Hypertrophic Scar vs Keloid: Perbedaan dan Solusi untuk Mencegahnya

Apakah Anda pernah mendengar istilah hypertrophic scar dan keloid? Keduanya adalah jenis bekas luka yang sering kali membingungkan karena memiliki tampilan yang serupa. Namun, penting untuk memahami bahwa hypertrophic scar vs keloid memiliki perbedaan signifikan, baik dari segi penyebab, karakteristik, maupun cara penanganannya. 

Hypertrophic scar vs keloid menjadi topik yang relevan bagi banyak orang, terutama bagi yang ingin menjaga penampilan kulit tetap sehat dan estetis. Sebab itu, artikel ini akan membahas secara rinci perbedaan antara kedua jenis bekas luka ini, serta memberikan panduan tentang cara mencegahnya. Yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini.

baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Luka di Wajah dalam Waktu Singkat

Hypertrophic Scar vs Keloid, Apa Perbedaannya?

Hypertrophic Scar vs Keloid, Apa Perbedaannya

Hypertrophic scar dan keloid adalah dua jenis bekas luka yang terbentuk akibat proses penyembuhan luka yang tidak sempurna. Meski terlihat serupa, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai perbedaan hypertrophic scar vs keloid:

1. Definisi dan Proses Terbentuknya

Hypertrophic scar adalah bekas luka yang muncul akibat produksi kolagen berlebih selama proses penyembuhan luka. Bekas luka ini biasanya terbatas pada area luka asli dan tidak meluas ke jaringan kulit di sekitarnya.

Sebaliknya, keloid adalah bekas luka yang terbentuk akibat pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan. Tidak seperti hypertrophic scar, keloid dapat meluas ke area kulit di luar luka asli, menciptakan tampilan yang lebih besar dan menonjol.

2. Tampilan dan Tekstur

Hypertrophic scar biasanya berwarna merah muda atau merah, dengan tekstur yang lebih tebal dibandingkan kulit normal. Bekas luka ini cenderung rata atau sedikit menonjol, tetapi tetap terbatas pada area luka.

Keloid, di sisi lain, memiliki tampilan yang lebih mencolok. Bekas luka ini sering kali berwarna lebih gelap (cokelat atau ungu) dan memiliki tekstur yang keras serta menonjol. Keloid juga dapat terasa gatal atau bahkan nyeri pada beberapa kasus.

3. Faktor Risiko

Hypertrophic scar dapat terjadi pada siapa saja, terutama jika luka mengalami tekanan, infeksi, atau peradangan selama proses penyembuhan. Bekas luka ini lebih umum terjadi pada luka bakar, luka operasi, atau luka akibat trauma fisik. Sedangkan keloid lebih sering terjadi pada individu dengan kecenderungan genetik tertentu. Selain itu, keloid juga lebih sering muncul pada area tubuh tertentu, seperti dada, bahu, dan telinga.

4. Perkembangan dan Durasi

Hypertrophic scar biasanya berkembang dalam beberapa minggu setelah luka terjadi dan cenderung memudar seiring waktu. Dengan perawatan yang tepat, bekas luka ini dapat menjadi lebih rata dan kurang terlihat dalam beberapa bulan hingga tahun.

Sebaliknya, keloid cenderung terus tumbuh bahkan setelah luka sembuh. Tanpa intervensi, keloid dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dan tidak memudar secara alami seperti hypertrophic scar.

5. Penanganan dan Perawatan

Hypertrophic scar dapat diatasi dengan perawatan yang bertujuan untuk meratakan dan memudarkan bekas luka. Contohnya adalah penggunaan krim silikon, terapi tekanan, atau prosedur laser untuk memperbaiki tekstur kulit.

Keloid memerlukan pendekatan yang lebih intensif karena sifatnya yang lebih agresif. Perawatan seperti injeksi atau bahkan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi ukuran dan tampilan keloid. Namun, penting untuk dicatat bahwa keloid memiliki risiko kambuh yang lebih tinggi dibandingkan hypertrophic scar.

baca juga: Keloid Bekas Jerawat? Ini 6 Cara Mencegahnya dengan Tepat

Cara Mencegah Hypertrophic Scar dan Keloid yang Tepat

Cara Mencegah Hypertrophic Scar dan Keloid yang Tepat

Mencegah terbentuknya hypertrophic scar dan keloid memerlukan perhatian khusus, terutama jika Anda memiliki riwayat luka atau kecenderungan genetik terhadap keloid. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kedua jenis bekas luka ini:

1. Merawat Luka dengan Baik

Perawatan luka yang tepat adalah langkah pertama untuk mencegah terbentuknya hypertrophic scar dan keloid. Pastikan luka tetap bersih dan lembap untuk mendukung proses penyembuhan yang optimal. Gunakan perban steril dan ganti secara teratur sesuai anjuran.

2. Menghindari Tekanan pada Area Luka

Tekanan berlebihan pada area luka dapat memicu terbentuknya hypertrophic scar. Jika luka berada di area yang rentan terhadap gesekan atau tekanan seperti siku atau lutut, gunakan pelindung tambahan untuk mengurangi risiko iritasi.

3. Menggunakan Produk Pencegahan Bekas Luka

Produk seperti lembaran silikon atau gel silikon dapat membantu mencegah terbentuknya bekas luka yang menonjol. Produk ini bekerja dengan cara menjaga kelembapan kulit dan mengurangi produksi kolagen berlebih pada area luka.

4. Menghindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Paparan sinar matahari dapat memperburuk tampilan bekas luka, terutama pada keloid yang cenderung lebih gelap. Gunakan sunscreen dengan SPF tinggi untuk melindungi area luka dari kerusakan akibat sinar UV.

5. Konsultasi dengan Profesional Kesehatan

Jika Anda memiliki riwayat keloid atau merasa bahwa luka Anda berisiko berkembang menjadi keloid, konsultasikan dengan profesional kesehatan sejak dini. Mereka dapat merekomendasikan langkah-langkah pencegahan yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan.

Bekas luka di wajah sering kali menjadi pengingat akan cedera atau prosedur medis yang pernah dialami. Namun, tidak semua bekas luka sama. Hypertrophic scar vs keloid sering disalahartikan sebagai kondisi yang serupa, padahal keduanya memiliki karakteristik berbeda. 

baca juga: Ketahui 8 Makanan Penyebab Inflamasi atau Peradangan Kulit Wajah

Hypertrophic scar cenderung tetap dalam batas luka asli dan bisa memudar seiring waktu, sementara keloid terus tumbuh melewati area luka dan sulit mengecil tanpa intervensi medis. Jika tidak ditangani dengan tepat, kedua jenis bekas luka ini bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Anda perlu melakukan perawatan yang konsisten sebab hasilnya juga tidak dapat terlihat dalam sekejap, tetapi butuh waktu.

Solusi yang lebih efektif tanpa tindakan bedah adalah Injeksi Keloid di Jakarta Aesthetic Clinic. Teknologi eksosom yang digunakan pada injeksi ini bekerja dengan cara menstimulasi regenerasi sel, mengurangi peradangan, dan menghambat pertumbuhan jaringan parut berlebih, sehingga keloid tampak lebih rata dan kulit terasa lebih halus.

Dengan prosedur yang minim rasa sakit dan tanpa downtime, injeksi keloid di JAC dirancang untuk membantu Anda mendapatkan kulit yang lebih sehat dan merata. Perawatan ini tentunya aman sebab ditangani langsung oleh dokter ahli dengan teknik yang tepat dan teruji.

Jangan biarkan bekas luka atau masalah kulit lainnya menghalangi penampilan terbaik Anda. JAC siap membantu Anda mendapatkan perawatan yang aman dan efektif untuk kulit yang lebih sehat dan bercahaya setiap harinya. Jadwalkan konsultasi sekarang dan rasakan sendiri perubahan nyata pada kulit wajah Anda!

banner prime exosome

Sumber:

Carswell L, Borger J. Hypertrophic Scarring Keloids. [Updated 2023 Aug 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537058/ 

https://www.elastoplast.co.uk/did-you-know/health-and-protection/hypertrophic-scars

https://luminederm.com/hypertrophic-scars-and-keloids-whats-the-difference/ 

dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

Image Post Jakarta Aesthetic Clinic

Cara Mengecilkan Paha dan Perut agar Bentuk Tubuh Lebih Proporsional

September 11, 2026
keloid bekas sc

Keloid Bekas SC: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

September 11, 2026
pantangan setelah suntik filler

Baru Filler? Ini 5 Pantangan Setelah Suntik Filler yang Perlu Dihindari

September 10, 2026

Comments are closed.