4 Cara Menghilangkan Keloid di Wajah dan Kenali Faktor Penyebabnya

Bagaimana cara menghilangkan keloid wajah yang efektif? Keloid sering kali menjadi sumber ketidaknyamanan dan ketidakpercayaan diri bagi banyak orang. Namun, dengan pemahaman yang tepat tentang penyebab dan pengobatan yang efektif, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan keloid di wajah dengan efisien. 

Oleh sebab itu, dalam artikel ini, JAC akan menjelaskan berbagai metode yang tersedia untuk mengatasi keloid serta berbagai penyebabnya, sehingga Anda dapat memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Apa itu Keloid

Keloid adalah jenis jaringan parut yang tumbuh secara abnormal di kulit setelah luka sembuh. Mereka umumnya lebih besar dari luka asli dan bisa muncul di mana saja pada tubuh, termasuk wajah. 

Keloid dapat berwarna merah muda, merah tua, atau bahkan keunguan. Mereka sering kali tidak nyaman atau gatal dan dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Keloid tidak sama dengan bekas luka biasa karena mereka terus tumbuh dan bisa menjadi semakin besar seiring waktu.

Ada beberapa jenis keloid yang umum terjadi, termasuk keloid yang timbul setelah operasi, luka bakar, atau tindakan pembedahan lainnya. Keloid juga bisa muncul setelah jerawat parah atau luka kecil lainnya. Meskipun tidak berbahaya secara medis, keloid dapat menjadi masalah kosmetik yang signifikan bagi banyak orang.

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat yang Aman dan Tepat

Cara Menghilangkan Keloid di Wajah

Cara Menghilangkan Keloid

Pada dasarnya, terdapat berbagai cara menghilangkan keloid di wajah. Namun Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba metode apa pun. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda pertimbangkan untuk menghilangkan keloid di wajah:

1. Terapi Steroid

Terapi steroid adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk mengurangi ukuran dan ketebalan keloid di wajah. Steroid disuntikkan langsung ke dalam keloid oleh dokter untuk mengurangi peradangan dan mencegah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan. Terapi ini biasanya dilakukan beberapa kali dengan jeda waktu tertentu.

2. Penggunaan Krim atau Salep Topikal

Selain itu, ada berbagai krim dan salep over-the-counter untuk membantu mengurangi keloid yang tersedia di pasaran dan tentunya telah ditetapkan aman oleh lembaga terkait. Banyak dari produk ini mengandung bahan-bahan seperti vitamin E, bahan-bahan pelembap, atau ekstrak tumbuhan tertentu yang dikatakan memiliki sifat penyembuhan kulit. Meskipun bermanfaat bagi sebagian orang, hasilnya bisa bervariasi dan mungkin memerlukan penggunaan jangka panjang.

3. Penutupan Luka dengan Silikon

Selain penggunaan silikon dalam bentuk gel atau lapisan, ada juga produk penutup luka khusus yang terbuat dari silikon yang dapat digunakan untuk menutupi keloid. Penutup luka silikon ini dapat membantu melindungi luka dari iritasi eksternal dan penyembuhan yang lebih baik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan penutup luka silikon dapat membantu mengurangi ukuran dan keparahan keloid.

4. Treatment Exosome di JAC

Perawatan Prime Exosome dari Jakarta Aesthetic Clinic memberikan solusi terbaik untuk kulit dan rambut optimal. Dibuat untuk target pasar menengah ke atas, perawatan ini secara efektif meremajakan sel-sel dengan menghilangkan senescent cell, penyebab peradangan dan flek hitam. Selain itu, Prime Exosome juga terbukti efektif dalam mengatasi masalah keloid, menjanjikan kulit yang bersih dan lebih sehat.

Baca juga: 8 Macam-Macam Treatment Wajah di Klinik Kecantikan

Penyebab Keloid

Penyebab Keloid

Untuk mengatasinya dengan tepat, Anda perlu melakukan konsultasi guna mengetahui penyebab dari keloid. Meskipun penyebab pasti keloid belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya keloid terutama pada luka. Berikut informasi selengkapnya:

1. Keturunan

Faktor genetik dapat memainkan peran dalam kecenderungan seseorang untuk mengembangkan keloid. Jika ada riwayat keluarga dengan keloid, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkannya juga.

2. Jenis Kulit

Orang dengan jenis kulit tertentu, seperti kulit berpigmen gelap, lebih rentan terhadap pembentukan keloid. Kulit berpigmen gelap memiliki lebih banyak melanin yang dapat memengaruhi respons tubuh terhadap luka dan pembentukan jaringan parut.

3. Bentuk dan Lokasi Luka

Luka yang lebih dalam atau berdekatan dengan sendi atau tulang cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan keloid. Area tubuh seperti bahu, dada, atau leher juga lebih rentan terhadap keloid.

4. Infeksi

Infeksi pada luka dapat memicu respons kekebalan tubuh yang lebih kuat, yang pada gilirannya dapat merangsang produksi kolagen yang berlebihan. Kolagen adalah protein utama dalam pembentukan jaringan parut, dan jika diproduksi secara berlebihan, dapat mengakibatkan pembentukan keloid.

5. Peradangan Kronis

Kondisi kulit yang menyebabkan peradangan kronis, seperti jerawat parah atau dermatitis, dapat meningkatkan risiko keloid. Pasalnya, peradangan kronis dapat meningkatkan aktivitas sel-sel inflamasi, seperti sel-sel makrofag dan limfosit, yang berkontribusi pada proses pembentukan keloid. Reaksi inflamasi yang berlebihan dapat merusak jaringan sekitar dan memicu pertumbuhan jaringan parut yang tidak terkendali.

Baca juga: Ketahui 6 Makanan Penyebab Inflamasi atau Peradangan Kulit Wajah

Sekarang, Anda telah mempelajari berbagai cara menghilangkan keloid di wajah yang aman dan efektif, mulai dari terapi medis hingga perawatan rumahan. Penting untuk diingat bahwa setiap individu mungkin memiliki respons yang berbeda terhadap berbagai jenis perawatan. 

Oleh karenanya, konsultasi dengan dokter ahli adalah langkah yang paling tepat dilakukan sebelum memilih metode pengobatan. Dengan pendekatan yang efisien dan konsisten, Anda dapat meningkatkan penampilan kulit wajah dan mendapatkan kepercayaan diri yang lebih besar.

Dalam perjalanan menuju kulit wajah yang lebih sehat dan bebas dari keloid, jangan ragu untuk mengeksplorasi opsi perawatan terkini yang ditawarkan oleh Jakarta Aesthetic Clinic (JAC). Salah satu perawatan yang dapat Anda pertimbangkan adalah Injeksi Keloid & Exosome yang diformulasikan untuk mengatasi berbagai masalah kulit dan rambut, Prime Exosome secara efektif merawat sel-sel dari dalam dengan menghilangkan sel-sel mati dan lemah.

banner prime exosomeSelain efektif untuk menghilangkan keriput di wajah, pertumbuhan kolagen yang baik dapat membantu memperkecil ukuran keloid bahkan hingga hilang. Seluruh treatment di JAC telah terbukti aman dan efektif mengatasi setiap jenis perawatan kulit, terutama pada treatment Ultherapy ini yang dibuktikan dengan meraih penghargaan internasional. 

Jadi tak ada yang perlu diragukan lagi, kunjungi JAC sekarang juga dan ciptakan kulit cantik bebas masalah agar tampil lebih percaya diri.

dr Olivia Ong - Foto Bagian Luar

dr. Olivia Ong

Sebagai expert dalam bidang Botulinum ToxinTM dan Soft Tissue FillerTM, dr. Olivia Ong yang lahir dan tumbuh di Jakarta ini memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti Advance Filler Injection Workshop with Prominent Plastic Surgeons di Swedia, International Anatomy Masterclass di Paris dan Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress di Monte-Carlo, Monaco.

Terkait

6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

6 Cara Mengatasi Rambut Berminyak dan Ketahui Faktor Penyebabnya

Mei 16, 2024
5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

5 Perbedaan Fine Lines dan Wrinkles yang Jarang Diketahui

Mei 15, 2024
Apakah Eksfoliasi Aman untuk Kulit Berjerawat? Cek Penjelasannya!

Apakah Eksfoliasi Aman untuk Kulit Berjerawat? Cek Penjelasannya!

Mei 14, 2024

Comments are closed.