dan kesehatan kulit wajah Anda juga meningkat.

Memegang wajah juga dapat memperburuk bruntusan karena tangan membawa bakteri dari berbagai benda yang disentuh sepanjang hari. Ini yang kemudian menjadi bakteri penyebab jerawat dan memicu peradangan. Meskipun kulit memiliki lapisan pelindung, bakteri tetap dapat masuk melalui luka kecil atau pori-pori.

2. Hindari Menambahkan Produk Yang Mengeringkan Kulit Secara Rutin

Saat menggunakan skincare yang mengandung bahan aktif atau exfoliant, hindari penggunaan produk apa pun yang dapat menyebabkan kekeringan. Bagi sebagian orang, proses pembersihan termasuk menghilangkan sebum atau minyak berlebih, sehingga Anda tidak ingin melakukan eksfoliasi berlebihan dan menyebabkan kulit kering dan merah.

3. Selalu Gunakan Suncreen atau Tabir Surya

Paparan sinar matahari adalah salah satu faktor utama dalam memperburuk bruntusan dan masalah kulit lainnya. Selalu gunakan tabir surya dengan SPF yang sesuai dengan kebutuhan Anda untuk menjaga kulit dari paparan sinar matahari. Ini akan membantu melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat sinar UV dan mencegah peningkatan bruntusan.

Dalam upaya mengatasi wajah bruntusan akibat skincare, Anda dapat menggunakan suncreen dari AYOM, rekomendasi JAC untuk penanganan kulit wajah bruntusan secara optimal.

4. Mengoleskan Pelembap Secara Rutin

Penggunaan pelembab pada wajah secara rutin adalah kunci untuk menjaga kulit tetap lembap dan terhindar dari adanya kekeringan. Pilih pelembab yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Pelembab non-komedogenik (tidak menyumbat pori-pori) biasanya merupakan pilihan yang baik untuk mengatasi bruntusan.

Untuk melengkapi perawatan bruntusan wajah, AYOM juga menyediakan pelembap yang dapat secara berdampingan dipakai bersama suncreen untuk perawatan yang maksimal.

5. Lakukan Eksfoliasi Wajah dengan Lembut

Melakukan eksfoliasi wajah secara teratur dapat membantu menghilangkan sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan bruntusan. Pilihlah produk eksfoliasi yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit Anda. Gunakan eksfoliasi wajah 1-2 kali seminggu untuk membantu menjaga kulit tetap bersih dan segar.

6. Rutin Membersihkan Wajah Anda Secara Lembut

Membersihkan wajah dua kali sehari dengan lembut adalah langkah penting dalam menjaga kulit bersih. Gunakan pembersih wajah yang ringan dan hindari menggosok wajah terlalu keras. Bersihkan wajah setidaknya sebelum Anda tidur pada malam hari.

7. Pilih Produk Skincare yang Sesuai dengan Jenis Kulit Anda

Setiap jenis kulit memerlukan perawatan yang berbeda. Pastikan penggunaan skincare yang sesuai dengan kondisi kulit Anda dan pastikan produk tersebut menggunakan bahan alami. Jika Anda tidak yakin, konsultasikan dengan ahli perawatan kulit. Bisa jadi Anda memerlukan produk perawatan kulit yang mengandung bahan asam salisilat dan benzoil peroksida.

Baca juga: Apa Saja Pantangan Makanan untuk Wajah Berjerawat

8. Konsultasi dengan Dokter Kecantikan

Saat kulit Anda mulai membersihkan kotoran dari dalam lapisan kulit, namun bruntusan menjadi semakin parah, maka ada baiknya menemu profesional. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis dan mendapatkan solusi untuk masalah seperti ini.

Jika pembersihan Anda berlangsung lebih lama dari enam minggu, konsultasikan dengan dokter kulit Anda. Bisa jadi perlunya penyesuaian dosis dan/atau frekuensi aplikasi berbagai produk skincare Anda. Meski menyebalkan, periode pembersihan ini akan terbayarkan setelah kulit Anda menyesuaikan diri dengan rutinitas barunya.

Walaupun jenis kulit setiap orang berbeda, satu siklus dirasa sudah cukup untuk pembersihan yang paling terlihat. Namun proses ini juga bisa memakan waktu antara empat dan enam minggu untuk benar-benar melihat manfaat menggunakan bahan perawatan kulit yang manjur.

Cara Cek Skincare Cocok atau Tidak

Memastikan skincare cocok atau tidak sangat penting untuk mencegah masalah wajah bruntusan akibat breakout. Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk mengevaluasi kecocokan skincare pada kulit Anda:

1. Uji Coba pada Area Kulit Kecil (Patch Test)

Sebelum menggunakan produk skincare secara menyeluruh, lakukan uji coba pada area kecil kulit, seperti di belakang telinga atau bagian dalam lengan. Oleskan sedikit produk dan biarkan selama 24 jam untuk melihat apakah ada reaksi alergi, seperti kemerahan, gatal, atau ruam. Jika tidak ada reaksi negatif, kemungkinan besar produk tersebut aman digunakan pada wajah.

2. Amati Reaksi Setelah Pemakaian Pertama

Setelah mencoba skincare pada wajah, perhatikan reaksi kulit Anda dalam beberapa jam pertama. Jika kulit terasa perih, muncul kemerahan, atau terasa panas, hal ini bisa menjadi tanda bahwa produk tersebut tidak cocok. Namun, beberapa produk seperti eksfoliator memang dapat menyebabkan sedikit sensasi tingling yang masih wajar.

3. Pantau Kondisi Kulit Selama Dua Minggu

Hasil skincare biasanya mulai terlihat dalam 2–4 minggu. Selama periode ini, perhatikan apakah kulit menunjukkan tanda-tanda perbaikan atau justru memburuk, seperti timbul jerawat, kulit kering, atau iritasi. Jika masalah kulit semakin parah, hentikan penggunaan produk tersebut.

Banner JAC General Purpose

Itulah penjelasan mengenai cara mengatasi wajah bruntusan akibat skincare. Jangan lupa bahwa pola makan sehat berperan penting dalam mengatasi bruntusan. Sebisa mungkin, hindari konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh dapat memicu peradangan dan produksi minyak berlebih pada kulit, memperburuk bruntusan. Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian yang kaya antioksidan untuk melawan peradangan dan mempercepat penyembuhan kulit.

Jika masih mengalami hal yang sama, ada baiknya mengunjungi klinik perawatan wajah dari Jakarta Aesthetic Clinic. Semua proses perawatan wajah Anda akan dikerjakan oleh tim ahli. Tunggu apalagi, segera hubungi kami dan mulai proses konsultasi untuk mendapatkan wajah terbaik Anda.

Sumber:

https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/skin-purging#is-it-worth-it

https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/habits-stop

dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Image Post Jakarta Aesthetic Clinic

Cara Mengecilkan Paha dan Perut agar Bentuk Tubuh Lebih Proporsional

September 11, 2026
keloid bekas sc

Keloid Bekas SC: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

September 11, 2026
pantangan setelah suntik filler

Baru Filler? Ini 5 Pantangan Setelah Suntik Filler yang Perlu Dihindari

September 10, 2026

Comments are closed.